Skip to content
Tutorial emka
Menu
  • Home
  • Debian Linux
  • Ubuntu Linux
  • Red Hat Linux
Menu
RISCV ESP32

Ini Dia ESP32 P4: IoT RISC-V dengan Layar AMOLED dan LoRa, Perangkat Handheld Inovatif

Posted on December 14, 2025

ESP32 P4 adalah sebuah terobosan perangkat handheld anyar besutan BitRiver yang menggabungkan inti pemrosesan RISC-V, visual tajam AMOLED, dan jangkauan komunikasi LoRa dalam satu paket ringkas. Secara sederhana, pengertian dari perangkat ini adalah sebuah platform serbaguna yang dirancang khusus untuk kebutuhan konektivitas jarak jauh dan visualisasi data yang mumpuni, menjadikannya jembatan menarik antara hobi elektronika dan aplikasi industri profesional.

Jika kita bedah lebih dalam, hal paling fundamental yang membuat perangkat ini berbeda adalah “otak” yang dipakainya. BitRiver tidak sekadar mengikuti arus utama, melainkan mereka berani membenamkan prosesor berbasis arsitektur RISC-V dengan chip ESP32 sebagai intinya. Bagi kalian yang belum familier, RISC-V ini adalah arsitektur set instruksi yang sifatnya terbuka dan gratis. Berbeda dengan arsitektur ARM yang sering dipakai oleh mereka di industri mobile, RISC-V menawarkan fleksibilitas yang jauh lebih luas dan biaya lisensi yang lebih rendah. Sepertinya, langkah ini diambil agar perangkat bisa lebih adaptif terhadap inovasi yang bergerak cepat. Rasanya, penggunaan RISC-V ini memberikan potensi jangka panjang yang menarik karena memungkinkan pengembangan yang lebih bebas tanpa terikat restriksi lisensi yang kaku.

Aspek visual dari ESP32 P4 juga tidak main-main. Perangkat ini dibekali layar AMOLED berukuran 1.5 inci. Kalian mungkin berpikir, “Ah, cuma 1.5 inci,” tapi teknologi AMOLED di sini memberikan kejernihan dan kecerahan yang sangat krusial. Tampilan ini nggak cuma sekadar ada, tapi benar-benar fungsional untuk menampilkan data sensor secara real-time, grafik yang kompleks, atau bahkan pemutaran video. Kuranglebihnya, kualitas layar seperti ini sangat membantu saat kita harus memonitor data di lapangan di bawah terik matahari, di mana layar LCD biasa seringkali kalah terang.

Selain visual, kekuatan utama lainnya terletak pada kemampuan komunikasi LoRa (Long Range). Ini adalah fitur yang menurut kami sangat strategis. LoRa memungkinkan ESP32 P4 berbicara dengan perangkat lain dalam jarak yang sangat jauh namun dengan konsumsi daya yang sangat irit. Bayangkan skenario di mana kalian perlu memantau aset di perkebunan luas atau sensor lingkungan di hutan; begitunya penting peran LoRa di sini. Ia menjadi solusi ideal untuk Internet of Things (IoT) di area yang mungkin tidak terjangkau sinyal seluler biasa atau Wi-Fi.

BitRiver mengklaim bahwa perangkat ini didesain sebagai platform yang sangat customizable atau dapat disesuaikan. Artinya, kalian nggak dipaksa menggunakan sistem yang tertutup. Pengguna diberi kebebasan untuk menambahkan perangkat keras atau memodifikasi perangkat lunak sesuai kebutuhan spesifik. Di dalamnya sudah tertanam berbagai sensor berguna seperti sensor suhu, kelembaban, dan tekanan, yang kira-kiranya sudah cukup untuk proyek stasiun cuaca mini. Ditambah lagi, adanya slot microSD dan port USB-C untuk pengisian daya serta transfer data membuat utilitasnya makin lengkap. Segitunya detail fitur yang ditawarkan, membuat perangkat ini terasa sangat “padat” fungsi.

Mengenai ketersediaan, ESP32 P4 rencananya akan hadir dalam beberapa konfigurasi, termasuk opsi dengan atau tanpa modul GPS. Soal harga, estimasinya berada di angka $250. Mungkin angka ini terdengar agak lumayan, tapi mengingat paket pengembangan yang disertakan—mulai dari hardware, software, hingga dukungan teknis—rasanya harga tersebut masih masuk akal untuk segmen semi-profesional.

Berdasarkan pengamatan kami, ESP32 P4 bukan sekadar gadget mainan, melainkan sebuah pernyataan bahwa arsitektur terbuka seperti RISC-V siap bersaing di level yang lebih tinggi. Kombinasi layar AMOLED yang tajam, efisiensi LoRa, dan fleksibilitas sensor menjadikannya kandidat kuat untuk berbagai aplikasi masa depan. Bagi rekan-rekanita yang bergerak di bidang embedded system atau sekadar antusias dengan teknologi IoT, perangkat ini menawarkan ekosistem yang menantang untuk dieksplorasi. Jika kalian membutuhkan alat yang bisa diandalkan untuk proyek pertanian pintar atau pelacakan aset yang serius, investasi pada perangkat ini sepertinya langkah yang tepat, meskipun harganya mungkin membuat kita berpikir dua kali dibanding development board biasa.

Sumber: https://lilygo.cc/products/t-display-p4?variant=52092825010357

Recent Posts

  • What New in DietPi 10.1? the Latest Lightweight SBC OS Update
  • Is It True: Microsoft Notepad Will Have Image Support?
  • KDE Plasma 6.7 Adds Desktop Switching in Overview Explained
  • What’s New in Clonezilla Live 3.3.1? Exploring the New Features and Linux Kernel 6.18 Integration
  • How to Automate Your Home Lab Using Raspberry Pi and Cron Jobs
  • KDE Plasma 6.6.1 Released with Major Stability Improvements
  • What new in Apache NetBeans 29? A Look at the Latest Major IDE Update
  • Why is KaOS Moving Away from KDE Plasma? Here is the Explanation
  • Firefox 148 Now Available: New Features & Improvements Explained
  • What is Freeform Rotate in Paint? Here is the Definition and How to Use it
  • ProtonUP-Qt v2.15 Adds dwProton and Fixes Lutris Issues
  • Transmission 4.1.1 Released with Faster Performance and Better Efficiency for Linux and macOS
  • Calibre 9.3 Released with Enhances KEPUB Support for E-Book Readers
  • Microsoft Retires Outlook Contact Masking Feature March 31, 2026
  • Google Maps Privacy Update: Why Reviews and Ratings Are Now Hidden for Unlogged Users
  • Ubuntu 26.04 New Modular Firmware System: Faster Updates and Reduced System Bloat
  • Ghostty Linux Scrollbars Finally Here: What You Need to Know
  • Why Windows 11 Canary Channel Split into Two Builds? Explained!
  • What is Claude Cowork? And How Claude Cowork Uses Agentic AI
  • PocketBlue and Red Hat Bring Fedora Atomic Linux to Mobile Devices
  • Mozilla Ends Firefox Support for Windows 7, 8, and 8.1: What You Need to Know
  • Cosmic Desktop 1.0.7 Enhances Workspace Management: What’s New?
  • KDE Plasma 6.6 Released: What’s New and How to Upgrade?
  • Nginx Proxy Manager 2.14 Removes ARMv7 Support: What Users Need to Know
  •  KDE Plasma 6.6: A Complete Guide to the Latest Linux Desktop Features
  • Apakah ViaPaypal.id Penipuan?
  • Beda BRIVA dan Rekening? Ini Penjelasannya!
  • Pahami Perbedaan Kode SIEX, SIPX, dan SISX dengan Mudah!
  • Arti SPT Sebelumnya Tidak Ada dari BPS yang Perlu Kalian Pahami
  • Kode Error 205 di BCA Mobile: Penyebab dan Solusi Lengkap
  • Prompt AI Menyusun Script Pola Suara Karakter agar Brand Jadi Ikonik
  • Prompt AI untuk Merancang Karakter Brand yang Ikonik
  • Prompt AI Audit Konten Sesuai Karakter Brand
  • Prompt AI Merubah Postingan LinkedIn Jadi Ladang Diskusi dengan ChatGPT
  • Prompt AI: Paksa Algoritma LinkedIn Promosikan Konten Kalian
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
©2026 Tutorial emka | Design: Newspaperly WordPress Theme