Skip to content
Tutorial emka
Menu
  • Home
  • Debian Linux
  • Ubuntu Linux
  • Red Hat Linux
Menu

Cara Mengganti nama kolom dengan Laravel Migrate

Posted on February 23, 2024

Dalam Laravel, migrasi database menyediakan cara yang nyaman untuk mengelola perubahan skema database, termasuk merubah nama kolom. Mengganti nama kolom adalah tugas umum dalam pemeliharaan database, dan Laravel menyederhanakan proses ini dengan menggunakan alat migrasi bawaannya. Pada artikel ini, kita akan menjelajahi panduan langkah demi langkah tentang cara mengganti nama kolom di Laravel.

Langkah 1: Membuat Migrasi

Langkah pertama adalah membuat file migrasi menggunakan perintah Artisan make:migration. Buka terminal atau command prompt Anda, arahkan ke direktori proyek Laravel, dan jalankan perintah berikut:

php artisan make:migration rename_column_in_table

Gantilah rename_column_in_table dengan nama deskriptif untuk migrasi Anda.

Langkah 2: Mendefinisikan Migrasi

Buka file migrasi yang baru saja dibuat yang terletak di direktori database/migrations. Di dalam metode up(), gunakan metode table() yang disediakan oleh pembuat skema Laravel untuk mendefinisikan perubahan pada skema database Anda. Berikut contoh cara mengganti nama kolom:

use IlluminateDatabaseMigrationsMigration;
use IlluminateDatabaseSchemaBlueprint;
use IlluminateSupportFacadesSchema;

class RenameColumnInTable extends Migration
{
    /**
     * Jalankan migrasi.
     *
     * @return void
     */
    public function up()
    {
        Schema::table('your_table_name', function (Blueprint $table) {
            $table->renameColumn('old_column_name', 'new_column_name');
        });
    }

    /**
     * Mundurkan migrasi.
     *
     * @return void
     */
    public function down()
    {
        Schema::table('your_table_name', function (Blueprint $table) {
            $table->renameColumn('new_column_name', 'old_column_name');
        });
    }
}

Gantilah ‘your_table_name’, ‘old_column_name’, dan ‘new_column_name’ dengan nama tabel dan nama kolom yang sesuai.

Langkah 3: Menjalankan Migrasi

Setelah mendefinisikan migrasi, simpan file tersebut dan kembali ke terminal atau command prompt Anda. Jalankan perintah berikut untuk menjalankan migrasi:

php artisan migrate

Perintah ini akan menjalankan metode up() dari migrasi Anda, mengganti nama kolom yang ditentukan dalam tabel database Anda.

Langkah 4: Rollback (Opsional)

Jika Anda perlu membatalkan perubahan yang dilakukan oleh migrasi, Anda dapat membatalkan migrasi dengan perintah berikut:

php artisan migrate:rollback

Perintah ini akan menjalankan metode down() dari migrasi Anda, mengembalikan perubahan nama kolom.

Mengganti nama kolom di Laravel adalah proses yang mudah berkat sistem migrasi yang kuat. Dengan mengikuti langkah-langkah yang diuraikan dalam panduan ini, Anda dapat mengelola perubahan skema database secara efisien dan menjaga struktur database aplikasi Laravel Anda tetap terorganisir dan terkini.

Recent Posts

  • How to Disable AI Features in Firefox 148
  • Git 2.53: What’s New?
  • Linux From Scratch Ditches Old System V init
  • How to Maintained the SSD with TRIM
  • What is CVE-2024-21009? Microsoft Office Security Serious Bug
  • Windows 11 Shutdown Problems: Why Your PC Won’t Turn Off (and What Microsoft’s Doing)
  • What is the Steam Overlay Error?
  • Why Your Computer Thinks Winaero Tweaker is Bad (and Why It’s Probably Wrong!)
  • What is Origami Linux? A Super-Safe, Unchangeable Computer System!
  • Why Does OneNote Freeze? Easy Fixes for Typing & Drawing Problems!
  • What is Protected File System (PFS) in Windows 11?
  • Linux News Roundup February 2026
  • How to Install JellyFin Media Server on Samsung TV with TizenOS
  • Why OneNote Clears Your Notes
  • AMD NPU Monitoring on Linux: A Beginner’s Guide to AI Chip Tracking!
  • How to Fix AMD Adrenalin’s Game Detection Issues on Windows
  • Greg Kroah-Hartman Wins Multiple Award at European Open Source Awards!
  • What are Microsoft Copilot Reminders?
  • What’s New in Plasma 6.7? Quick Notification History Clear-Up!
  • Awesome Alternatives to Microsoft Defender Application Guard (MDAG)
  • How tto Enable DLSS 4 & 5 for Your GPU
  • Backlinks: Why They’re Super Important for Your Website!
  • Gnome’s Smart Windows: Tiling Shell 17.3 Makes Organizing Your Screen Easier!
  • How to Replace Notepad with Microsoft Edit
  • What’s New in Shotcut 26.1?
  • Kenapa No Token Gagal Terus? Begini Cara Memasukkan!
  • Kode Bank Terbaru 2026: Kenali Arti dan Fungsinya! Jangan Sampai Salah Transfer
  • Bahayanya ‘Kumpulan Grup Asupan Malam Hijab Lokal Bocil Indo’, Waspada Phising!
  • Kenapa Voucher Axis Gagal Terus? Ini Dia Penyebab & Cara Mengatasinya!
  • Kenapa Meta AI Nggak Muncul di WhatsApp Padahal Udah Update?
  • Cara Membuat Podcast dari PDF dengan NotebookLlama dan Groq
  • Tutorial Membuat Sistem Automatic Content Recognition (ACR) untuk Deteksi Logo
  • Apa itu Google Code Wiki?
  • Cara Membuat Agen AI Otomatis untuk Laporan ESG dengan Python dan LangChain
  • Cara Membuat Pipeline RAG dengan Framework AutoRAG
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
©2026 Tutorial emka | Design: Newspaperly WordPress Theme