Skip to content
Tutorial emka
Menu
  • Home
  • Debian Linux
  • Ubuntu Linux
  • Red Hat Linux
Menu
parrot OS 7 with ai hacking

Apa itu Parrot OS 7? Ini Review dan Update Terbesarnya

Posted on January 17, 2026

Parrot OS 7 adalah versi terbaru dari sistem operasi berbasis Linux yang dirancang khusus untuk keperluan keamanan siber, penetrasi sistem, dan privasi digital. Dengan kode nama “Eco”, sistem operasi ini merupakan lompatan besar karena membawa perubahan fondasi yang sangat signifikan dibandingkan versi sebelumnya, terutama dalam hal performa dan teknologi kecerdasan buatan.

Parrot OS 7 kali ini nggak main-main karena mereka memutuskan untuk pindah basis ke Debian 13 “Trixie”. Perubahan fondasi ini artinya semua “jeroan” sistemnya ikut berubah, mulai dari pustaka C (glibc), compiler, sampai versi Python yang digunakan. Sekarang, Parrot OS 7 pakai Python 3.13 dan kernel Linux 6.12 LTS. Kernel terbaru ini punya fitur unik kayak tampilan QR Code kalau sistem lagi crash (kernel panic), jadi kalian tinggal scan pakai HP buat cari tahu rusaknya di mana. Kayaknya ini fitur yang bakal berguna banget buat para pengembang.

Satu hal yang paling kelihatan bedanya adalah lingkungan desktopnya. Kalau biasanya Parrot identik dengan desktop MATE yang ringan, di versi 7 ini mereka beralih total ke KDE Plasma 6. Visualnya sekarang terasa lebih “anak hacker” banget dengan gradasi warna neon yang kontras di atas latar belakang hitam pekat. Meskipun KDE Plasma biasanya dianggap lebih berat dibanding MATE, tim pengembang Parrot sudah melakukan optimasi sebegitu rupa supaya tetap terasa ringan dan kencang lewat sentuhan kustomisasi pada stack QT6 mereka.

Parrot-OS-7_-Sistem-Operasi-Keamanan-Siber-Terbaru

Selain itu, Parrot OS 7 memperkenalkan sesuatu yang belum pernah ada di distro keamanan manapun: kategori alat AI khusus. Di dalamnya ada alat bernama Hex Strike AI. Cara kerjanya kayak asisten pintar yang menghubungkan model bahasa besar (seperti GPT atau Claude) dengan lebih dari 150 alat keamanan. Jadi, kalian tinggal kasih instruksi pakai bahasa manusia biasa, dan AI ini yang bakal mikir alat mana yang paling cocok buat dijalankan. Tapi ya ingat, alat kayak gini harusnya dipakai buat riset etis saja, karena kekuatannya bisa disalahgunakan kalau jatuh ke tangan yang nggak bertanggung jawab.

Sistem filenya sekarang secara default pakai BTRFS dengan struktur sub-volume. Ini kayak punya “tombol undo” buat sistem kalian. Kalau kalian instal alat baru terus tiba-tiba sistemnya jadi berantakan, kalian bisa dengan gampang melakukan rollback ke kondisi sebelumnya. Ditambah lagi, sekarang direktori /tmp dipasang langsung di RAM (tmpfs), jadi proses ekstrak file atau instalasi aplikasi bakal terasa jauh lebih ngebut karena nggak terhambat kecepatan SSD atau harddisk.

Kalau kalian tertarik buat mencoba, ini adalah langkah-langkah instalasi yang disarankan:

  1. Pilih Jalur Instalasi
    Tentukan mau pakai Virtual Machine (VM) kalau cuma mau belajar, atau Bare Metal (instal langsung di laptop) buat performa maksimal. Kalau kalian pakai MacBook M1/M2/M3, Parrot 7 sekarang sudah punya dukungan resmi buat UTM.
  2. Pilih Edisi yang Tepat
    Gunakan Home Edition kalau kalian cuma mau pakai buat harian atau ngoding. Tapi kalau tujuan kalian adalah buat belajar hacking, ambil yang Security Edition karena alat-alatnya sudah lengkap banget.
  3. Download dan Verifikasi ISO
    Pastikan download dari mirror resmi. Jangan lupa verifikasi checksum-nya supaya kalian yakin file yang didownload nggak rusak atau disisipi program jahat.
  4. Buat Media Instalasi
    Gunakan alat kayak BalenaEtcher atau Rosa Image Writer buat bikin Live USB. Pastikan USB kalian minimal 8GB atau lebih.
  5. Atur BIOS/UEFI
    Sebelum booting, pastikan Secure Boot dan CSM di laptop kalian sudah dimatikan, soalnya kalau nggak, biasanya instalasinya bakal gagal atau nggak mau masuk ke sistem.
  6. Proses Instalasi dengan Calamares
    Jalankan installer di mode Live. Kalian bisa pilih partisi otomatis. Karena default-nya pakai BTRFS, sistem bakal otomatis bikin struktur yang aman buat data kalian.
  7. Update Sistem Pertama Kali
    Setelah beres instal dan masuk ke desktop, jangan lupa buka terminal dan ketik sudo parrot-upgrade buat memastikan semua alat di dalamnya sudah versi paling baru.

Rasanya memang Parrot OS 7 ini membawa angin segar banget di dunia Linux security. Perubahan ke Wayland sebagai protokol display default juga bikin sistem ini jauh lebih aman secara desain, karena aplikasi nggak bisa seenaknya mengintip apa yang diketik di aplikasi lain. Ini adalah standar keamanan yang memang sudah seharusnya ada di tahun 2026.

Melihat semua fitur baru ini, sepertinya Parrot OS 7 nggak cuma sekadar sistem operasi buat gaya-gayaan jadi hacker, tapi beneran platform kerja yang solid buat profesional. Rekomendasi saya sih, kalau kalian emang serius mau mendalami keamanan siber, versi Eco ini wajib banget dicoba. Tapi ya itu tadi, jangan dipakai buat hal-hal ilegal karena alat di dalamnya cukup berbahaya. Gunakan buat belajar dan riset yang bermanfaat saja ya. Kira-kiranya begitulah gambaran besar dari update raksasa kali ini. Terimakasih sudah menyimak ulasan ini sampai habis, rekan-rekanita.

Recent Posts

  • Apa itu Zoom Stealer? Ini Definisi dan Bahaya Tersembunyi di Balik Ekstensi Browser Kalian
  • Apa itu Skandal BlackCat Ransomware?
  • Grain DataLoader Python Library Explained for Beginners
  • Controlling Ansible with AI: The New MCP Server Explained for Beginners
  • Is Your Headset Safe? The Scary Truth Bluetooth Vulnerability WhisperPair
  • Dockhand Explained, Manage Docker Containers for Beginners
  • Claude Co-Work Explained: How AI Can Control Your Computer to Finish Tasks
  • Apa itu ToneShell? Backdoor atau Malware Biasa?
  • Apa itu Parrot OS 7? Ini Review dan Update Terbesarnya
  • NVIDIA Rubin Explained: The 6-Chip Supercomputer That Changes Everything
  • What is OpenEverest? The Future of Database Management on Kubernetes
  • T3g: Code is Cheap Now, Software Isn’t
  • Is the New $130 Raspberry Pi AI Hat+ 2 Worth Your Allowance? A Detailed Review
  • Create AI Voices on Your CPU: Pocket TTS Explained for Beginners
  • Building Your First Server: Windows Server Setup and Active Directory
  • OpenNebula VM High Availability Explained
  • Koffan: Self-Hosted App for Shopping List
  • CSIRT Tips for Incident Response Planning
  • Build Your Own Offline-Ready Cloud Storage with Phylum and TrueNAS
  • How to Run Hugging Face Checkpoints on JAX or PyTorch with Keras Hub
  • RTX 5060 vs. Used 4060 Ti: Is the New Budget King Worth the Extra $50?
  • Building a Windows Home Lab in 2026? Follow this Step
  • Clipper Malware? Ini Pengertian dan Bahaya yang Mengintai Kalian
  • Kronologi Serangan Gentlemen Ransomware di Oltenia Energy
  • What is DeepSeek’s Engram?
  • Apa itu WhatsApp Aero? Aman atau Tidak + Cara Downloadnya
  • Inilah Kenapa Paket JNE Muncul Status Nobody At Home dan Cara Mengatasinya Biar Nggak Panik!
  • Gagal Aktivasi BSI Mobile? Inilah Arti Pesan Error 53 Saving Account Not Registered dan Solusinya
  • Cara Cuan dari Hobi Baca Novel/Komik Online
  • Hp Vivo Kalian Muncul Notif Data Spasial Sistem Rusak? Begini Trik Mengatasinya Sampai Tuntas!
  • Perbedaan GPU vs TPU, Mana yang Terbaik
  • Tutorial Langfuse: Pantau & Optimasi Aplikasi LLM
  • Begini Teknik KV Caching dan Hemat Memori GPU saat Menjalankan LLM
  • Apa itu State Space Models (SSM) dalam AI?
  • Begini Cara Mencegah Output Agen AI Melenceng Menggunakan Task Guardrails di CrewAI
  • Apa itu Zoom Stealer? Ini Definisi dan Bahaya Tersembunyi di Balik Ekstensi Browser Kalian
  • Apa itu Skandal BlackCat Ransomware?
  • Apa itu ToneShell? Backdoor atau Malware Biasa?
  • Apa itu Parrot OS 7? Ini Review dan Update Terbesarnya
  • Clipper Malware? Ini Pengertian dan Bahaya yang Mengintai Kalian
©2026 Tutorial emka | Design: Newspaperly WordPress Theme