Skip to content
Tutorial emka
Menu
  • Home
  • Debian Linux
  • Ubuntu Linux
  • Red Hat Linux
Menu

Apa itu ToneShell? Backdoor atau Malware Biasa?

Posted on January 17, 2026

ToneShell itu sebenarnya adalah sebuah program jahat atau malware jenis backdoor yang cukup berbahaya karena sifatnya yang sangat tertutup. Program jahat ini biasanya digunakan oleh kelompok peretas untuk menyusup ke sistem organisasi besar, kayak instansi pemerintah, guna mencuri data atau memata-matai aktivitas di dalam jaringan tersebut tanpa terdeteksi sama sekali.

Belakangan ini, ada temuan baru soal varian ToneShell yang makin canggih. Malware ini sering banget dikaitkan sama kelompok peretas bernama Mustang Panda, yang juga dikenal dengan nama HoneyMyte atau Bronze President. Mereka ini biasanya mengincar badan pemerintah, LSM, hingga lembaga pemikir di seluruh dunia. Kayaknya, serangan terbaru mereka di awal tahun 2025 ini mulai menyasar organisasi pemerintah di kawasan Asia, seperti Myanmar dan Thailand. Yang bikin ngeri, varian baru ini dikirim lewat loader mode kernel, yang artinya dia beroperasi di level terdalam sistem operasi kalian, sehingga susah banget dideteksi sama antivirus biasa.

Varian terbaru ini menggunakan driver mini-filter bernama ProjectConfiguration.sys. Driver ini ternyata pakai sertifikat digital yang dicuri dari perusahaan teknologi di Tiongkok buat nipu sistem keamanan Windows. Sebegitu niatnya mereka, sampai-sampai backdoor ini bisa memanipulasi cara Windows menangani file. Buat kalian yang pengen tahu lebih detail gimana cara kerja teknisnya, kira-kiranya begini langkah-langkah yang dilakukan sama malware ini:

  1. Pemuatan Shellcode ke Memori: Driver ProjectConfiguration.sys ini menyimpan dua kode perintah (shellcode) di dalam bagian datanya. Begitu driver jalan, kode ini bakal disuntikkan ke proses yang lagi berjalan di komputer kalian sebagai thread terpisah.
  2. Penyembunyian Jejak API: Biar nggak ketahuan saat dianalisis, driver ini nggak langsung manggil fungsi Windows secara terang-terangan. Dia bakal nyari fungsi yang dibutuhin lewat teknik hashing saat sistem lagi jalan. Rasanya emang dibuat serumit mungkin biar analis keamanan pusing.
  3. Memblokir Penghapusan File: Karena dia terdaftar sebagai mini-filter driver, dia punya kuasa buat ngintip perintah hapus atau ganti nama file. Kalau ada perintah buat ngehapus dirinya sendiri, driver ini bakal langsung nolak perintah itu. Jadi, file jahatnya nggak bakal bisa dihapus gitu aja.
  4. Melindungi Kunci Registry: Malware ini juga ngedaftarin callback khusus buat jagain kunci registri miliknya. Kalau ada aplikasi lain yang mau buka atau ubah settingan dia, aksesnya bakal langsung ditolak mentah-mentah.
  5. Menonaktifkan Microsoft Defender: Ini yang paling nakal. Rootkit ini bakal ngerubah konfigurasi driver WdFilter milik Microsoft Defender supaya nggak dimuat ke dalam sistem. Alhasil, benteng pertahanan utama komputer kalian jadi lumpuh total.
  6. Komunikasi Jarak Jauh: Setelah sistem berhasil dikuasai, peretas bisa ngirim perintah lewat kode-kode tertentu. Beberapa perintah yang didukung kayaknya meliputi:
    • 0x1: Buat file sementara buat nampung data masuk.
    • 0x2 / 0x3: Ngunduh file dari komputer korban.
    • 0x7: Buka jalur komunikasi jarak jauh (remote shell).
    • 0xA / 0xB: Unggah file ke komputer korban.
    • 0xD: Mutusin koneksi kalau udah selesai.

Sepertinya perkembangan taktik dari Mustang Panda ini menunjukkan kalau ancaman siber itu nggak pernah diam di tempat. Mereka terus berevolusi jadi lebih licin dan makin susah buat dilacak. Buat kalian yang mengelola sistem di organisasi penting, rasanya melakukan audit forensik pada memori komputer itu udah jadi harga mati, soalnya backdoor kayak ToneShell ini pinter banget sembunyi dari pemantauan biasa. Jangan sampai kita baru sadar pas data-data penting sudah melayang ke tangan yang salah. Tetap waspada dan pastikan sistem keamanan kalian selalu diperbarui supaya nggak gampang ditembus sama teknik-teknik canggih kayak begitunya. Terimakasih sudah menyimak ulasan teknis ini sampai habis ya, rekan-rekanita.

Recent Posts

  • Ubuntu 26.04 New Modular Firmware System: Faster Updates and Reduced System Bloat
  • Ghostty Linux Scrollbars Finally Here: What You Need to Know
  • Why Windows 11 Canary Channel Split into Two Builds? Explained!
  • What is Claude Cowork? And How Claude Cowork Uses Agentic AI
  • PocketBlue and Red Hat Bring Fedora Atomic Linux to Mobile Devices
  • Mozilla Ends Firefox Support for Windows 7, 8, and 8.1: What You Need to Know
  • Cosmic Desktop 1.0.7 Enhances Workspace Management: What’s New?
  • KDE Plasma 6.6 Released: What’s New and How to Upgrade?
  • Nginx Proxy Manager 2.14 Removes ARMv7 Support: What Users Need to Know
  •  KDE Plasma 6.6: A Complete Guide to the Latest Linux Desktop Features
  • Ubuntu 26.04 Resolute: Features, Release Date, and Everything You Need to Know
  • How to Fix Steam File Validation Error: Easy Steps for Beginners
  • 5 Essential PC Maintenance Tips to Keep Your Computer Fast and Healthy
  • What is Logseq? Forget Standard Notes App, Use this to Boosts Real Productivity
  • LibreOffice 25.8.5 Released with 62 Bug Fixes: What’s New?
  • Oracle’s New Plan for MySQL Community Engagement Explained
  • PipeWire 1.6 Brings LDAC Support and 128-Channel Audio: What’s New?
  • How to Fix Roblox Error: Create Support Files to Solve the Problem
  • Why Segmenting Your Home Network with VLANs Is the Upgrade You Didn’t Know You Needed
  • Proxmox 2026 Has The Best Backup and Recovery Feature
  • How to Calibrate Temperature and Humidity Sensors for Maximum Accuracy
  • Top Open-Source Alternatives to Adobe Creative Cloud for Design and Editing in 2026
  • TinyMediaManager: A Plugin to Organize and Manage Jellyfin Media Library
  • How to Fix Disappearing Chart Labels in Excel: A Step-by-Step Guide
  • How to Fix the Subscript Out of Range Error in Microsoft Excel
  • Beda BRIVA dan Rekening? Ini Penjelasannya!
  • Pahami Perbedaan Kode SIEX, SIPX, dan SISX dengan Mudah!
  • Arti SPT Sebelumnya Tidak Ada dari BPS yang Perlu Kalian Pahami
  • Kode Error 205 di BCA Mobile: Penyebab dan Solusi Lengkap
  • Solusi Cepat Saat Voucher Axis Tidak Bisa Diproses
  • Prompt AI Menyusun Script Pola Suara Karakter agar Brand Jadi Ikonik
  • Prompt AI untuk Merancang Karakter Brand yang Ikonik
  • Prompt AI Audit Konten Sesuai Karakter Brand
  • Prompt AI Merubah Postingan LinkedIn Jadi Ladang Diskusi dengan ChatGPT
  • Prompt AI: Paksa Algoritma LinkedIn Promosikan Konten Kalian
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
©2026 Tutorial emka | Design: Newspaperly WordPress Theme