Skip to content
Tutorial emka
Menu
  • Home
  • Debian Linux
  • Ubuntu Linux
  • Red Hat Linux
Menu
CVE-2018-4063

Apa Itu CVE-2018-4063? Pengertian Celah Keamanan Sierra Wireless AirLink yang Masuk Katalog CISA

Posted on December 14, 2025

CVE-2018-4063 adalah definisi teknis untuk sebuah kerentanan keamanan siber tingkat tinggi yang secara spesifik menyerang router Sierra Wireless AirLink ALEOS. Secara sederhana, ini adalah cacat logika pada sistem manajemen file perangkat yang memungkinkan pihak luar menyusup dan mengambil alih kendali penuh melalui jaringan. Celah ini baru-baru ini dikonfirmasi oleh CISA telah dieksploitasi secara aktif oleh penjahat siber di internet liar.

Baru-baru ini, Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur AS (CISA) memutuskan untuk memasukkan kerentanan ini ke dalam katalog Known Exploited Vulnerabilities (KEV) mereka. Langkah ini diambil bukan tanpa alasan, melainkan karena adanya bukti nyata eksploitasi aktif. CVE-2018-4063 yang memiliki skor keparahan CVSS 8.8 hingga 9.9 ini pada dasarnya adalah kerentanan unrestricted file upload. Penjelasannya begini, seorang penyerang bisa membuat permintaan HTTP yang dirancang khusus (autentikasi dibutuhkan) untuk mengunggah file berbahaya ke server web router. Begitunya file itu masuk, kode di dalamnya bisa dieksekusi dan membuat jalur bagi peretas untuk mengontrol perangkat tersebut dari jarak jauh atau Remote Code Execution (RCE).

Sebenarnya, detail teknis mengenai “penyakit” ini bukanlah hal baru. Rekan-rekan kami di Cisco Talos sudah membagikan informasinya ke publik sejak April 2019, setelah melaporkannya ke perusahaan asal Kanada tersebut pada Desember 2018. Masalah utamanya terletak pada fungsi “upload.cgi” di dalam firmware ACEManager (versi 4.9.3 pada AirLink ES450). Kuranglebihnya, kerentanan ini eksis di kemampuan upload template pada perangkat AirLink 450. Saat mengunggah file template, sistem membiarkan pengguna menentukan nama file yang diunggah. Nah, di sinilah letak kesalahannya: nggak ada batasan atau restriction yang melindungi file-file yang sedang berjalan di perangkat untuk operasi normal.

Mekanismenya cukup licik. Jika sebuah file diunggah dengan nama yang persis sama dengan file yang sudah ada di direktori, maka file baru tersebut akan menimpa file lama dan—ini yang krusial—mewarisi izin (permissions) dari file yang ditimpa itu. Talos mencatat bahwa beberapa file yang ada di direktori, seperti “fw_upload_init.cgi” atau “fw_status.cgi”, sudah memiliki izin eksekusi. Jadi, penyerang cukup mengirim HTTP request ke endpoint “/cgi-bin/upload.cgi”, menimpa salah satu file tadi dengan skrip jahat mereka, dan voila, kode eksekusi tercapai. Hal ini diperparah dengan fakta bahwa ACEManager berjalan sebagai root. Artinya, skrip shell atau executable apa pun yang berhasil disusupkan akan berjalan dengan hak istimewa tertinggi. Rasanya seperti memberikan kunci brankas utama kepada pencuri.

Penambahan CVE-2018-4063 ke katalog KEV ini terjadi hanya sehari setelah analisis honeypot dari Forescout mengungkapkan fakta yang cukup mengkhawatirkan. Laporan tersebut menunjukkan bahwa router industri adalah perangkat yang paling sering diserang di lingkungan Teknologi Operasional (OT). Mereka, para aktor ancaman ini, mencoba mengirimkan malware botnet dan penambang cryptocurrency seperti keluarga malware RondoDox, Redtail, dan ShadowV2. Serangan-serangan ini juga tercatat berasal dari klaster ancaman yang sebelumnya tidak terdokumentasi bernama Chaya_005. Kelompok ini terpantau mempersenjatai CVE-2018-4063 pada awal Januari 2024 untuk mengunggah payload berbahaya dengan nama “fw_upload_init.cgi”. Meskipun sepertinya ini adalah kampanye pengintaian atau reconnaissance untuk menguji kerentanan berbagai vendor, tetap saja ini sinyal bahaya yang nggak boleh diabaikan.

Kesimpulan

Berdasarkan pengamatan kami terhadap situasi ini, fenomena bangkitnya celah lawas berumur enam tahun ini menjadi pengingat keras bahwa kerentanan siber itu tidak memiliki tanggal kedaluwarsa bagi para peretas. Begitunya ada celah terbuka, pasti akan ada yang mencoba masuk. Bagi rekan-rekanita yang mengelola infrastruktur jaringan, terutama di sektor pemerintahan atau industri yang menggunakan perangkat Sierra Wireless lawas, opsinya sekarang sangat terbatas. Mengingat produk ini sudah mencapai status end-of-support, langkah paling bijak adalah segera melakukan pembaruan ke versi yang didukung atau mengganti perangkat sepenuhnya sebelum tenggat waktu Januari 2026 yang disarankan otoritas. Jangan biarkan jaringan OT kalian menjadi pintu masuk bagi botnet hanya karena router tua yang terlupakan. Terimakasih sudah menyimak ulasan definisi teknis ini.

Recent Posts

  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
  • Apa Itu ErrTraffic? Mengenal Platform ClickFix yang Bikin Website Jadi ‘Error’ Palsu
  • What is Reflex Framework? A Full-stack Python Framework
  • CloudFlare Acquired AstroJS!
  • How to Completely Remove AI Features from Windows 11 Explained
  • How to AI Fine-Tuning with a New Red Hat’s New Modular Tools
  • When to Use ChatGPT, Gemini, and Claude for Beginners
  • The Complete Roadmap to Becoming a Data Engineer: From Beginner to Pro Explained
  • Is OpenAI’s New Open Responses API: A Game Changer for Open Models?
  • The Top 5 Tech Certifications You Need for 2026 Explained
  • X.509 Certificates Explained for Beginners
  • How to Create a Local User on Windows 11: Bypass the Online Account Requirement Easily
  • Ini Kronologi Hacking ESA (European Space Agency) 2025
  • Apa itu Zoom Stealer? Ini Definisi dan Bahaya Tersembunyi di Balik Ekstensi Browser Kalian
  • Apa itu Skandal BlackCat Ransomware?
  • Grain DataLoader Python Library Explained for Beginners
  • Controlling Ansible with AI: The New MCP Server Explained for Beginners
  • Is Your Headset Safe? The Scary Truth Bluetooth Vulnerability WhisperPair
  • Dockhand Explained, Manage Docker Containers for Beginners
  • Claude Co-Work Explained: How AI Can Control Your Computer to Finish Tasks
  • Apa itu ToneShell? Backdoor atau Malware Biasa?
  • Apa itu Parrot OS 7? Ini Review dan Update Terbesarnya
  • NVIDIA Rubin Explained: The 6-Chip Supercomputer That Changes Everything
  • What is OpenEverest? The Future of Database Management on Kubernetes
  • Ketemu Link Video Viral ‘Petualangan Ustadzah Rahma’? Hati-hati, Kamu Bisa Dihack
  • Ikon Mic Roblox Hilang? Gini Caranya Mengaktifkan Kembali Voice Chat Biar Bisa Mabar Lagi!
  • Ini Cara Hapus Rombel Ganda di EMIS 4.0 yang Nggak Muncul Tombol Hapus
  • Inilah Kenapa Data Info GTK Kalian Nggak Berubah Padahal Dapodik Udah Sinkron
  • Belum Tahu CoreTax? Ini Trik Supaya Affiliator Lancar Lapor SPT Tahunan 2025 Tanpa Ribet
  • Tutorial Python Deepseek Math v2
  • Cara Menggunakan SAM3D untuk Segmentasi dan Pembuatan Model 3D dari Teks
  • Cara Membuat AI Agent Super Cerdas dengan DeepAgents dan LangGraph
  • Perbedaan GPU vs TPU, Mana yang Terbaik
  • Tutorial Langfuse: Pantau & Optimasi Aplikasi LLM
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
  • Apa Itu ErrTraffic? Mengenal Platform ClickFix yang Bikin Website Jadi ‘Error’ Palsu
  • Ini Kronologi Hacking ESA (European Space Agency) 2025
  • Apa itu Zoom Stealer? Ini Definisi dan Bahaya Tersembunyi di Balik Ekstensi Browser Kalian
©2026 Tutorial emka | Design: Newspaperly WordPress Theme