Skip to content
Tutorial emka
Menu
  • Home
  • Debian Linux
  • Ubuntu Linux
  • Red Hat Linux
Menu

Apa itu CVE-2025-68664? Memahami Celah Keamanan LangGrinch pada LangChain

Posted on December 31, 2025

CVE-2025-68664 atau yang lebih dikenal dengan sebutan “LangGrinch” adalah sebuah celah keamanan sangat kritis yang ditemukan pada paket Python LangChain Core. Secara sederhana, kerentanan ini merupakan masalah serialization injection yang memungkinkan penyerang untuk mencuri rahasia sensitif atau bahkan memanipulasi respons model bahasa besar (LLM) melalui teknik prompt injection.

Kalian mungkin sudah tahu kalau LangChain Core itu adalah jantung dari ekosistem LangChain yang menyediakan antarmuka dasar buat membangun aplikasi bertenaga AI. Nah, masalah utamanya sepertinya terletak pada bagaimana sistem menangani data saat proses serialisasi. Peneliti keamanan bernama Yarden Porat menemukan kalau fungsi dumps() dan dumpd() di dalam pustaka ini nggak melakukan escaping atau pembersihan pada kamus (dictionary) yang mengandung kunci “lc”. Padahal, kunci “lc” ini sebenarnya dipakai secara internal oleh LangChain untuk menandai objek-objek resminya.

Jadi, begitunya alurnya: ketika ada data dari pengguna yang sengaja disisipi struktur kunci “lc”, sistem malah menganggap data itu sebagai objek LangChain yang sah dan bukan sekadar data teks biasa. Begitu data jahat ini berhasil masuk ke dalam proses orkestrasi LangChain, penyerang bisa memicu pembuatan objek sembarangan yang nggak aman. Rasanya celah ini cukup fatal karena skor risikonya (CVSS) mencapai 9.3 dari 10.0, yang mana itu tinggi banget buat standar keamanan perangkat lunak.

Dampak dari eksploitasi ini pun nggak main-main. Penyerang sepertinya bisa mengekstraksi rahasia dari environment variables (seperti API key) kalau proses deserialisasi dijalankan dengan pengaturan default yang lama. Selain itu, mereka bisa menyusupkan kelas-kelas tertentu dalam ruang nama yang dipercaya seperti langchain_core atau langchain_community. Yang paling ngeri, celah ini berpotensi menyebabkan eksekusi kode jarak jauh alias remote code execution lewat template Jinja2. Kuranglebihnya, penyerang bisa menyusup lewat kolom metadata atau respons tambahan yang biasanya dianggap aman-aman saja oleh para pengembang.

Buat kalian yang sedang mengelola proyek menggunakan pustaka ini, ada beberapa langkah teknis yang perlu segera dilakukan untuk menutup celah LangGrinch:

  1. Melakukan Pembaruan Versi Pustaka
    Kalian harus segera melakukan update ke versi yang sudah diperbaiki. Untuk pengguna Python, pastikan kalian menggunakan langchain-core versi 1.2.5 ke atas (untuk lini 1.x) atau versi 0.3.81 ke atas (untuk lini 0.x). Jangan ditunda karena celah ini sudah dipublikasikan secara luas.
  2. Mengatur Parameter allowed_objects
    Setelah melakukan pembaruan, kalian akan menemukan parameter baru bernama allowed_objects pada fungsi load() dan loads(). Gunakan parameter ini untuk menentukan daftar kelas mana saja yang benar-benar kalian izinkan untuk diproses. Ini kayak bikin daftar tamu eksklusif supaya objek nggak dikenal nggak bisa masuk sembarangan.
  3. Mematikan Fitur secrets_from_env
    Secara default, versi terbaru sekarang sudah mengatur secrets_from_env menjadi False. Pastikan kalian nggak menyalakannya kembali kecuali benar-benar butuh dan sudah paham risikonya. Ini penting banget buat mencegah bocornya API key dari lingkungan server kalian.
  4. Memblokir Penggunaan Jinja2 Secara Default
    Sistem terbaru sekarang otomatis memblokir template Jinja2 yang nggak terpercaya dalam proses deserialisasi. Pastikan alur kerja aplikasi kalian nggak bergantung pada template yang bisa dimanipulasi oleh input pengguna dari luar.
  5. Audit Input pada LangChain.js
    Kalau kalian pakai versi JavaScript, ingat kalau ada celah serupa (CVE-2025-68665). Segera perbarui @langchain/core ke versi 1.1.8 atau 0.3.80, dan paket langchain ke versi 1.2.3 atau 0.3.37. Mekanisme serangannya kira-kira hampir sama persis dengan versi Python.

Fenomena LangGrinch ini sebenernya memberikan kita pelajaran berharga kalau output dari LLM itu jangan pernah dianggap sebagai data yang tepercaya. Begitu output AI langsung masuk ke fungsi sistem tanpa diperiksa, di situlah celah keamanan klasik bertemu dengan teknologi modern.

Kita seringkali terlalu fokus pada kecanggihan AI sampai lupa kalau prinsip dasar keamanan input validation itu tetap harga mati. Itulah risiko yang muncul kalau kita terlalu percaya sama data kiriman pengguna atau bahkan data hasil olahan AI itu sendiri. Sebaiknya kalian segera cek dependensi proyek masing-masing dan lakukan patching sebelum ada pihak nggak bertanggung jawab yang memanfaatkan situasi ini.

Recent Posts

  • Linux Kernel Hardening: Command-line Lockdown
  • Make Linux Kernel More Safe and Hardening with Sysctl Easy Way
  • How to Lockdown Root & Wheel Group in Linux
  • How to Secure Sudo in Linux (Secure Sudo Logging & Timeout)
  • Make Fedora Login Safe with Authselect and Faillock
  • How Measure Linux Security Use OpenSCAP Lynis and Systemd
  • SELinux Make Nginx Break and How to Fix It Easy
  • How See Hidden SELinux Errors When Your Server Is Broken
  • How Fix SELinux Port Denied Error With Sealert Easy Guide
  • Read SELinux AVC Denial Log Simple Guide for Noob
  • How Check and Fix SELinux Block Things in Fedora Linux
  • How Actually SELinux is Work?
  • How to Install Elementary OS 8 Easy and Make It Good
  • How to Install UniFi OS Server on Ubuntu Linux Without Cloud Key
  • Top DNF5 Tips to Make Your Fedora Linux Super Fast
  • Run Local AI on Fedora 44 CPU Without Expensive GPU
  • Google Gemini Live Redesign: Works with more ‘Connected Apps’ on Android
  • A new LILYGO T3S3 ESP32-S3 with LoRA, WiFi & Bluetooth is Released only $16
  • New ESP32 Project: OpenTrafficMap ESP32-C5 C-ITS With 802.11p V2X communication
  • How to Unlock the Hidden Potential of Your Kindle with Amazing Community Plugins
  • How to Use Waze with Android Auto for the Ultimate Driving Experience
  • How to Transform Your GNOME Desktop with GNOME Prism
  • Why Your Google Maps Wear OS Navigation Fails While Using Android Auto
  • Packagist Attacked! How to Detect Hidden Malware Like This?
  • Claude Mythos Keeps Find High-severity Flaws, What You Should You Do?
  • Cara Atasi USB Error dengan Update USB Root Hub dan Chipset Driver
  • Inilah Cara Mengatasi Unknown USB Device Descriptor Request Failed yang Paling Ampuh
  • Inilah 20 Kampus Swasta Terbaik di Bandung Versi EduRank 2026 untuk Referensi Kuliah Kalian
  • Inilah Syarat dan Cara Daftar Sekolah Kedinasan STPN 2026, Kuota Terbatas!
  • Inilah Cara Daftar PPKB UI 2026 Lengkap dengan Rincian Uang Pangkal Semua Jurusan S1
  • How to Automate Your Entire SEO Strategy Using a Swarm of 100 Free AI Agents Working in Parallel
  • How to create professional presentations easily using NotebookLM’s AI power for school projects and beyond
  • How to Master SEO Automation with Google Gemini 3.1 Flash-Lite in Google AI Studio
  • How to create viral AI video ads and complete brand assets using the Claude and Higgsfield MCP integration
  • How to Transform Your Mac Into a Supercharged AI Assistant with Perplexity Personal Computer
RSS Error: WP HTTP Error: A valid URL was not provided.
©2026 Tutorial emka | Design: Newspaperly WordPress Theme