Skip to content
Tutorial emka
Menu
  • Home
  • Debian Linux
  • Ubuntu Linux
  • Red Hat Linux
Menu
european space agency hacked

Ini Kronologi Hacking ESA (European Space Agency) 2025

Posted on January 20, 2026

ESA atau European Space Agency adalah sebuah organisasi antarpemerintah yang mengoordinasikan aktivitas luar angkasa dari 23 negara anggota. Belakangan ini, mereka sedang jadi sorotan karena insiden peretasan yang menyerang server eksternal mereka. Kejadian ini melibatkan pencurian data yang dibilangnya sih bersifat “unclassified” atau tidak rahasia negara.

Organisasi yang bermarkas di Paris ini sebenarnya sudah berdiri sekitar 50 tahun yang lalu. Skalanya nggak main-main karena mereka punya staf sekitar 3.000 orang dengan anggaran yang menyentuh angka €7,68 miliar atau sekitar 130 triliun rupiah lebih untuk tahun 2025. Nah, baru-baru ini pihak agensi antariksa ini memberikan pernyataan resmi kalau mereka memang kena bobol. Hal ini dikonfirmasi setelah ada aktor ancaman di forum peretasan ternama, BreachForums, yang pamer kalau mereka sudah berhasil masuk ke server-server milik ESA.

Pelakunya kayaknya nggak cuma sekadar gertak sambal saja, soalnya mereka sampai membocorkan beberapa tangkapan layar sebagai bukti otentik kalau mereka punya akses ke server JIRA dan Bitbucket milik ESA selama seminggu penuh. Pihak ESA sendiri mengakui kalau mereka sadar ada masalah keamanan siber yang melibatkan server di luar jaringan korporat mereka. Sekarang sih mereka lagi sibuk melakukan analisis keamanan forensik buat melihat seberapa parah kerusakannya dan sudah mulai mengamankan perangkat-perangkat yang kira-kira terdampak itu.

Kalau kita ulik lebih dalam secara teknis, data yang dimaling ini nggak sedikit, lho. Si peretas mengklaim sudah mencuri lebih dari 200GB data setelah mereka berhasil menembus sistem dan repositori Bitbucket privat milik European Space Agency. Kira-kiranya isinya itu mencakup hal-hal yang sangat teknis banget kayak kode sumber (source code), jalur CI/CD pipelines, token API, sampai access tokens. Nggak cuma itu, dokumen rahasia, file konfigurasi, file Terraform untuk manajemen infrastruktur, file SQL, hingga kredensial yang tertulis langsung di kode (hardcoded credentials) juga kabarnya ikut kesikat. Begitunya bahaya kalau data-data teknis kayak gini jatuh ke tangan yang salah, karena bisa dipakai buat eksploitasi lebih lanjut di masa depan.

ESA mengklaim kalau analisis sementara menunjukkan cuma sejumlah kecil server eksternal yang terkena dampak. Server-server ini biasanya dipakai buat mendukung aktivitas rekayasa kolaboratif unclassified di lingkungan komunitas ilmiah. Walaupun kesannya nggak terlalu gawat karena bukan data militer atau rahasia negara yang sangat sensitif, tapi kehilangan akses token dan source code itu rasanya tetep aja bikin pusing tim IT mereka. Sejauh ini, ESA sudah memberi tahu semua pemangku kepentingan yang relevan soal kebocoran ini dan janji bakal terus kasih pembaruan kalau ada info baru.

Lucunya, atau mungkin apesnya, ini bukan kali pertama ESA kena serangan siber dalam beberapa tahun terakhir. Setahun yang lalu, persis sebelum Natal, toko online resmi mereka juga pernah diretas. Waktu itu ada kode JavaScript jahat yang disisipkan buat mencuri informasi pelanggan dan data kartu pembayaran pas mereka lagi checkout. Sepertinya sebegitu menariknya ya aset digital milik lembaga antariksa ini sampai diincar terus-menerus oleh para hacker.

Melihat rentetan kejadian ini, rasanya kita harus makin sadar kalau organisasi kelas dunia dengan anggaran triliunan pun nggak bakal pernah benar-benar aman dari serangan siber kalau ada celah sedikit saja di server eksternal mereka. Buat kalian yang mungkin bekerja di bidang IT atau sering pakai alat kolaborasi kayak JIRA dan Bitbucket, insiden ini jadi pengingat keras supaya nggak naruh kredensial sembarangan di dalam kode. Begitunya penting untuk selalu melakukan audit rutin pada token akses dan file konfigurasi infrastruktur kalian. Jangan sampai nunggu kejadian serupa menimpa baru sibuk beresin sana-sini. Sepertinya langkah terbaik sekarang adalah memperkuat autentikasi berlapis dan memastikan server bayangan atau server eksternal punya standar keamanan yang sama ketatnya dengan jaringan utama. Terimakasih sudah menyimak ulasan ini sampai selesai, rekan-rekanita semua.

Recent Posts

  • How to build a high-performance private photo cloud with Immich and TrueNAS SCALE
  • How to Build an Endgame Local AI Agent Setup Using an 8-Node NVIDIA Cluster with 1TB Memory
  • How to Master Windows Event Logs to Level Up Your Cybersecurity Investigations and SOC Career
  • How to Build Ultra-Resilient Databases with Amazon Aurora Global Database and RDS Proxy for Maximum Uptime and Performance
  • How to Build Real-Time Personalization Systems Using AWS Agentic AI to Make Every User Feel Special
  • How to Transform Your Windows 11 Interface into a Sleek and Modern Aesthetic Masterpiece
  • How to Understand Google’s New TPU 8 Series for Massive AI Training and Inference
  • How to Level Up Your PC Gaming Experience with the New Valve Steam Controller and Its Advanced Features
  • Is it Time to Replace Nano? Discover Fresh, the Terminal Text Editor You Actually Want to Use
  • How to Design a Services Like Google Ads
  • How to Fix 0x800ccc0b Outlook Error: Step-by-Step Guide for Beginners
  • How to Fix NVIDIA App Error on Windows 11: Simple Guide
  • How to Fix Excel Formula Errors: Quick Fixes for #NAME
  • How to Clear Copilot Memory in Windows 11 Step by Step
  • How to Show Battery Percentage on Windows 11
  • How to Fix VMSp Service Failed to Start on Windows 10/11
  • How to Fix Taskbar Icon Order in Windows 11/10
  • How to Disable Personalized Ads in Copilot on Windows 11
  • What is the Microsoft Teams Error “We Couldn’t Connect the Call” Error?
  • Why Does the VirtualBox System Service Terminate Unexpectedly? Here is the Full Definition
  • Why is Your Laptop Touchpad Overheating? Here are the Causes and Fixes
  • How to Disable All AI Features in Chrome Using Windows 11 Registry
  • How to Avoid Problematic Windows Updates: A Guide to System Stability
  • What is Microsoft Visual C++ Redistributable and How to Fix Common Errors?
  • What is the 99% Deletion Bug? Understanding and Fixing Windows 11 File Errors
  • Inilah Jadwal Pelaksanaan SPMB SD Jakarta 2026
  • Tanggal Penerbitan KK & SKD untuk Pendaftaran SPMB 2026 Dimana?
  • Inilah Lima HP Xiaomi Rp1 Jutaan Sudah Punya NFC
  • Apa itu Jabatan Panitera Muda Mahkamah Agung, Berapa Gaji & Tunjangannya 2026?
  • Inilah Kenapa Bisa Ada Sensasi Mencekam di Bangunan Tua
  • How to Automate Your Entire SEO Strategy Using a Swarm of 100 Free AI Agents Working in Parallel
  • How to create professional presentations easily using NotebookLM’s AI power for school projects and beyond
  • How to Master SEO Automation with Google Gemini 3.1 Flash-Lite in Google AI Studio
  • How to create viral AI video ads and complete brand assets using the Claude and Higgsfield MCP integration
  • How to Transform Your Mac Into a Supercharged AI Assistant with Perplexity Personal Computer
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
©2026 Tutorial emka | Design: Newspaperly WordPress Theme