Skip to content
Tutorial emka
Menu
  • Home
  • Debian Linux
  • Ubuntu Linux
  • Red Hat Linux
Menu
APT137 adalah

Apa Itu APT137? Pengertian Kelompok Peretas Tiongkok yang Mengincar Windows

Posted on December 18, 2025

APT137 adalah sebutan bagi sebuah kelompok ancaman siber tingkat lanjut (Advanced Persistent Threat) yang disinyalir kuat dikendalikan oleh aktor dari negara Tiongkok. Pengertian dasarnya, mereka merupakan grup peretas yang berspesialisasi dalam spionase digital dan pencurian data strategis. Uniknya, laporan terbaru menunjukkan mereka kini mengalihkan fokus serangan ke sistem operasi Windows, meninggalkan metode lama yang terpaku pada Linux.

Nah, kalau kita bedah lebih dalam lagi soal definisi operasional mereka, APT137 ini bukan kelompok amatir yang baru belajar coding. Mereka sudah punya rekam jejak panjang dalam menargetkan sektor pertahanan dan keamanan di berbagai negara. Temuan dari The Hacker News yang kami baca memberikan pandangan baru bahwa adopsi Windows sebagai target utama mereka adalah langkah evolusi yang cukup drastis. Kayaknya, mereka sadar kalau pengguna Windows itu massiv banget, jadi peluang masuknya lebih besar. Dulunya, mereka ini dikenal sangat teknis dengan sistem operasi tertutup, tapi sekarang sepertinya mereka melihat celah yang lebih menggiurkan di ekosistem Microsoft yang kita pakai sehari-hari.

Secara teknis, serangan mereka nggak sembarangan. Tim riset keamanan menemukan kalau APT137 memanfaatkan teknik yang memadukan rekayasa sosial dan kecakapan teknis. Mereka mengeksploitasi kerentanan di Windows 10 dan 11, terutama pada sistem yang jarang di-patch atau diperbarui. Rasanya, mereka tahu betul kebiasaan buruk pengguna yang sering menunda update Windows. Metode andalan mereka adalah spear-phishing, sebuah teknik penipuan yang sangat terarah.

Biar kalian nggak bingung gimana sebenarnya alur serangan yang mereka lakukan, berikut adalah langkah-langkah teknis operasi APT137 yang perlu kalian waspadai:

  1. Riset dan Identifikasi Target
    Langkah pertama mereka selalu dimulai dengan “mengintip”. Mereka melakukan riset mendalam soal siapa yang mau diserang. Biasanya, mereka memanfaatkan LinkedIn atau media sosial buat cari info profesional dan pribadi. Jadi, begitunya mereka punya data lengkap, serangan bakal terasa sangat personal.
  2. Peracikan Malware Khusus
    Nggak pakai tools pasaran, mereka mengembangkan malware sendiri yang dirancang spesifik buat menyusup ke lingkungan Windows. Malware ini sering kali disamarkan jadi file dokumen biasa atau file sistem yang sah. Tujuannya jelas, biar korban nggak curiga saat melihat ada file baru di komputernya.
  3. Peluncuran Spear-Phishing
    Ini tahap eksekusinya. Mereka mengirim email ke target yang sudah diincar tadi. Emailnya dibuat sangat rapi, hati-hati, dan meyakinkan. Di dalamnya ada lampiran berbahaya yang sudah disisipi malware tadi. Karena emailnya kayak urusan kerjaan penting, korban seringkali terjebak buat mengunduh.
  4. Eksploitasi Celah Keamanan Windows
    Setelah file berbahaya itu diunduh dan dijalankan (sengaja atau tidak), malware akan bekerja mencari celah keamanan di sistem Windows. APT137 ini pintar, mereka ngincar kerentanan lama yang sebenarnya sudah ada obatnya (patch), tapi mereka tahu kira-kiranya target belum sempat update sistem.
  5. Penyedotan Data Sensitif
    Kalau akses sudah didapat, mereka mulai “panen”. Malware akan mengumpulkan data-data krusial kayak informasi keuangan, data klien, sampai rahasia dagang perusahaan. Proses ini berjalan di balik layar alias background process, jadi sistem mungkin cuma terasa agak lambat sedikit tapi nggak mencurigakan.
  6. Pengiriman ke Command and Control (C2)
    Data yang sudah dikumpulkan tadi nggak disimpan di komputer korban, tapi langsung dikirim ke server pusat yang dikendalikan APT137 buat dianalisis. Dari sana, data itu bisa dipakai buat spionase atau dijual.

Melihat pola serangan yang begitu terstruktur, risiko yang dibawa APT137 ini jelas nggak main-main. Pergeseran ke Windows membuat ancaman ini jadi relevan buat hampir semua organisasi, bukan cuma militer. Segitunya mereka niat beradaptasi, kita juga nggak boleh diam saja. Penggunaan Windows yang luas justru jadi pedang bermata dua; mudah dipakai tapi juga jadi sasaran empuk kalau nggak dirawat keamanannya.

Jadi, begitulah gambaran situasi yang kita hadapi saat ini, rekan-rekanita. Kehadiran APT137 yang mulai main di ranah Windows adalah sinyal merah buat kita untuk lebih disiplin. Kurang lebihnya, pertahanan terbaik saat ini adalah rajin melakukan pembaruan sistem operasi dan jangan pernah bosan mengedukasi diri soal bahaya email asing. Rasanya percuma punya firewall mahal kalau kita sendiri yang membukakan pintu buat malingnya masuk lewat satu klik yang salah. Mari kita perketat lagi keamanan digital kita mulai hari ini. Terima kasih sudah menyimak penjelasan panjang ini, semoga bisa jadi wawasan baru buat rekan-rekanita sekalian dalam menjaga aset digital.

Recent Posts

  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
  • Apa Itu ErrTraffic? Mengenal Platform ClickFix yang Bikin Website Jadi ‘Error’ Palsu
  • What is Reflex Framework? A Full-stack Python Framework
  • CloudFlare Acquired AstroJS!
  • How to Completely Remove AI Features from Windows 11 Explained
  • How to AI Fine-Tuning with a New Red Hat’s New Modular Tools
  • When to Use ChatGPT, Gemini, and Claude for Beginners
  • The Complete Roadmap to Becoming a Data Engineer: From Beginner to Pro Explained
  • Is OpenAI’s New Open Responses API: A Game Changer for Open Models?
  • The Top 5 Tech Certifications You Need for 2026 Explained
  • X.509 Certificates Explained for Beginners
  • How to Create a Local User on Windows 11: Bypass the Online Account Requirement Easily
  • Ini Kronologi Hacking ESA (European Space Agency) 2025
  • Apa itu Zoom Stealer? Ini Definisi dan Bahaya Tersembunyi di Balik Ekstensi Browser Kalian
  • Apa itu Skandal BlackCat Ransomware?
  • Grain DataLoader Python Library Explained for Beginners
  • Controlling Ansible with AI: The New MCP Server Explained for Beginners
  • Is Your Headset Safe? The Scary Truth Bluetooth Vulnerability WhisperPair
  • Dockhand Explained, Manage Docker Containers for Beginners
  • Claude Co-Work Explained: How AI Can Control Your Computer to Finish Tasks
  • Apa itu ToneShell? Backdoor atau Malware Biasa?
  • Apa itu Parrot OS 7? Ini Review dan Update Terbesarnya
  • NVIDIA Rubin Explained: The 6-Chip Supercomputer That Changes Everything
  • What is OpenEverest? The Future of Database Management on Kubernetes
  • Mau Cuan dari Nonton Drama di Cash Reels? Jangan Buru-buru Install Sebelum Baca Ini!
  • Tertipu Saldo Palsu? Apakah Game Layer Drop Penipu?
  • Inilah Syarat Terbaru dan Cara Daftar Bansos PKH-BPNT 2026 Lewat HP!
  • Inilah Trik Hubungkan Telegram ke WaIDN Biar Saldo Ngalir Terus!
  • Caranya Mengatasi Kode Verifikasi PayPal yang Nggak Pernah Nyampe di HP
  • Tutorial Python Deepseek Math v2
  • Cara Menggunakan SAM3D untuk Segmentasi dan Pembuatan Model 3D dari Teks
  • Cara Membuat AI Agent Super Cerdas dengan DeepAgents dan LangGraph
  • Perbedaan GPU vs TPU, Mana yang Terbaik
  • Tutorial Langfuse: Pantau & Optimasi Aplikasi LLM
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
  • Apa Itu ErrTraffic? Mengenal Platform ClickFix yang Bikin Website Jadi ‘Error’ Palsu
  • Ini Kronologi Hacking ESA (European Space Agency) 2025
  • Apa itu Zoom Stealer? Ini Definisi dan Bahaya Tersembunyi di Balik Ekstensi Browser Kalian
  • Apa itu Skandal BlackCat Ransomware?
©2026 Tutorial emka | Design: Newspaperly WordPress Theme