Skip to content
Tutorial emka
Menu
  • Home
  • Debian Linux
  • Ubuntu Linux
  • Red Hat Linux
Menu

Tutorial Cara Membuat Failover Cluster di Windows Server 2022

Posted on November 3, 2024

Dalam dunia teknologi yang terus berkembang, ketersediaan layanan dan aplikasi menjadi faktor krusial. Downtime yang tak terduga dapat mengakibatkan kerugian besar bagi bisnis. Untuk mengatasi tantangan ini, Microsoft menghadirkan solusi yang handal: Windows Server Failover Cluster (WSFC).

Mengapa Menggunakan Failover Cluster?

Dengan Failover Cluster, Anda dapat menghindari skenario buruk ini. Saat satu server mengalami masalah, server lainnya secara otomatis mengambil alih peran server yang gagal. Aplikasi dan layanan tetap berjalan tanpa gangguan, dan pengguna tidak akan merasakan adanya masalah.

Berikut adalah langkah-langkah lengkap untuk membangun Failover Cluster di Windows Server:

  • .

    Klik Add roles and features

  • dan klik Next

  • hingga mencapai tab Features

  • dan centang pilihannya.

    Klik Add features

  • .

    Pilih Add roles and features

  • hingga mencapai tab Server Roles

  • dan pilih iSCSI Target Server

  • dan selesaikan proses instalasi.

    3. Aktifkan iSCSI Initiator

    Pada setiap node server yang akan bergabung dalam cluster, Anda perlu mengaktifkan iSCSI Initiator. Ini memungkinkan node server untuk berkomunikasi dengan storage server.

      Buka Server Manager

    • .

      Klik Yes

  • .

    Klik tab iSCSI

  • .

    Pilih Type a custom path.

    Pilih volume, folder yang sudah ada, atau buat folder baru.

    Klik Next

  • (lebih cepat) atau Dynamic

  • dan beri nama untuk target.

    Pada tab Access Server.

    Pastikan Query initiator computer for ID.

    Masukkan nama komputer node server dan klik Check names

  • .

    Aktifkan CHAP jika Anda ingin menambahkan autentikasi antara perangkat.

    Terakhir, klik Create

  • pada node server.

    Pilih Tools > iSCSI Initiator

  • , masukkan alamat IP dari iSCSI Target.

    Klik Quick connect > Ok

  • .

    Pergi ke Volumes and Devices. Jika tidak ditemukan, klik Auto Configure

  • .

    Klik Tools > Failover Cluster Manager

  • dan pilih Create Cluster

  • , klik Next

  • , masukkan nama server dan klik Add

  • dan klik Next

  • .

    Terakhir, klik Next

  • Recent Posts

    • How to Create Viral Suspense Videos Using AI
    • The Secret “Niche Bending” Trick To Go Viral On YouTube, January 2026
    • Stuck on TikTok Affiliate? Here Is Why You Should Start a New Account
    • 7 Popular Side Hustles Ranked from Worst to Best
    • $10,000 Mac Studio vs Cloud AI: Who Actually Codes Better?
    • SLM, LLM, and Frontier Models Explained
    • Build Your Own Private Streaming Service: A Beginner’s Guide to FFmpeg and Linux
    • Fake GPS Explained: How to Change Location on iPhone and Android Easily
    • How to Run Adobe Photoshop on Linux: A Complete Guide for Beginners
    • The Big Split: Why Politics and Code Don’t Always Mix in Open Source Explained
    • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
    • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
    • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
    • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
    • Apa Itu ErrTraffic? Mengenal Platform ClickFix yang Bikin Website Jadi ‘Error’ Palsu
    • What is Reflex Framework? A Full-stack Python Framework
    • CloudFlare Acquired AstroJS!
    • How to Completely Remove AI Features from Windows 11 Explained
    • How to AI Fine-Tuning with a New Red Hat’s New Modular Tools
    • When to Use ChatGPT, Gemini, and Claude for Beginners
    • The Complete Roadmap to Becoming a Data Engineer: From Beginner to Pro Explained
    • Is OpenAI’s New Open Responses API: A Game Changer for Open Models?
    • The Top 5 Tech Certifications You Need for 2026 Explained
    • X.509 Certificates Explained for Beginners
    • How to Create a Local User on Windows 11: Bypass the Online Account Requirement Easily
    • 08559 Nomor Daerah Mana dan Kartu Apa? Ini Penjelasan Lengkapnya!
    • Ini Daftar 8 Keluarga Paling Mengerikan dalam Sejarah, Ada yang Sampai Bikin Dunia Gemetar!
    • Inilah Trik Rahasia Pindahkan Video Melolo ke Galeri Tanpa Aplikasi Tambahan
    • Ini Arti Kode Transaksi Bank ‘Kor MCD Transaction DB Otomatis’
    • Update Terbaru Januari 2026! Ini Trik Kode Plant Brainrot Simulator Biar Garden Kalian Makin OP
    • Cara Ubah Tumpukan Invoice Jadi Data JSON dengan LlamaExtract
    • Cara Buat Audio Super Realistis dengan Qwen3-TTS-Flash
    • Tutorial Python Deepseek Math v2
    • Cara Menggunakan SAM3D untuk Segmentasi dan Pembuatan Model 3D dari Teks
    • Cara Membuat AI Agent Super Cerdas dengan DeepAgents dan LangGraph
    • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
    • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
    • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
    • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
    • Apa Itu ErrTraffic? Mengenal Platform ClickFix yang Bikin Website Jadi ‘Error’ Palsu
    ©2026 Tutorial emka | Design: Newspaperly WordPress Theme