Skip to content
Tutorial emka
Menu
  • Home
  • Debian Linux
  • Ubuntu Linux
  • Red Hat Linux
Menu
serangan phising oauth microsoft 365

Apa Itu Serangan Phishing OAuth di Microsoft 365? Ini Definisi dan Cara Kerjanya

Posted on December 27, 2025

Serangan phishing OAuth pada Microsoft 365 adalah sebuah teknik peretasan modern di mana penjahat siber tidak lagi sekadar mencuri kata sandi pengguna, melainkan memanipulasi protokol otorisasi terbuka (OAuth) untuk mendapatkan token akses ke akun korban. Sederhananya, ini adalah upaya penipuan yang membuat kalian secara tidak sadar memberikan izin “resmi” kepada aplikasi jahat untuk menguasai data email dan file kalian.

Mungkin kalian sudah sering mendengar istilah phishing biasa, di mana kita ditipu untuk memasukkan username dan password di halaman palsu. Nah, serangan OAuth ini beda level dan rasanya jauh lebih licik. Di sini, penyerang memanfaatkan fitur yang sebenarnya dirancang untuk kenyamanan kita: kemampuan untuk login ke aplikasi pihak ketiga menggunakan akun Microsoft (tombol “Sign in with Microsoft” itu lho). Para pelaku ini membuat aplikasi web pihak ketiga yang palsu, yang seolah-olah terlihat kayak aplikasi mitra bisnis yang sah atau alat produktivitas yang berguna. Aplikasi ini kemudian dikonfigurasi sedemikian rupa untuk meminta izin akses (permissions) yang sangat tinggi terhadap akun kalian.

Sebenarnya, sistem Microsoft 365 sudah punya mekanisme keamanan di mana pengguna harus menyetujui atau memberikan “consent” saat ada aplikasi luar yang ingin akses data. Tapi di situlah letak celahnya. Penyerang mengirimkan email pancingan yang sangat meyakinkan—seringkali meniru notifikasi sistem Microsoft atau dokumen urgent—yang mengarahkan korban untuk melakukan otentikasi. Saat korban mengklik, mereka memang dibawa ke halaman login Microsoft yang asli (bukan palsu!), jadi URL-nya terlihat aman. Namun, setelah login, muncul kotak dialog permintaan izin dari aplikasi jahat tersebut. Karena tampilannya resmi dari Microsoft, banyak pengguna yang nggak curiga dan langsung klik “Accept” atau “Allow”. Begitu diklik, penyerang langsung dapat token akses.

Bahayanya, dengan token akses ini, penyerang nggak butuh password kalian lagi. Bahkan, kalau kalian pakai otentikasi dua faktor (2FA) sekalipun, kadang sistem ini bisa ditembus karena token yang diberikan sudah dianggap sebagai sesi yang terverifikasi. Jadi, kira-kiranya begini: kalian seperti memberikan kunci duplikat rumah kalian ke orang asing yang menyamar jadi tukang reparasi resmi, lengkap dengan surat tugas yang terlihat asli. Akibatnya, mereka bisa membaca email, mengirim spam dari akun kalian, atau mencuri data sensitif perusahaan tanpa terdeteksi oleh sistem keamanan tradisional yang hanya memantau kegagalan login.

Peningkatan aktivitas serangan ini belakangan memang cukup bikin was-was. Email yang mereka gunakan punya tata letak yang hampir sempurna, logo yang presisi, dan bahasa yang mendesak. Kalau kita nggak jeli, sepertinya hampir mustahil membedakannya dengan email asli. Intinya sih, mereka memanipulasi kepercayaan kita pada antarmuka Microsoft itu sendiri. Begitunya akses diberikan, peretas bisa mempertahankan akses tersebut selama berbulan-bulan sampai tokennya dicabut secara manual, meskipun kalian sudah ganti password berkali-kali.

Untuk menghadapi ancaman yang lumayan teknis ini, kalian nggak bisa cuma mengandalkan insting saja. Ada langkah-langkah konkret yang harus dilakukan agar akun tetap aman:

  1. Verifikasi Izin Aplikasi Secara Berkala
    Jangan cuma asal klik terima. Cek apa saja yang diminta oleh aplikasi tersebut. Jika aplikasi pengelola kalender meminta akses untuk “membaca dan menulis semua email”, itu tanda bahaya yang sangat jelas. Lakukan audit via portal ‘My Apps’ di Microsoft.
  2. Aktifkan dan Perketat MFA/2FA
    Meskipun serangan OAuth bisa melewati ini di tahap akhir, Multi-Factor Authentication (MFA) tetap menjadi benteng pertama saat kalian login. Pastikan notifikasi persetujuan di HP kalian benar-benar berasal dari aktivitas yang kalian lakukan sendiri, bukan orang lain.
  3. Edukasi Diri Tentang Tampilan Consent Screen
    Perhatikan nama penerbit (publisher) aplikasi di layar persetujuan izin. Jika tertulis “unverified” atau nama penerbitnya mencurigakan dan tidak sesuai dengan nama layanannya, segera batalkan prosesnya. Jangan sampai jari lebih cepat dari mata.
  4. Kebijakan Admin IT untuk Aplikasi Pihak Ketiga
    Bagi pengelola IT, batasi kemampuan pengguna biasa untuk menyetujui aplikasi pihak ketiga (User Consent). Atur agar setiap permintaan aplikasi baru harus melalui persetujuan admin terlebih dahulu. Ini langkah paling ampuh mematikan serangan ini.

Serangan ini mengajarkan kita bahwa keamanan siber itu dinamis dan terus berubah. Metode lama pencurian password mulai ditinggalkan, diganti dengan pencurian token dan izin akses yang lebih seamless. Rasanya memang agak melelahkan harus terus waspada, tapi begitulah realitanya dunia digital saat ini. Jika kalian merasa pernah tidak sengaja memberikan izin ke aplikasi aneh, segera buka pengaturan akun Microsoft kalian, cari menu “App Permissions” atau “Izin Aplikasi”, dan cabut akses (revoke) aplikasi tersebut detik itu juga.

Jadi rekan-rekanita, poin pentingnya adalah jangan mudah terbuai dengan halaman login yang terlihat asli. Kejahatan siber sekarang mainnya lebih halus di layer otorisasi, bukan cuma otentikasi. Mulailah rutin bersih-bersih daftar aplikasi yang terhubung ke akun Microsoft 365 kalian. Lebih baik sedikit ribet dan paranoid di awal daripada data perusahaan atau data pribadi bocor ke mana-mana, kan? Mari kita sama-sama lebih cerdas dan nggak gampang kasih izin sembarangan. Terima kasih sudah menyimak, semoga akun kalian selalu aman terkendali!

Recent Posts

  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
  • Apa Itu ErrTraffic? Mengenal Platform ClickFix yang Bikin Website Jadi ‘Error’ Palsu
  • What is Reflex Framework? A Full-stack Python Framework
  • CloudFlare Acquired AstroJS!
  • How to Completely Remove AI Features from Windows 11 Explained
  • How to AI Fine-Tuning with a New Red Hat’s New Modular Tools
  • When to Use ChatGPT, Gemini, and Claude for Beginners
  • The Complete Roadmap to Becoming a Data Engineer: From Beginner to Pro Explained
  • Is OpenAI’s New Open Responses API: A Game Changer for Open Models?
  • The Top 5 Tech Certifications You Need for 2026 Explained
  • X.509 Certificates Explained for Beginners
  • How to Create a Local User on Windows 11: Bypass the Online Account Requirement Easily
  • Ini Kronologi Hacking ESA (European Space Agency) 2025
  • Apa itu Zoom Stealer? Ini Definisi dan Bahaya Tersembunyi di Balik Ekstensi Browser Kalian
  • Apa itu Skandal BlackCat Ransomware?
  • Grain DataLoader Python Library Explained for Beginners
  • Controlling Ansible with AI: The New MCP Server Explained for Beginners
  • Is Your Headset Safe? The Scary Truth Bluetooth Vulnerability WhisperPair
  • Dockhand Explained, Manage Docker Containers for Beginners
  • Claude Co-Work Explained: How AI Can Control Your Computer to Finish Tasks
  • Apa itu ToneShell? Backdoor atau Malware Biasa?
  • Apa itu Parrot OS 7? Ini Review dan Update Terbesarnya
  • NVIDIA Rubin Explained: The 6-Chip Supercomputer That Changes Everything
  • What is OpenEverest? The Future of Database Management on Kubernetes
  • Mau Cuan dari Nonton Drama di Cash Reels? Jangan Buru-buru Install Sebelum Baca Ini!
  • Tertipu Saldo Palsu? Apakah Game Layer Drop Penipu?
  • Inilah Syarat Terbaru dan Cara Daftar Bansos PKH-BPNT 2026 Lewat HP!
  • Inilah Trik Hubungkan Telegram ke WaIDN Biar Saldo Ngalir Terus!
  • Caranya Mengatasi Kode Verifikasi PayPal yang Nggak Pernah Nyampe di HP
  • Tutorial Python Deepseek Math v2
  • Cara Menggunakan SAM3D untuk Segmentasi dan Pembuatan Model 3D dari Teks
  • Cara Membuat AI Agent Super Cerdas dengan DeepAgents dan LangGraph
  • Perbedaan GPU vs TPU, Mana yang Terbaik
  • Tutorial Langfuse: Pantau & Optimasi Aplikasi LLM
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
  • Apa Itu ErrTraffic? Mengenal Platform ClickFix yang Bikin Website Jadi ‘Error’ Palsu
  • Ini Kronologi Hacking ESA (European Space Agency) 2025
  • Apa itu Zoom Stealer? Ini Definisi dan Bahaya Tersembunyi di Balik Ekstensi Browser Kalian
  • Apa itu Skandal BlackCat Ransomware?
©2026 Tutorial emka | Design: Newspaperly WordPress Theme