Skip to content
Tutorial emka
Menu
  • Home
  • Debian Linux
  • Ubuntu Linux
  • Red Hat Linux
Menu
docker hardened images

Apa Itu Docker Hardened Images (DHI)? Ini Definisi dan Penjelasannya

Posted on December 31, 2025

Docker Hardened Images atau yang sering disingkat DHI merupakan citra basis (base images) Docker yang sudah dirancang sedemikian rupa agar jauh lebih aman, minimalis, dan siap digunakan untuk lingkungan produksi. Singkatnya, DHI adalah fondasi buat kalian yang ingin membangun aplikasi di dalam container tanpa harus pusing memikirkan celah keamanan bawaan yang biasanya ada pada image standar.

Pada dasarnya, Docker sendiri adalah platform yang memudahkan kita buat bikin, ngetes, dan sebarin aplikasi dalam lingkungan yang konsisten. Tapi, masalahnya seringkali image yang kita pakai itu terlalu “gemuk” atau punya banyak lubang keamanan. Nah, DHI ini hadir buat menutup celah tersebut. Image ini dikelola langsung sama tim Docker dan fokus banget buat ngurangin apa yang disebut sebagai attack surface atau area yang bisa diserang, sekaligus meminimalisir risiko pada rantai pasokan software (supply-chain risks) di level container. Kayaknya, ini jadi jawaban buat kalian yang selama ini was-was sama keamanan container yang dipakai.

Secara teknis, DHI punya beberapa karakteristik yang sebegitu pentingnya buat keamanan modern. Pertama, citra ini bersifat rootless, yang artinya nggak berjalan dengan hak akses tertinggi secara default, jadi kalaupun ada penyusup, mereka nggak bakal langsung bisa menguasai seluruh sistem kalian. Isinya juga sudah dipangkas habis-habisan; komponen yang nggak perlu dibuang begitu saja. DHI ini juga diklaim bebas dari kerentanan (vulnerabilities) yang sudah diketahui saat dirilis dan mendukung standar Vulnerability Exploitability eXchange (VEX) biar manajemen keamanannya jadi lebih simpel dan nggak ribet.

Kira-kiranya ada sekitar 1.000 lebih image DHI yang sekarang sudah tersedia secara gratis dan bersifat open source di bawah lisensi Apache 2.0. Ini perubahan besar, karena sebelumnya fitur ini kayaknya cuma ditujukan buat pelanggan komersial aja. Sekarang, sekitar 26 juta developer di ekosistem container bisa pakai, berbagi, dan modifikasi image ini tanpa perlu takut ada biaya lisensi yang tiba-tiba muncul di kemudian hari. Docker sepertinya pengen bikin standar industri baru di mana keamanan itu jadi hak dasar setiap pengembang, bukan cuma buat perusahaan besar yang punya budget melimpah.

Meskipun gratis, Docker nggak pelit soal fitur keamanan di DHI ini. Setiap image tetap bisa diverifikasi pakai SBOM (Software Bill of Materials) dan punya bukti otentikasi yang jelas. Mereka juga pakai standar SLSA Build Level 3, jadi asal-usul image-nya itu jelas dan bisa dipertanggungjawabkan keasliannya. Nggak bakal ada deh ceritanya kalian dapet image yang isinya disisipin malware aneh-aneh.

Namun, ada sedikit perbedaan antara versi gratis dan versi Enterprise atau berbayar. Di versi Enterprise, ada komitmen SLA (Service Level Agreement) di mana setiap ada celah keamanan baru yang ditemukan, perbaikannya dijamin bakal rilis dalam waktu maksimal 7 hari. Bahkan, tim Docker punya ambisi buat neken waktu perbaikan itu jadi cuma sehari atau kurang buat pelanggan berbayar. Kalau kalian pakai yang versi gratis, ya patch-nya tetep bakal dikasih, cuma nggak ada jaminan waktu pastinya kapan rilis. Selain itu, versi berbayar juga kasih keleluasaan buat modifikasi image lebih dalam, konfigurasi runtime, sampai instalasi tools tambahan yang mungkin kalian butuhkan.

Langkah Docker buat ngelepas DHI secara bebas ini sepertinya bakal ngerubah cara kita ngelihat keamanan container. Mengingat ancaman siber yang makin hari makin nggak masuk akal, punya fondasi yang kuat sejak tarikan pertama (first pull) itu sebegitu krusialnya. Rekomendasinya jelas, buat kalian yang lagi ngebangun sistem, mendingan segera cek katalog DHI dan mulai migrasiin base image kalian ke versi yang lebih aman ini. Kuranglebihnya, investasi waktu kalian buat ganti image sekarang bakal jauh lebih berharga daripada harus beresin urusan data bocor nantinya. Jadi, jangan malas buat eksplorasi standar keamanan baru ini demi ekosistem software yang lebih sehat. Terima kasih sudah menyempatkan waktu buat baca ulasan singkat ini, rekan-rekanita, semoga bermanfaat buat proyek kalian!

Sumber: https://www.docker.com/products/hardened-images/

Recent Posts

  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
  • Apa Itu ErrTraffic? Mengenal Platform ClickFix yang Bikin Website Jadi ‘Error’ Palsu
  • What is Reflex Framework? A Full-stack Python Framework
  • CloudFlare Acquired AstroJS!
  • How to Completely Remove AI Features from Windows 11 Explained
  • How to AI Fine-Tuning with a New Red Hat’s New Modular Tools
  • When to Use ChatGPT, Gemini, and Claude for Beginners
  • The Complete Roadmap to Becoming a Data Engineer: From Beginner to Pro Explained
  • Is OpenAI’s New Open Responses API: A Game Changer for Open Models?
  • The Top 5 Tech Certifications You Need for 2026 Explained
  • X.509 Certificates Explained for Beginners
  • How to Create a Local User on Windows 11: Bypass the Online Account Requirement Easily
  • Ini Kronologi Hacking ESA (European Space Agency) 2025
  • Apa itu Zoom Stealer? Ini Definisi dan Bahaya Tersembunyi di Balik Ekstensi Browser Kalian
  • Apa itu Skandal BlackCat Ransomware?
  • Grain DataLoader Python Library Explained for Beginners
  • Controlling Ansible with AI: The New MCP Server Explained for Beginners
  • Is Your Headset Safe? The Scary Truth Bluetooth Vulnerability WhisperPair
  • Dockhand Explained, Manage Docker Containers for Beginners
  • Claude Co-Work Explained: How AI Can Control Your Computer to Finish Tasks
  • Apa itu ToneShell? Backdoor atau Malware Biasa?
  • Apa itu Parrot OS 7? Ini Review dan Update Terbesarnya
  • NVIDIA Rubin Explained: The 6-Chip Supercomputer That Changes Everything
  • What is OpenEverest? The Future of Database Management on Kubernetes
  • T3g: Code is Cheap Now, Software Isn’t
  • Tertipu Saldo Palsu? Apakah Game Layer Drop Penipu?
  • Inilah Syarat Terbaru dan Cara Daftar Bansos PKH-BPNT 2026 Lewat HP!
  • Inilah Trik Hubungkan Telegram ke WaIDN Biar Saldo Ngalir Terus!
  • Caranya Mengatasi Kode Verifikasi PayPal yang Nggak Pernah Nyampe di HP
  • Inilah Cara Cek Pencairan KJP Plus Januari 2026 Biar Nggak Bingung Lagi
  • Tutorial Python Deepseek Math v2
  • Cara Menggunakan SAM3D untuk Segmentasi dan Pembuatan Model 3D dari Teks
  • Cara Membuat AI Agent Super Cerdas dengan DeepAgents dan LangGraph
  • Perbedaan GPU vs TPU, Mana yang Terbaik
  • Tutorial Langfuse: Pantau & Optimasi Aplikasi LLM
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
  • Apa Itu ErrTraffic? Mengenal Platform ClickFix yang Bikin Website Jadi ‘Error’ Palsu
  • Ini Kronologi Hacking ESA (European Space Agency) 2025
  • Apa itu Zoom Stealer? Ini Definisi dan Bahaya Tersembunyi di Balik Ekstensi Browser Kalian
  • Apa itu Skandal BlackCat Ransomware?
©2026 Tutorial emka | Design: Newspaperly WordPress Theme