Skip to content
Tutorial emka
Menu
  • Home
  • Debian Linux
  • Ubuntu Linux
  • Red Hat Linux
Menu

Cara Menggunakan Sekaligus Banyak Versi Java di PC/Server

Posted on January 30, 2024

Sebelum memasuki teknis, penting untuk memahami berbagai versi Java. Oracle secara teratur merilis versi-versi baru, dan setiap versi mungkin memiliki perbedaan dalam kinerja, keamanan, dan fungsionalitas. Versi yang umum digunakan antara lain Java 8 (LTS), Java 11 (LTS), dan versi terbaru pada saat penulisan.

Langkah 1: Menginstal Beberapa Versi Java

Manajer paket Ubuntu, APT, memudahkan instalasi beberapa versi Java. Berikut adalah langkah-langkahnya:

Perbarui Daftar Paket Anda: Buka terminal dan jalankan:

sudo apt update

Instalasi Java: Anda dapat menginstal beberapa versi Java dengan menjalankan:

sudo apt install openjdk-8-jdk openjdk-11-jdk

Gantilah 8 dan 11 dengan versi yang Anda butuhkan.

Langkah 2: Verifikasi Instalasi Java

Setelah instalasi, verifikasi dengan menjalankan:

java -version

Perintah ini menunjukkan versi Java default. Untuk melihat semua versi Java yang terinstal, jalankan:

update-java-alternatives -l

Langkah 3: Mengganti Versi Java

Untuk beralih antara versi Java, gunakan perintah update-alternatives:

sudo update-alternatives –config java

Perintah ini menampilkan semua versi Java yang terinstal dan memungkinkan Anda memilih versi default dengan memasukkan nomor pilihan.

Langkah 4: Menetapkan Variabel Lingkungan JAVA_HOME

Banyak aplikasi memerlukan variabel lingkungan JAVA_HOME. Tetapkan ini dengan mengedit pengaturan profil Anda:

Buka skrip profil Anda: Edit ~/.bashrc atau ~/.zshrc, tergantung pada shell Anda.

nano ~/.bashrc

Tambahkan baris berikut di akhir:

export JAVA_HOME=$(dirname $(dirname $(readlink -f $(which java))))

Simpan dan tutup file.

Terapkan perubahan:

source ~/.bashrc

atau

source ~/.zshrc

Menggunakan SDKMAN untuk Manajemen Java yang Lebih Lanjut

Untuk manajemen versi Java yang lebih canggih, pertimbangkan menggunakan SDKMAN, alat yang menyederhanakan instalasi dan beralih antara berbagai SDK:

Instal SDKMAN: Instal skdman dengan cepat menggunakan perintah berikut:

curl -s “https://get.sdkman.io” | bash

Perbarui Lingkungan: Buka terminal baru atau sumber skrip SDKMAN

source “$HOME/.sdkman/bin/sdkman-init.sh”

Instal Versi Java: Gunakan perintah sdk untuk menginstal versi Java tertentu:

sdk install java 11.0.2-open

Beralih Versi Java: Anda dapat beralih ke versi Java apa pun kapan saja dengan perintah berikut. Gantilah versi yang ingin Anda atur sebagai versi Java default:

sdk use java 11.0.2-open

Kesimpulan

Mengelola beberapa versi Java di Ubuntu tidak perlu menjadi tugas yang menakutkan. Dengan alat dan perintah yang tepat, Anda dapat dengan mudah beralih antara versi, memastikan kompatibilitas, dan efisiensi dalam alur kerja pengembangan Anda. Baik Anda pemula atau pengembang berpengalaman, langkah-langkah ini akan membantu Anda menjaga lingkungan Java yang fleksibel dan produktif di Ubuntu.

Recent Posts

  • What’s New in GNU Coreutils 9.10: Stability Fixes and Minor Updates
  • Mozilla (Finally) Adds Option to Disable Generative AI in Browser
  • LibreOffice 26.2 Released: Faster Performance & New Features Explained
  • How to Fix 9HEHW Error in Outlook & Teams
  • Ubuntu 24.04.4 LTS HWE Now Available: Key Updates and Fixes for Users
  • Windows 11 Build 28020.1546 Released in Canary Channel: Cloud App Fixes Inside
  • IntelliJ Adds Native Wayland Support in 2026
  • OpenClaw: The Hidden Security Threat Behind Its Tech
  • Adobe Cancels Animate Discontinuation (for now)
  • Microsoft Ends TLS 1.0/1.1 Support in Azure Blob Storage
  • GNOME App Annotations Explained for Beginners
  • Navidrome 0.60 Released: Enhanced ‘Spotify Alternative’ for Linux Users
  • Cosmic Desktop 1.0.5: New Features Explained!
  • Libreboot 26.01 Released With New Board Support Explained
  • Adobe Animate Discontinued: What’s Next for Animators?
  • Notepad Vulnerable, Update Now!
  • 3 Way to Overcome AI Fatigue as a Cloud Engineer
  • How to Configure MCP Servers with GitHub Copilot CLI for AI Development
  • Xiaomi Release a New Gaming Monitor with Refresh Rate 200Hz!
  • Arch Linux February ISO Released with Kernel Updates and Security Fixes
  • Fish Shell 4.4 Released: Enhanced Vi Mode & New Themes Explained
  • How to Create Local User Accounts in Windows 11 Without an Online Account 2026
  • How to Game on an ARM-Based Computer/Arduino
  • Minisforum MS-S1 MAX – 128GB RAM Review
  • Firefox Adds System-Wide AI Blocking Controls: What You Need to Know
  • Apa itu Platform WeVerse? Ini Penjelasan Lengkapnya
  • Inilah Cara Mendapatkan 1000 Subscriber Cuma dalam 3 Hari Tanpa Edit Video Sama Sekali
  • Apa itu Shibal Annyeong yang Viral TikTok?
  • Apakah iPhone Inter Aman?
  • Kenapa Gemini AI Bisa Error Saat Membuat Gambar? Ini Penjelasannya!
  • Cara Mendefinisikan Role Project Claude Agar Hasilnya Lebih Akurat dan Konsisten
  • Cara Buat AI Asisten Pribadi dengan Teknik RAG
  • Cara Membuat Podcast dari PDF dengan NotebookLlama dan Groq
  • Tutorial Membuat Sistem Automatic Content Recognition (ACR) untuk Deteksi Logo
  • Apa itu Google Code Wiki?
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
©2026 Tutorial emka | Design: Newspaperly WordPress Theme