Skip to content
Tutorial emka
Menu
  • Home
  • Debian Linux
  • Ubuntu Linux
  • Red Hat Linux
Menu
blackcat ransomware

Apa itu Skandal BlackCat Ransomware?

Posted on January 18, 2026

BlackCat ransomware affiliate adalah mitra atau rekanan dari grup kejahatan siber ALPHV yang bertugas mengeksekusi serangan menggunakan perangkat lunak mereka. Sederhananya, ini tuh sistem bagi hasil di mana si penyerang memakai infrastruktur geng besar buat mengunci data korban, lalu mereka bagi-bagi uang tebusannya kayak sistem komisi penjualan begitu.

Kasus yang lagi ramai ini melibatkan Ryan Clifford Goldberg dan Kevin Tyler Martin. Mereka berdua ini bukan sembarang orang, tapi mantan pegawai perusahaan keamanan siber kayak Sygnia dan DigitalMint. Bayangkan saja, orang yang seharusnya jagain sistem malah pindah haluan jadi penjahat siber. Kuranglebihnya begini detail teknis dan alur bagaimana mereka melakukan aksinya yang bikin heboh itu:

  1. Memanfaatkan Akses dan Keahlian Khusus
    Sebagai mantan manajer incident response dan negosiator ransomware, mereka punya pengetahuan mendalam soal gimana perusahaan merespons serangan. Mereka tahu persis celah-celah mana yang biasanya nggak dijaga ketat. Begitunya mereka menggunakan training canggih yang mereka dapatkan buat membobol jaringan perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat.
  2. Kerja Sama dengan Platform BlackCat (ALPHV)
    Kalian perlu tahu kalau mereka nggak bikin virusnya sendiri dari nol. Mereka mendaftar jadi affiliate di platform BlackCat. Skemanya adalah mereka bayar setoran sebesar 20% dari setiap uang tebusan yang berhasil didapatkan kepada pengelola BlackCat. Sebagai gantinya, mereka dapat akses ke alat enkripsi dan platform pemerasan yang sudah matang banget.
  3. Targeting yang Sangat Spesifik
    Antara Mei sampai November 2023, mereka menyasar sektor-sektor yang krusial. Sepertinya mereka sengaja milih korban yang punya banyak uang dan datanya sangat sensitif, kayak perusahaan farmasi di Maryland, firma teknik di California, sampai produsen alat medis di Tampa. Rasanya memang niat banget karena mereka tahu industri ini nggak bisa lama-lama kalau sistemnya mati.
  4. Eksekusi dan Pemerasan
    Setelah berhasil menyusup ke jaringan, mereka mengenkripsi server dan mulai meminta tebusan. Nilainya nggak main-main, mulai dari $300.000 sampai $10 juta. Kira-kiranya mereka sempat berhasil mengantongi sekitar $1,27 juta dari salah satu perusahaan alat medis di Tampa setelah mengancam bakal menyebarkan data kalau nggak dibayar.
  5. Penyamaran sebagai Negosiator
    Ini bagian yang paling licik. Karena salah satu pelakunya bekerja sebagai negosiator ransomware di DigitalMint, ada kemungkinan mereka memanfaatkan posisi itu buat memanipulasi situasi dari dalam. Sebegitu berisikonya kalau orang yang kita percaya buat negosiasi ternyata adalah bagian dari komplotan penyerangnya sendiri.

Kasus ini sepertinya membuka mata kita semua kalau ancaman siber itu nggak selamanya datang dari peretas anonim yang tinggal di basement jauh di luar negeri. Ternyata, orang-orang dengan sertifikasi keamanan siber yang prestisius pun bisa tergiur sama uang haram hasil pemerasan siber. Rasanya mengerikan banget kalau profesional yang kita bayar buat mencegah kejahatan malah jadi otak di balik serangan itu sendiri. Kedepannya, setiap perusahaan memang nggak boleh cuma fokus sama benteng pertahanan luar saja, tapi juga harus super ketat dalam memantau perilaku orang dalam atau insider threat. Audit akses secara berkala dan penerapan prinsip least privilege itu harga mati kalau nggak mau kejadian serupa terulang lagi. Segitunya dampak yang dihasilkan dari pengkhianatan kepercayaan profesional ini sampai bikin kerugian jutaan dolar.

Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca ulasan ini sampai selesai, rekan-rekanita. Semoga informasi ini bisa jadi bahan diskusi yang menarik buat kalian dalam memandang keamanan data di era sekarang. Mari kita lebih waspada dan nggak mudah percaya begitu saja, ya, rekan-rekanita!

Recent Posts

  • Apa itu Zoom Stealer? Ini Definisi dan Bahaya Tersembunyi di Balik Ekstensi Browser Kalian
  • Apa itu Skandal BlackCat Ransomware?
  • Grain DataLoader Python Library Explained for Beginners
  • Controlling Ansible with AI: The New MCP Server Explained for Beginners
  • Is Your Headset Safe? The Scary Truth Bluetooth Vulnerability WhisperPair
  • Dockhand Explained, Manage Docker Containers for Beginners
  • Claude Co-Work Explained: How AI Can Control Your Computer to Finish Tasks
  • Apa itu ToneShell? Backdoor atau Malware Biasa?
  • Apa itu Parrot OS 7? Ini Review dan Update Terbesarnya
  • NVIDIA Rubin Explained: The 6-Chip Supercomputer That Changes Everything
  • What is OpenEverest? The Future of Database Management on Kubernetes
  • T3g: Code is Cheap Now, Software Isn’t
  • Is the New $130 Raspberry Pi AI Hat+ 2 Worth Your Allowance? A Detailed Review
  • Create AI Voices on Your CPU: Pocket TTS Explained for Beginners
  • Building Your First Server: Windows Server Setup and Active Directory
  • OpenNebula VM High Availability Explained
  • Koffan: Self-Hosted App for Shopping List
  • CSIRT Tips for Incident Response Planning
  • Build Your Own Offline-Ready Cloud Storage with Phylum and TrueNAS
  • How to Run Hugging Face Checkpoints on JAX or PyTorch with Keras Hub
  • RTX 5060 vs. Used 4060 Ti: Is the New Budget King Worth the Extra $50?
  • Building a Windows Home Lab in 2026? Follow this Step
  • Clipper Malware? Ini Pengertian dan Bahaya yang Mengintai Kalian
  • Kronologi Serangan Gentlemen Ransomware di Oltenia Energy
  • What is DeepSeek’s Engram?
  • Apa itu WhatsApp Aero? Aman atau Tidak + Cara Downloadnya
  • Inilah Kenapa Paket JNE Muncul Status Nobody At Home dan Cara Mengatasinya Biar Nggak Panik!
  • Gagal Aktivasi BSI Mobile? Inilah Arti Pesan Error 53 Saving Account Not Registered dan Solusinya
  • Cara Cuan dari Hobi Baca Novel/Komik Online
  • Hp Vivo Kalian Muncul Notif Data Spasial Sistem Rusak? Begini Trik Mengatasinya Sampai Tuntas!
  • Perbedaan GPU vs TPU, Mana yang Terbaik
  • Tutorial Langfuse: Pantau & Optimasi Aplikasi LLM
  • Begini Teknik KV Caching dan Hemat Memori GPU saat Menjalankan LLM
  • Apa itu State Space Models (SSM) dalam AI?
  • Begini Cara Mencegah Output Agen AI Melenceng Menggunakan Task Guardrails di CrewAI
  • Apa itu Zoom Stealer? Ini Definisi dan Bahaya Tersembunyi di Balik Ekstensi Browser Kalian
  • Apa itu Skandal BlackCat Ransomware?
  • Apa itu ToneShell? Backdoor atau Malware Biasa?
  • Apa itu Parrot OS 7? Ini Review dan Update Terbesarnya
  • Clipper Malware? Ini Pengertian dan Bahaya yang Mengintai Kalian
©2026 Tutorial emka | Design: Newspaperly WordPress Theme