Skip to content
Tutorial emka
Menu
  • Home
  • Debian Linux
  • Ubuntu Linux
  • Red Hat Linux
Menu
rainbow six

Apa Itu Insiden Eksploitasi Sistem Rainbow Six Siege? Ini Penjelasannya

Posted on December 31, 2025

Insiden eksploitasi sistem Rainbow Six Siege adalah sebuah kondisi di mana pihak luar yang nggak bertanggung jawab berhasil menyusup ke infrastruktur internal milik Ubisoft. Kejadian ini definisinya bukan cuma sekadar cheat biasa di dalam game, tapi merupakan sebuah pelanggaran keamanan serius yang bikin kontrol moderasi dan ekonomi game berantakan seketika.

Masalah ini bermula ketika sistem internal Ubisoft mengalami kebocoran yang cukup parah. Akibatnya, para peretas ini punya akses buat ngelakuin hal-hal yang sebetulnya cuma bisa dilakukan oleh staf internal atau admin game tersebut. Kayaknya hal ini jadi salah satu sejarah kelam buat komunitas Rainbow Six Siege (R6) karena dampaknya sebegitu masifnya. Kalian perlu tahu kalau para pelaku ini bisa nge-ban atau unban pemain sesuka hati mereka, bahkan memunculkan pesan ban palsu di layar utama game yang biasanya kita lihat sebagai ticker.

Nggak cuma itu, manipulasi ekonomi di dalam game juga terjadi secara gila-gilaan. Para hacker membagikan sekitar 2 miliar R6 Credits dan Renown ke akun-akun pemain secara acak di seluruh dunia. Kalau kita hitung-hitung pakai harga resmi di store Ubisoft, nilai 2 miliar R6 Credits itu kira-kiranya mencapai 13,33 juta dolar AS atau sekitar ratusan miliar rupiah. Rasanya hampir nggak masuk akal melihat mata uang premium sebanyak itu dibagikan cuma-cuma, termasuk skin kosmetik langka yang harusnya cuma punya staf pengembang.

(c) mashable

Secara teknis, ada dugaan kuat kalau eksploitasi ini memanfaatkan celah keamanan pada database MongoDB yang disebut “MongoBleed”. Celah dengan kode CVE-2025-14847 ini memungkinkan penyerang buat membocorkan memori dari server yang terbuka tanpa perlu otentikasi. Begitunya, mereka bisa ngambil kunci akses atau kredensial penting buat masuk lebih dalam ke sistem Ubisoft. Berikut adalah urutan kejadian dan langkah yang diambil untuk menangani kekacauan ini:

  1. Deteksi Aktivitas Ilegal pada Moderasi Game
    Awalnya muncul banyak laporan dari pemain yang melihat pesan ban aneh dan mendadak punya saldo R6 Credits yang nggak masuk akal jumlahnya. Di sini Ubisoft mulai sadar kalau ada yang nggak beres sama sistem internal mereka.
  2. Penonaktifan Server secara Sengaja
    Pihak Ubisoft langsung mengambil tindakan tegas dengan mematikan server Rainbow Six Siege dan fitur Marketplace mereka. Langkah ini diambil supaya kerusakan nggak semakin meluas ke seluruh infrastruktur game.
  3. Proses Rollback Transaksi
    Buat memperbaiki ekonomi game yang sudah hancur, Ubisoft mengumumkan kalau mereka bakal melakukan rollback atau mengembalikan status akun ke kondisi sebelum jam 11:00 AM UTC di hari kejadian. Jadi, semua barang atau koin yang didapat dari hacker bakal ditarik balik.
  4. Investigasi Lanjutan Terkait Kebocoran Data
    Sepertinya masalah ini nggak berhenti di game aja. Ada laporan dari grup riset keamanan kalau peretas mungkin juga sudah mengakses repositori kode sumber (source code) Ubisoft dari tahun 90-an sampai sekarang dan mencoba melakukan pemerasan.

Kejadian ini sebetulnya jadi pengingat buat kita semua bahwa sekuat apa pun sebuah perusahaan game, celah pada database kayak MongoDB bisa jadi pintu masuk yang mematikan. Kuranglebihnya, kita sebagai pemain nggak perlu panik kalau saldo koin kita tiba-tiba hilang setelah rollback, karena itu memang bukan hak kita. Rekomendasi buat kalian, sebaiknya segera ganti kata sandi akun Ubisoft dan pastikan otentikasi dua faktor (2FA) selalu aktif buat jaga-jaga kalau ada kebocoran data pengguna di masa depan. Kita harus tetap waspada karena keamanan digital itu dinamis banget dan bisa berubah sewaktu-waktu. Terima kasih sudah menyimak ulasan ini sampai habis, rekan-rekanita.

Recent Posts

  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
  • Apa Itu ErrTraffic? Mengenal Platform ClickFix yang Bikin Website Jadi ‘Error’ Palsu
  • What is Reflex Framework? A Full-stack Python Framework
  • CloudFlare Acquired AstroJS!
  • How to Completely Remove AI Features from Windows 11 Explained
  • How to AI Fine-Tuning with a New Red Hat’s New Modular Tools
  • When to Use ChatGPT, Gemini, and Claude for Beginners
  • The Complete Roadmap to Becoming a Data Engineer: From Beginner to Pro Explained
  • Is OpenAI’s New Open Responses API: A Game Changer for Open Models?
  • The Top 5 Tech Certifications You Need for 2026 Explained
  • X.509 Certificates Explained for Beginners
  • How to Create a Local User on Windows 11: Bypass the Online Account Requirement Easily
  • Ini Kronologi Hacking ESA (European Space Agency) 2025
  • Apa itu Zoom Stealer? Ini Definisi dan Bahaya Tersembunyi di Balik Ekstensi Browser Kalian
  • Apa itu Skandal BlackCat Ransomware?
  • Grain DataLoader Python Library Explained for Beginners
  • Controlling Ansible with AI: The New MCP Server Explained for Beginners
  • Is Your Headset Safe? The Scary Truth Bluetooth Vulnerability WhisperPair
  • Dockhand Explained, Manage Docker Containers for Beginners
  • Claude Co-Work Explained: How AI Can Control Your Computer to Finish Tasks
  • Apa itu ToneShell? Backdoor atau Malware Biasa?
  • Apa itu Parrot OS 7? Ini Review dan Update Terbesarnya
  • NVIDIA Rubin Explained: The 6-Chip Supercomputer That Changes Everything
  • What is OpenEverest? The Future of Database Management on Kubernetes
  • Mau Cuan dari Nonton Drama di Cash Reels? Jangan Buru-buru Install Sebelum Baca Ini!
  • Tertipu Saldo Palsu? Apakah Game Layer Drop Penipu?
  • Inilah Syarat Terbaru dan Cara Daftar Bansos PKH-BPNT 2026 Lewat HP!
  • Inilah Trik Hubungkan Telegram ke WaIDN Biar Saldo Ngalir Terus!
  • Caranya Mengatasi Kode Verifikasi PayPal yang Nggak Pernah Nyampe di HP
  • Tutorial Python Deepseek Math v2
  • Cara Menggunakan SAM3D untuk Segmentasi dan Pembuatan Model 3D dari Teks
  • Cara Membuat AI Agent Super Cerdas dengan DeepAgents dan LangGraph
  • Perbedaan GPU vs TPU, Mana yang Terbaik
  • Tutorial Langfuse: Pantau & Optimasi Aplikasi LLM
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
  • Apa Itu ErrTraffic? Mengenal Platform ClickFix yang Bikin Website Jadi ‘Error’ Palsu
  • Ini Kronologi Hacking ESA (European Space Agency) 2025
  • Apa itu Zoom Stealer? Ini Definisi dan Bahaya Tersembunyi di Balik Ekstensi Browser Kalian
  • Apa itu Skandal BlackCat Ransomware?
©2026 Tutorial emka | Design: Newspaperly WordPress Theme