Skip to content
Tutorial emka
Menu
  • Home
  • Debian Linux
  • Ubuntu Linux
  • Red Hat Linux
Menu
fortinet sso attack

Apa itu CVE-2020-12812? Ini Pengertian dan Bahaya Bug 2FA Bypass di Fortinet

Posted on January 5, 2026

CVE-2020-12812 adalah sebuah celah keamanan kritis yang menyerang sistem FortiOS pada perangkat firewall Fortinet, khususnya pada fitur SSL VPN. Masalah ini didefinisikan sebagai kerentanan improper authentication yang memungkinkan penyerang masuk ke jaringan tanpa perlu melewati verifikasi ganda atau Two-Factor Authentication (2FA), padahal fitur tersebut sudah diaktifkan.

Secara teknis, celah keamanan ini punya skor keparahan yang nggak main-main, yaitu 9.8 dari 10. Kerentanan ini terjadi karena sistem gagal melakukan validasi yang konsisten terhadap penulisan nama pengguna atau username. Jadi, kalau kalian mengubah penggunaan huruf kapital pada username saat melakukan login, sistem FortiOS yang belum dipatch bakal menganggap itu sebagai otentikasi yang sah tanpa menanyakan kode FortiToken atau 2FA lainnya. Kuranglebihnya, penyerang cuma perlu tau username dan password kalian, terus tinggal utak-atik huruf besar-kecilnya buat nge-bypass keamanan tambahan tersebut.

Masalah ini kayaknya masih jadi momok besar karena meski sudah ada perbaikannya sejak Juli 2020, data terbaru menunjukkan masih ada sekitar 10.000 firewall Fortinet yang terbuka di internet dan belum dipatch. Rasanya agak mengkhawatirkan karena kelompok peretas kelas kakap, termasuk yang didukung negara, sering banget manfaatin celah ini buat naruh backdoor atau malware kayak Coathanger di jaringan militer maupun instansi pemerintah. Sepertinya, konfigurasi yang pakai LDAP (Lightweight Directory Access Protocol) paling sering jadi incaran empuk para penyerang belakangan ini.

Kalau kalian merasa perangkat di kantor atau organisasi kalian masih pakai versi lama, jangan ditunda-tunda lagi. Berikut adalah langkah-langkah yang harus kalian lakukan buat mengamankan perangkat Fortinet:

  1. Cek Versi FortiOS yang Digunakan
    Langkah pertama yang paling krusial adalah memastikan versi sistem operasi kalian. Celah ini menyerang FortiOS versi 6.4.0, versi 6.2.3 kebawah, dan versi 6.0.9 kebawah. Jika masih di versi itu, kalian dalam posisi bahaya.
  2. Lakukan Update Patch Segera
    Kalian wajib melakukan pembaruan ke versi yang sudah aman. Fortinet sudah merilis perbaikannya di versi 6.4.1, 6.2.4, dan 6.0.10. Ini adalah solusi permanen paling efektif buat nutup lubang 2FA bypass tersebut.
  3. Matikan Fitur Username Case Sensitivity
    Seandainya kalian belum bisa melakukan update atau patching secepatnya karena alasan teknis, ada solusi sementara. Kalian bisa mematikan pengaturan sensitivitas huruf pada username. Ini dilakukan buat mencegah trik pengubahan huruf kapital yang dipakai penyerang untuk melewati 2FA.
  4. Audit Log Akses SSL VPN
    Coba periksa kembali log aktivitas di perangkat kalian. Perhatikan kalau ada percobaan login yang mencurigakan, terutama yang polanya aneh pada penulisan nama pengguna. Hal ini penting buat mastiin nggak ada penyusup yang sudah terlanjur masuk sebelum kalian sadar.

Melihat fakta bahwa celah ini sudah berumur lima tahun tapi masih terus dieksploitasi, kita bisa belajar kalau manajemen patching itu bukan cuma soal teknis, tapi soal kedisiplinan. Jangan sampai infrastruktur yang kalian bangun susah payah jebol cuma gara-gara satu bug yang sebenernya sudah ada obatnya. Penyerang itu nggak pernah capek buat nyari celah lama yang terlupakan, apalagi kalau targetnya punya akses ke data sensitif. Rekomendasi saya, segera buat jadwal rutin untuk audit keamanan perangkat jaringan kalian biar nggak kecolongan sama serangan yang polanya sudah basi tapi tetap mematikan kayak gini. Kira-kiranya begitulah kondisi keamanan Fortinet saat ini yang harus kita waspadai bareng-bareng. Terimakasih sudah menyimak bahasan kali ini, rekan-rekanita.

Recent Posts

  • How to Enable New Run Dialog in Windows 11
  • How to Disable AI Features in Firefox 148
  • Git 2.53: What’s New?
  • Linux From Scratch Ditches Old System V init
  • How to Maintained the SSD with TRIM
  • What is CVE-2024-21009? Microsoft Office Security Serious Bug
  • Windows 11 Shutdown Problems: Why Your PC Won’t Turn Off (and What Microsoft’s Doing)
  • What is the Steam Overlay Error?
  • Why Your Computer Thinks Winaero Tweaker is Bad (and Why It’s Probably Wrong!)
  • What is Origami Linux? A Super-Safe, Unchangeable Computer System!
  • Why Does OneNote Freeze? Easy Fixes for Typing & Drawing Problems!
  • What is Protected File System (PFS) in Windows 11?
  • Linux News Roundup February 2026
  • How to Install JellyFin Media Server on Samsung TV with TizenOS
  • Why OneNote Clears Your Notes
  • AMD NPU Monitoring on Linux: A Beginner’s Guide to AI Chip Tracking!
  • How to Fix AMD Adrenalin’s Game Detection Issues on Windows
  • Greg Kroah-Hartman Wins Multiple Award at European Open Source Awards!
  • What are Microsoft Copilot Reminders?
  • What’s New in Plasma 6.7? Quick Notification History Clear-Up!
  • Awesome Alternatives to Microsoft Defender Application Guard (MDAG)
  • How tto Enable DLSS 4 & 5 for Your GPU
  • Backlinks: Why They’re Super Important for Your Website!
  • Gnome’s Smart Windows: Tiling Shell 17.3 Makes Organizing Your Screen Easier!
  • How to Replace Notepad with Microsoft Edit
  • Cara Mengatasi Video Nest Cam Bermasalah dan Video Hilang
  • iTunes Masih Jadi Rajanya Music? Ini Faktanya!
  • Google Home Smart Button Makin Canggih: Kini Otomatisasi Lebih Fleksibel!
  • F1: The Movie Raih Grammy! Tak Terduga, Kalahkan Bintang Country Ternama
  • Blokir Situs Judi Online: Lindungi Diri & Keluarga dari Dampak Negatif
  • Cara Membuat Podcast dari PDF dengan NotebookLlama dan Groq
  • Tutorial Membuat Sistem Automatic Content Recognition (ACR) untuk Deteksi Logo
  • Apa itu Google Code Wiki?
  • Cara Membuat Agen AI Otomatis untuk Laporan ESG dengan Python dan LangChain
  • Cara Membuat Pipeline RAG dengan Framework AutoRAG
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
©2026 Tutorial emka | Design: Newspaperly WordPress Theme