Skip to content
Tutorial emka
Menu
  • Home
  • Debian Linux
  • Ubuntu Linux
  • Red Hat Linux
Menu
cosmic desktop adalah

Apa itu Cosmic Desktop: Pengertian dan Cara Pasangnya di Ubuntu 26.04?

Posted on December 23, 2025

Cosmic Desktop adalah sebuah lingkungan desktop hibrida yang secara cerdas mengintegrasikan elemen ringan dari Xfce, keindahan visual dari Pantheon, dan fungsionalitas unik dari xFce. Definisi sederhananya, Cosmic Desktop ini adalah jawaban bagi pengguna yang mendambakan tampilan antarmuka yang modern dan “bersih”, namun tetap menginginkan performa yang gesit dan tidak memakan banyak memori, sebuah kombinasi yang sering kali sulit ditemukan dalam satu paket utuh.

Seiring dengan rilisnya Ubuntu 26.04, mungkin kalian merasa antarmuka bawaan GNOME sudah sangat solid, tapi begitunya, rasa bosan pasti ada saja. Manusia kan memang nggak pernah puas, ya? Nah, di sinilah pengertian Cosmic Desktop menjadi opsi menarik. Ia menawarkan nuansa yang sepertinya jauh lebih segar dan personal. Bayangkan memiliki dock yang elegan ala macOS (terima kasih Pantheon) tapi dengan manajemen jendela yang ringkas ala Xfce. Rasanya kayak dapat yang terbaik dari dua dunia. Meskipun Ubuntu 26.04 ini tergolong sistem yang sangat baru dan canggih, memasang lingkungan desktop kustom seperti Cosmic tetap menjadi cara ampuh untuk mendefinisikan ulang identitas komputer kalian. Tapi ingat, karena ini melibatkan penggabungan beberapa komponen desktop, prosesnya sedikit teknis. Nggak perlu takut, asal teliti, aman kok.

Sebelum kita mulai mengotori tangan dengan kode-kode terminal, pastikan sistem Ubuntu 26.04 kalian dalam kondisi prima. Sistem yang baru rilis atau versi LTS terbaru biasanya butuh update dependensi biar nggak kaget waktu dipasangi software pihak ketiga. Kalian bisa memulainya dengan ritual wajib pengguna Linux: jalankan sudo apt update && sudo apt upgrade di terminal. Kalau sudah beres dan internet kalian stabil (jangan pakai tethering yang sinyalnya senin-kamis, ya), kita bisa lanjut ke langkah intinya.

Berikut adalah langkah-langkah teknis untuk memasang Cosmic Desktop di Ubuntu 26.04:

Menambahkan Repositori PPA
Langkah pertama adalah “memperkenalkan” Cosmic Desktop ke dalam daftar sumber perangkat lunak Ubuntu 26.04 kalian. Karena paket ini tidak disediakan secara default oleh Canonical, kita harus memanggilnya lewat PPA.

  • Buka terminal dan ketikkan: sudo add-apt-repository ‘ppa:Cosmic-Desktop/cosmic’.
  • Tekan Enter saat diminta, dan masukkan password kalian. Tenang saja kalau password-nya nggak muncul bintang-bintangnya, itu fitur keamanan standar Linux.
  • Setelah itu, wajib hukumnya menjalankan sudo apt update lagi agar sistem mengenali paket baru tersebut.

Eksekusi Instalasi Paket
Setelah “perkenalan” selesai, sekarang saatnya instalasi sesungguhnya. Ketik perintah: sudo apt install cosmic-desktop. Nah, di sini terminal akan mengunduh cukup banyak paket karena dia harus mengambil komponen dari Xfce, Pantheon, dan Ice sekaligus. Kuranglebihnya proses ini akan memakan waktu tergantung kecepatan internet kalian. Biarkan saja terminal bekerja, jangan di-close sembarangan. Pastikan tidak ada pesan error yang fatal.

Konfigurasi Sesi Desktop
Setelah instalasi rampung, tampilannya nggak bakal langsung berubah ajaib. Kalian harus memberi tahu sistem untuk menggunakan “wajah” yang baru. Lakukan restart pada komputer kalian. Saat sampai di layar login (sebelum memasukkan password), carilah ikon gerigi atau menu opsi di pojok layar. Klik dan ubah pilihan dari ‘Ubuntu’ atau ‘GNOME’ menjadi ‘Cosmic Desktop’. Kalau opsinya belum muncul, sepertinya ada paket yang belum terinstal sempurna, coba ulangi langkah update.

Personalisasi Tampilan
Begitu berhasil masuk, selamat datang di dunia baru! Sekarang kalian bisa mulai menyesuaikan segalanya. Cosmic Desktop di Ubuntu 26.04 biasanya memberikan fleksibilitas tinggi. Kalian bisa ganti tema ikon, wallpaper, hingga perilaku dock. Eksplorasi saja menu pengaturannya. Bikin senyaman mungkin karena desktop ini bakal kalian tatap setiap hari.

Secara teknis, memang ada kemungkinan kecil terjadi glitch atau bug, apalagi di sistem operasi sebaru Ubuntu 26.04. Masalah yang umum biasanya seputar ikon yang nggak muncul atau resolusi yang perlu disesuaikan manual. Tapi rasanya itu harga yang pantas dibayar untuk sebuah tampilan yang estetik. Kalau ada kendala, komunitas Ubuntu itu solid banget, jadi jangan sungkan cari solusi di forum. Memahami cara kerja sistem operasi lewat troubleshooting begini justru bikin kita makin jago, kan?

Intinya, memasang Cosmic Desktop adalah tentang keberanian mencoba sesuatu yang beda. Memang butuh sedikit usaha ekstra dibandingkan sekadar ganti wallpaper, tapi hasil akhirnya—sebuah desktop yang cepat, cantik, dan unik—bakal bikin kalian betah berlama-lama depan layar. Nah, rekan-rekanita, semoga panduan instalasi di versi terbaru ini bisa membantu kalian menyegarkan suasana kerja digital kalian. Jangan ragu untuk bereksperimen dan terima kasih banyak sudah membaca sampai tuntas. Sampai jumpa di ulasan teknologi berikutnya!

Recent Posts

  • PocketBlue and Red Hat Bring Fedora Atomic Linux to Mobile Devices
  • Mozilla Ends Firefox Support for Windows 7, 8, and 8.1: What You Need to Know
  • Cosmic Desktop 1.0.7 Enhances Workspace Management: What’s New?
  • KDE Plasma 6.6 Released: What’s New and How to Upgrade?
  • Nginx Proxy Manager 2.14 Removes ARMv7 Support: What Users Need to Know
  •  KDE Plasma 6.6: A Complete Guide to the Latest Linux Desktop Features
  • Ubuntu 26.04 Resolute: Features, Release Date, and Everything You Need to Know
  • How to Fix Steam File Validation Error: Easy Steps for Beginners
  • 5 Essential PC Maintenance Tips to Keep Your Computer Fast and Healthy
  • What is Logseq? Forget Standard Notes App, Use this to Boosts Real Productivity
  • LibreOffice 25.8.5 Released with 62 Bug Fixes: What’s New?
  • Oracle’s New Plan for MySQL Community Engagement Explained
  • PipeWire 1.6 Brings LDAC Support and 128-Channel Audio: What’s New?
  • How to Fix Roblox Error: Create Support Files to Solve the Problem
  • Why Segmenting Your Home Network with VLANs Is the Upgrade You Didn’t Know You Needed
  • Proxmox 2026 Has The Best Backup and Recovery Feature
  • How to Calibrate Temperature and Humidity Sensors for Maximum Accuracy
  • Top Open-Source Alternatives to Adobe Creative Cloud for Design and Editing in 2026
  • TinyMediaManager: A Plugin to Organize and Manage Jellyfin Media Library
  • How to Fix Disappearing Chart Labels in Excel: A Step-by-Step Guide
  • How to Fix the Subscript Out of Range Error in Microsoft Excel
  • What’s New in Podman 5.8: Quadlet & SQLite Migration Explained
  • Microsoft Fixes Old Windows 10 Bug Affecting Parental Controls
  • OpenVPN 2.7 Released with Multi-Socket Support Explained
  • IPFire Launches Community-Driven DBL for Enhanced Domain Blocking
  • Beda BRIVA dan Rekening? Ini Penjelasannya!
  • Pahami Perbedaan Kode SIEX, SIPX, dan SISX dengan Mudah!
  • Arti SPT Sebelumnya Tidak Ada dari BPS yang Perlu Kalian Pahami
  • Kode Error 205 di BCA Mobile: Penyebab dan Solusi Lengkap
  • Solusi Cepat Saat Voucher Axis Tidak Bisa Diproses
  • Prompt AI Menyusun Script Pola Suara Karakter agar Brand Jadi Ikonik
  • Prompt AI untuk Merancang Karakter Brand yang Ikonik
  • Prompt AI Audit Konten Sesuai Karakter Brand
  • Prompt AI Merubah Postingan LinkedIn Jadi Ladang Diskusi dengan ChatGPT
  • Prompt AI: Paksa Algoritma LinkedIn Promosikan Konten Kalian
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
©2026 Tutorial emka | Design: Newspaperly WordPress Theme