Skip to content
Tutorial emka
Menu
  • Home
  • Debian Linux
  • Ubuntu Linux
  • Red Hat Linux
Menu

Cara Menemukan Nama Kode Ubuntu Kamu

Posted on April 6, 2025

Jika Kamu ingin mengetahui nama kode Ubuntu yang Kamu gunakan, ada beberapa cara mudah untuk melakukannya:

<!–>–><!–>Cara 1: Menggunakan Terminal–><!–>

    –>

  1. <!–>

    –><!–>Buka aplikasi Terminal di Ubuntu Kamu.–>

  2. <!–>

    –><!–>Ketikkan perintah berikut dan tekan Enter:–>

      lsb_release -c -s
    

Terminal akan menampilkan nama kode Ubuntu Kamu. Misalnya:

      focal
    

Cara 2: Melihat File <!–>/etc/os-release–><!–>–>

    <!–>

  1. –>

    Buka aplikasi Terminal di Ubuntu Kamu.<!–>

    –><!–>

  2. –><!–>

  3. –>

    Ketikkan perintah berikut dan tekan Enter:<!–>

    –><!–>

  4. –>

      cat /etc/os-release
    

Terminal akan menampilkan informasi tentang sistem operasi Kamu, termasuk nama kode (codename). Misalnya:

NAME="Ubuntu"
VERSION="20.04.4 LTS (Focal Fossa)"
ID=ubuntu
ID_LIKE=debian
PRETTY_NAME="Ubuntu 20.04.4 LTS"
VERSION_ID="20.04"
HOME_URL="https://www.ubuntu.com/"
SUPPORT_URL="https://help.ubuntu.com/"
BUG_REPORT_URL="https://bugs.launchpad.net/ubuntu/"
PRIVACY_POLICY_URL="https://www.ubuntu.com/legal/terms-and-policies/privacy-policy"
VERSION_CODENAME=focal
UBUNTU_CODENAME=focal
    

Dalam contoh di atas, <!–>VERSION_CODENAME–> dan <!–>UBUNTU_CODENAME–> menunjukkan nama kode Ubuntu Kamu, yaitu “focal”.<!–>

–><!–>–><!–>Cara 3: Menggunakan Aplikasi “Settings” (Pengaturan)–><!–>

    –>

  1. <!–>

    –><!–>Buka aplikasi “Settings” (Pengaturan) di Ubuntu Kamu.–>

  2. <!–>

    –><!–>Klik pada opsi “About” (Tentang) di panel kiri.–>

  3. <!–>

    –><!–>Di bagian “OS Name” (Nama OS), Kamu akan melihat nama Ubuntu Kamu beserta nama kodenya. Misalnya:–>

      Ubuntu 20.04.4 LTS (Focal Fossa)
    

Dalam contoh di atas, nama kode Ubuntu Kamu adalah “Focal Fossa”.

  • <!–>

    –><!–>

  • –><!–>

Memahami Siklus Rilis Ubuntu

–><!–>Ubuntu, sebagai salah satu distribusi Linux paling populer di dunia, memiliki siklus rilis yang terstruktur dan terprediksi. Memahami siklus rilis ini sangat penting bagi Kamu sebagai pengguna, karena akan memengaruhi kapan Kamu menerima pembaruan, fitur baru, dan dukungan keamanan. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang siklus rilis Ubuntu, jenis-jenis rilis, dan implikasinya bagi Kamu.–>

Jenis-Jenis Rilis Ubuntu<!–>–>

Secara umum, ada dua jenis rilis Ubuntu yang utama:<!–>

    –>

  1. <!–>

    –><!–>–><!–>Rilis Reguler (Interim Release):–> Rilis reguler dikeluarkan setiap enam bulan, biasanya pada bulan April dan Oktober. Rilis ini menyertakan fitur-fitur terbaru, pembaruan perangkat lunak, dan peningkatan kinerja. Namun, rilis reguler hanya didukung selama sembilan bulan. Ini berarti Kamu hanya akan menerima pembaruan keamanan dan perbaikan bug selama periode tersebut.<!–>

    –><!–>

  2. –><!–>

  3. –>

    Rilis Long Term Support (LTS):<!–>–><!–> Rilis LTS dikeluarkan setiap dua tahun, biasanya pada bulan April. Rilis LTS dirancang untuk stabilitas dan keandalan jangka panjang. Rilis LTS didukung selama lima tahun untuk desktop dan server. Ini berarti Kamu akan menerima pembaruan keamanan dan perbaikan bug selama periode tersebut.–>

Penamaan Rilis Ubuntu<!–>–>

Setiap rilis Ubuntu diberi nama dengan format YY.MM, di mana YY adalah tahun dan MM adalah bulan rilis. Misalnya, Ubuntu 20.04 dirilis pada bulan April 2020, dan Ubuntu 22.10 dirilis pada bulan Oktober 2022.<!–>

–><!–>Selain nomor versi, setiap rilis Ubuntu juga diberi nama kode yang terdiri dari kata sifat dan nama hewan. Misalnya, Ubuntu 20.04 memiliki nama kode “Focal Fossa”, dan Ubuntu 22.10 memiliki nama kode “Kinetic Kudu”.–>

Siklus Hidup Rilis Ubuntu<!–>–>

Siklus hidup rilis Ubuntu dapat dibagi menjadi beberapa tahap:<!–>

    –>

  1. <!–>

    –><!–>–><!–>Pengembangan (Development):–> Selama tahap ini, tim pengembang Ubuntu bekerja keras untuk menambahkan fitur baru, memperbaiki bug, dan meningkatkan kinerja. Rilis alfa dan beta dikeluarkan secara berkala untuk pengujian dan umpan balik dari komunitas.<!–>

    –><!–>

  2. –><!–>

  3. –>

    Pembekuan Fitur (Feature Freeze):<!–>–><!–> Pada tahap ini, fitur-fitur baru tidak lagi ditambahkan ke rilis. Fokusnya beralih ke stabilisasi dan pengujian.–>

  4. <!–>

    –><!–>–><!–>Rilis (Release):–> Rilis resmi Ubuntu dikeluarkan dan tersedia untuk diunduh dan dipasang.<!–>

    –><!–>

  5. –><!–>

  6. –>

    Pembaruan (Updates):<!–>–><!–> Selama masa dukungan, Ubuntu akan menerima pembaruan keamanan, perbaikan bug, dan pembaruan perangkat lunak.–>

  7. <!–>

    –><!–>–><!–>Akhir Masa Pakai (End of Life/EOL):–> Setelah masa dukungan berakhir, Ubuntu tidak lagi menerima pembaruan keamanan atau perbaikan bug. Pengguna disarankan untuk meningkatkan ke rilis Ubuntu yang lebih baru untuk terus menerima dukungan.<!–>

    –><!–>

  8. –><!–>

–><!–>–><!–>Implikasi bagi Kamu sebagai Pengguna–><!–>

–><!–>Jenis rilis Ubuntu yang Kamu pilih akan memengaruhi pengalaman penggunaan Kamu:–>

    <!–>

  • –>

    Rilis Reguler:<!–>–><!–> Cocok untuk Kamu yang ingin selalu mendapatkan fitur-fitur terbaru dan tidak keberatan melakukan peningkatan sistem secara berkala. Namun, Kamu perlu melakukan peningkatan sistem setiap sembilan bulan untuk terus menerima dukungan.–>

  • <!–>

    –><!–>–><!–>Rilis LTS:–> Cocok untuk Kamu yang mengutamakan stabilitas dan tidak ingin sering melakukan peningkatan sistem. Kamu dapat menggunakan rilis LTS selama lima tahun tanpa khawatir tentang kehilangan dukungan.<!–>

    –><!–>

  • –><!–>

–><!–>–><!–>Bagaimana Cara Memilih Rilis Ubuntu yang Tepat?–><!–>

–><!–>Berikut adalah beberapa faktor yang perlu Kamu pertimbangkan saat memilih rilis Ubuntu:–>

    <!–>

  • –>

    Kebutuhan:<!–>–><!–> Apa yang Kamu butuhkan dari sistem operasi Kamu? Apakah Kamu membutuhkan fitur-fitur terbaru atau stabilitas jangka panjang?–>

  • <!–>

    –><!–>–><!–>Preferensi:–> Apakah Kamu lebih suka menggunakan rilis reguler dengan fitur-fitur terbaru atau rilis LTS yang lebih stabil?<!–>

    –><!–>

  • –><!–>

  • –>

    Toleransi Risiko:<!–>–><!–> Seberapa besar risiko yang bersedia Kamu ambil? Rilis reguler mungkin memiliki bug yang lebih banyak daripada rilis LTS.–>

  • <!–>

    –><!–>–><!–>Waktu:–> Seberapa banyak waktu yang bersedia Kamu luangkan untuk melakukan peningkatan sistem?<!–>

    –><!–>

  • –><!–>

–><!–>–><!–>Cara Meningkatkan ke Rilis Ubuntu yang Lebih Baru–><!–>

–><!–>Ada dua cara utama untuk meningkatkan ke rilis Ubuntu yang lebih baru:–>

    <!–>

  1. –>

    Peningkatan Langsung (In-Place Upgrade):<!–>–><!–> Cara ini memungkinkan Kamu untuk meningkatkan sistem operasi Kamu tanpa kehilangan data atau aplikasi. Proses peningkatan akan mengunduh dan memasang file-file yang diperlukan, serta memperbarui konfigurasi sistem Kamu.–>

  2. <!–>

    –><!–>–><!–>Instalasi Bersih (Clean Installation):–> Cara ini melibatkan penghapusan semua data dan aplikasi dari hard drive Kamu, dan memasang Ubuntu dari awal. Cara ini disarankan jika Kamu mengalami masalah serius dengan sistem operasi Kamu atau jika Kamu ingin memulai dari awal.<!–>

    –><!–>

  3. –><!–>

–><!–>–><!–>Kesimpulan–><!–>

–><!–>Memahami siklus rilis Ubuntu sangat penting bagi Kamu sebagai pengguna. Dengan memahami jenis-jenis rilis, siklus hidup, dan implikasinya, Kamu dapat memilih rilis Ubuntu yang tepat untuk kebutuhan Kamu dan memastikan bahwa Kamu selalu menerima dukungan dan pembaruan keamanan yang diperlukan.

–>

Recent Posts

  •  How to Fix Windows 11 ISO Download Blocked and Error Messages
  • How to Make Your Website Vibrate with Web Haptics
  • Measuring LLM Bullshit Benchmark
  • A Step-by-Step Guide to ZITADEL Identity Infrastructure
  • How NVIDIA G-SYNC Pulsar is Finally Fixing Motion Blur Forever
  • How Multipathing Keeps Your Linux Systems Running Smoothly!
  • Forgejo: A Self-hosted Github Alternative You Should Try
  • Introducing Zo Computer, How it Will Changing Personal Data Science Forever
  • Which AI Brain Should Your Coding Agent Use? A Deep Dive into the OpenHands Index
  • Hoppscotch, The Postman Killer: Why You Should Switch from Postman to Hoppscotch Right Now
  • Nitrux 6.0 Released with Linux Kernel 6.19: What’s New?
  • How to Upgrade Pop!_OS 22.04 LTS to 24.04 LTS: A Step-by-Step Guide
  • KDE Plasma 6.6.2 Released: Key Bug Fixes and Enhancements Explained
  • Meet the Huawei NetEngine 8000: The Router Powering the Next Generation of AI-Driven Networks!
  • LLM Settings That Every AI Developer Must Know
  • Is Your Second Monitor a Mess? Kubuntu 26.04 Resolute Raccoon Finally Fixes Multi-Display Woes!
  • How to Run Massive AI Models on Your Mac: Unlocking Your Hidden VRAM Secrets
  • How to Create Gemini CLI Agent Skills
  • WTF? Ubuntu Planning Mandatory Age Verification
  • Why This Retro PC is Actually a Modern Beast: Maingear Retro98
  •  Windows 11 Taskbar Update: How to Move and Resize Your Taskbar Again
  • Does KDE Plasma Require Systemd? Debunking the Mandatory Dependency Myths
  •  How to Fix ‘docs.google.com Refused to Connect’ Error in Windows 10/11
  • Aerynos Feb 2026 Update: Faster Desktops and Moss Performance Boost
  • Pangolin 1.16 Adds SSH Auth Daemon: What You Need to Know
  • Inilah 10 Kesalahan Fatal Saat Beli Properti yang Bisa Bikin Kalian Bangkrut!
  • Belum Tahu Cara Masuk Simpatika Terbaru? Ini Cara Login PTK EMIS GTK IMP 2026 Supaya Cek TPG Jadi Lebih Gampang!
  • Inilah Cara Bikin Konten Animasi AI Cuma Modal HP Supaya Bisa Gajian Rutin dari YouTube
  • Inilah Alasan Kenapa Zakat ke Ormas yang Belum Diakui Negara Nggak Bisa Dipakai Buat Ngurangin Pajak!
  • Inilah Cara Belanja di Indomaret Pakai Shopee PayLater yang Praktis dan Bikin Hemat!
  • The Secret Reason Seedance 2.0 is Realistic
  • Exploring Microsoft Phi-4 Reasoning Vision 15B
  • Gemini 3.1 Flash-Lite Released: How to Master Google’s Fastest AI Model for Real-World Projects
  • Qwen Is Ruined! Why the Masterminds Behind Qwen 3.5 Left Alibaba Cloud
  • GPT-5.3 Instant Revealed: How the New OpenAI Update Changes Everything for AI Users
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
©2026 Tutorial emka | Design: Newspaperly WordPress Theme