Skip to content
Tutorial emka
Menu
  • Home
  • Debian Linux
  • Ubuntu Linux
  • Red Hat Linux
Menu
zoom stealer malware

Apa itu Zoom Stealer? Ini Definisi dan Bahaya Tersembunyi di Balik Ekstensi Browser Kalian

Posted on January 19, 2026

Zoom Stealer adalah sebuah kampanye serangan siber berbahaya yang memanfaatkan celah pada ekstensi browser untuk mencuri data-data sensitif dari platform pertemuan daring. Secara umum, Zoom Stealer merupakan malware yang menyamar sebagai alat bantu produktivitas guna memata-matai aktivitas rapat, mencuri identitas peserta, hingga mengambil kata sandi yang tersimpan dalam tautan undangan pertemuan kalian.

Kalau kita bicara teknisnya, Zoom Stealer ini sebenarnya bagian dari operasi besar yang dijalankan oleh kelompok bernama DarkSpectre. Bayangkan saja, ada sekitar 18 ekstensi di browser Chrome, Firefox, dan Microsoft Edge yang terdeteksi sudah disusupi. Kampanye ini nggak main-main karena sudah berdampak pada lebih dari 2,2 juta pengguna di seluruh dunia. Skemanya begini, mereka menyisipkan kode jahat ke dalam ekstensi yang kelihatannya berguna, kayak “Chrome Audio Capture” atau “Twitter X Video Downloader”. Padahal, di balik layar, ekstensi itu sedang sibuk memanen data kalian tanpa izin.

Cara kerjanya tergolong sangat rapi dan mungkin nggak kalian sadari sama sekali. Begitu kalian memasang ekstensi tersebut, mereka bakal minta izin akses ke sekitar 28 platform video conference populer, mulai dari Zoom, Microsoft Teams, Google Meet, sampai Cisco WebEx. Data yang mereka ambil itu detail banget, lho. Mulai dari URL rapat, ID pertemuan, bahkan kata sandi yang biasanya otomatis tertanam di link undangan. Nggak cuma itu, mereka juga mengambil nama pembicara, profil foto, jabatan, hingga logo perusahaan yang muncul saat kalian sedang melakukan registrasi webinar atau saat kalian baru mau masuk ke ruang rapat.

Data-data yang sudah dicuri tadi sepertinya nggak cuma disimpan begitu saja. Para pelaku menggunakan koneksi WebSocket untuk mengirimkan data tersebut secara real-time ke server mereka. Aktivitas pengiriman data ini biasanya terpicu otomatis pas kalian lagi buka halaman registrasi atau pas lagi navigasi di platform rapat tersebut. Rasanya sebegitu mudahnya mereka memantau gerak-gerik digital kita. Kabarnya, data ini bisa dijual ke kompetitor atau dipakai buat serangan social engineering yang lebih canggih, seperti penyamaran identitas untuk masuk ke rapat rahasia perusahaan.

Satu hal yang bikin ngeri adalah taktik “sleeper” yang mereka gunakan. Jadi, ada puluhan ekstensi yang awalnya terlihat normal dan berfungsi sebagaimana mestinya selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Hal ini dilakukan supaya mereka bisa membangun basis pengguna yang besar dulu. Nah, setelah penggunanya sudah banyak, baru deh mereka merilis update yang isinya kode jahat. Begitunya cara mereka menghindari deteksi awal dari pihak keamanan browser seperti Google atau Firefox.

Untuk melindungi diri dari ancaman kayak begini, kalian bisa mengikuti beberapa langkah sederhana namun krusial berikut ini:

  1. Audit Ekstensi Browser Secara Berkala
    Coba cek lagi daftar ekstensi yang terpasang di browser kalian. Kalau ada yang sudah lama nggak dipakai atau fungsinya nggak terlalu penting, lebih baik langsung dihapus saja daripada jadi risiko di kemudian hari.
  2. Periksa Izin Akses (Permissions)
    Setiap kali mau instal ekstensi, perhatikan apa saja yang mereka minta. Kalau aplikasi penyimpan video minta izin buat baca data di Zoom atau Teams, itu sudah tanda-tanda mencurigakan dan nggak masuk akal.
  3. Gunakan Ekstensi dari Pengembang Terpercaya
    Jangan asal instal cuma karena ratingnya tinggi. Kadang rating bisa dimanipulasi. Pastikan pengembangnya punya reputasi yang jelas dan ulasan yang memang terlihat organik dari pengguna asli.
  4. Update Browser ke Versi Terbaru
    Walaupun serangan ini lewat ekstensi, pihak browser biasanya rajin merilis patch keamanan untuk menutup celah komunikasi yang sering dipakai malware kayak Zoom Stealer ini buat kirim data ke luar.

Fenomena Zoom Stealer ini menyadarkan kita bahwa ancaman digital nggak selalu datang dari situs web yang tampilannya aneh atau mencurigakan. Sesuatu yang kita anggap membantu produktivitas harian pun bisa jadi bumerang kalau kita nggak waspada sama sekali. Keamanan data dalam rapat kerja atau obrolan pribadi itu krusial banget, apalagi di era kerja remote kayak sekarang. Tetaplah skeptis terhadap setiap aplikasi tambahan yang meminta akses berlebihan ke ruang privasi digital kalian.

Terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk memahami bahaya ini, rekan-rekanita. Mari kita lebih bijak lagi dalam memilih tools digital agar privasi tetap terjaga dengan aman.

Leave a Reply Cancel reply

You must be logged in to post a comment.

Recent Posts

  • Apa itu Zoom Stealer? Ini Definisi dan Bahaya Tersembunyi di Balik Ekstensi Browser Kalian
  • Apa itu Skandal BlackCat Ransomware?
  • Grain DataLoader Python Library Explained for Beginners
  • Controlling Ansible with AI: The New MCP Server Explained for Beginners
  • Is Your Headset Safe? The Scary Truth Bluetooth Vulnerability WhisperPair
  • Dockhand Explained, Manage Docker Containers for Beginners
  • Claude Co-Work Explained: How AI Can Control Your Computer to Finish Tasks
  • Apa itu ToneShell? Backdoor atau Malware Biasa?
  • Apa itu Parrot OS 7? Ini Review dan Update Terbesarnya
  • NVIDIA Rubin Explained: The 6-Chip Supercomputer That Changes Everything
  • What is OpenEverest? The Future of Database Management on Kubernetes
  • T3g: Code is Cheap Now, Software Isn’t
  • Is the New $130 Raspberry Pi AI Hat+ 2 Worth Your Allowance? A Detailed Review
  • Create AI Voices on Your CPU: Pocket TTS Explained for Beginners
  • Building Your First Server: Windows Server Setup and Active Directory
  • OpenNebula VM High Availability Explained
  • Koffan: Self-Hosted App for Shopping List
  • CSIRT Tips for Incident Response Planning
  • Build Your Own Offline-Ready Cloud Storage with Phylum and TrueNAS
  • How to Run Hugging Face Checkpoints on JAX or PyTorch with Keras Hub
  • RTX 5060 vs. Used 4060 Ti: Is the New Budget King Worth the Extra $50?
  • Building a Windows Home Lab in 2026? Follow this Step
  • Clipper Malware? Ini Pengertian dan Bahaya yang Mengintai Kalian
  • Kronologi Serangan Gentlemen Ransomware di Oltenia Energy
  • What is DeepSeek’s Engram?
  • Apa itu WhatsApp Aero? Aman atau Tidak + Cara Downloadnya
  • Inilah Kenapa Paket JNE Muncul Status Nobody At Home dan Cara Mengatasinya Biar Nggak Panik!
  • Gagal Aktivasi BSI Mobile? Inilah Arti Pesan Error 53 Saving Account Not Registered dan Solusinya
  • Cara Cuan dari Hobi Baca Novel/Komik Online
  • Hp Vivo Kalian Muncul Notif Data Spasial Sistem Rusak? Begini Trik Mengatasinya Sampai Tuntas!
  • Perbedaan GPU vs TPU, Mana yang Terbaik
  • Tutorial Langfuse: Pantau & Optimasi Aplikasi LLM
  • Begini Teknik KV Caching dan Hemat Memori GPU saat Menjalankan LLM
  • Apa itu State Space Models (SSM) dalam AI?
  • Begini Cara Mencegah Output Agen AI Melenceng Menggunakan Task Guardrails di CrewAI
  • Apa itu Zoom Stealer? Ini Definisi dan Bahaya Tersembunyi di Balik Ekstensi Browser Kalian
  • Apa itu Skandal BlackCat Ransomware?
  • Apa itu ToneShell? Backdoor atau Malware Biasa?
  • Apa itu Parrot OS 7? Ini Review dan Update Terbesarnya
  • Clipper Malware? Ini Pengertian dan Bahaya yang Mengintai Kalian
©2026 Tutorial emka | Design: Newspaperly WordPress Theme