Skip to content
Tutorial emka
Menu
  • Home
  • Debian Linux
  • Ubuntu Linux
  • Red Hat Linux
Menu
ransomhouse mario

Apa itu RansomHouse Mario? Ini Pengertian dan Mengenal Versi Baru ‘Mario’ yang Makin Bahaya

Posted on January 9, 2026

RansomHouse adalah sebuah operasi kejahatan siber berbasis Ransomware-as-a-Service (RaaS) yang pertama kali muncul pada Desember 2021 sebagai kelompok pemerasan data. Singkatnya, RansomHouse adalah model bisnis di mana pengembang menyediakan infrastruktur dan alat enkripsi untuk digunakan oleh afiliasi dalam mengunci data korban dan memeras tebusan dengan pembagian keuntungan tertentu.

Kayaknya kelompok ini nggak mau main-main lagi soal teknis serangan mereka. Sepertinya mereka baru saja melakukan pembaruan besar pada alat enkripsi miliknya, beralih dari teknik linear fase tunggal yang tergolong simpel ke metode multi-layer yang jauh lebih rumit. Varian baru ini dijuluki sebagai ‘Mario’. Berikut adalah rincian teknis mengenai apa saja yang berubah dari alat enkripsi mereka:

  1. Transformasi Data Dua Tahap:
    Kalau versi sebelumnya cuma pakai satu tahap, Mario ini beralih ke transformasi dua tahap yang menggunakan dua kunci sekaligus. Kunci primernya sebesar 32-byte dan kunci sekundernya 8-byte. Begitunya, tingkat entropi atau kerumitan enkripsinya jadi makin tinggi. Hal ini bikin proses pemulihan data sebagian jadi makin susah buat dilakukan oleh tim forensik.
  2. Strategi Pemrosesan Berkas Dinamis:
    Mereka menerapkan dynamic chunk sizing dengan ambang batas sekitar 8GB dan teknik intermittent encryption (enkripsi yang dilakukan secara berselang-seling). Kira-kiranya, metode ini bikin analisis statis jadi nggak berdaya karena alur kerjanya nggak linear. Mereka pakai perhitungan matematika yang rumit buat menentukan urutan pemrosesan file, tergantung dari ukuran masing-masing file tersebut.
  3. Optimasi Layout Memori dan Buffer:
    Ada peningkatan signifikan pada cara Mario mengatur memori. Sekarang mereka menggunakan beberapa buffer khusus untuk setiap tahap enkripsi atau peran tertentu. Sebegitu rapinya organisasi memori ini, rasanya Mario jadi jauh lebih stabil dan efisien saat dijalankan di lingkungan target yang modern dibandingkan versi pendahulunya.
  4. Log File yang Lebih Informatif:
    Varian baru ini sekarang mencetak informasi yang jauh lebih detail saat memproses file. Kalau dulu cuma sekadar bilang “tugas selesai”, sekarang teknisnya lebih transparan di sisi mereka, sehingga para pelaku bisa memantau mana saja file yang berhasil dikunci dengan lebih presisi.
  5. Target Spesifik pada File VM:
    Mario masih fokus menyasar file-file pada mesin virtual (VM). Setelah file berhasil dienkripsi, ekstensinya bakal berubah jadi .emario. Mereka juga otomatis naruh catatan tebusan berjudul How To Restore Your Files.txt di setiap folder yang terdampak.

Melihat perkembangan RansomHouse lewat varian Mario ini, sepertinya strategi mereka makin fokus ke arah efisiensi dan penghindaran deteksi daripada sekadar mencari jumlah korban yang banyak. Mereka mungkin bukan yang paling aktif di pasaran, tapi alat-alat yang dikembangkan kayak MrAgent buat mengunci banyak VMware ESXi sekaligus itu sudah menunjukkan kalau mereka sangat berbahaya. Rekomendasinya, kalian harus lebih memperketat keamanan di sektor virtualisasi dan jangan pernah mengabaikan pembaruan sistem keamanan rutin. Segitunya niat para peretas buat berkembang, kita nggak boleh kalah sigap dalam memitigasi risiko enkripsi yang makin canggih ini.

Terima kasih sudah menyimak pembahasan mendalam mengenai cara kerja varian ransomware terbaru ini. Kuranglebihnya mohon dimaklumi jika ada penjelasan yang terlalu teknis, semoga informasi ini bisa jadi pengingat buat kita semua untuk tetap waspada, rekan-rekanita.

Recent Posts

  • How to Enable New Run Dialog in Windows 11
  • How to Disable AI Features in Firefox 148
  • Git 2.53: What’s New?
  • Linux From Scratch Ditches Old System V init
  • How to Maintained the SSD with TRIM
  • What is CVE-2024-21009? Microsoft Office Security Serious Bug
  • Windows 11 Shutdown Problems: Why Your PC Won’t Turn Off (and What Microsoft’s Doing)
  • What is the Steam Overlay Error?
  • Why Your Computer Thinks Winaero Tweaker is Bad (and Why It’s Probably Wrong!)
  • What is Origami Linux? A Super-Safe, Unchangeable Computer System!
  • Why Does OneNote Freeze? Easy Fixes for Typing & Drawing Problems!
  • What is Protected File System (PFS) in Windows 11?
  • Linux News Roundup February 2026
  • How to Install JellyFin Media Server on Samsung TV with TizenOS
  • Why OneNote Clears Your Notes
  • AMD NPU Monitoring on Linux: A Beginner’s Guide to AI Chip Tracking!
  • How to Fix AMD Adrenalin’s Game Detection Issues on Windows
  • Greg Kroah-Hartman Wins Multiple Award at European Open Source Awards!
  • What are Microsoft Copilot Reminders?
  • What’s New in Plasma 6.7? Quick Notification History Clear-Up!
  • Awesome Alternatives to Microsoft Defender Application Guard (MDAG)
  • How tto Enable DLSS 4 & 5 for Your GPU
  • Backlinks: Why They’re Super Important for Your Website!
  • Gnome’s Smart Windows: Tiling Shell 17.3 Makes Organizing Your Screen Easier!
  • How to Replace Notepad with Microsoft Edit
  • Cara Mengatasi Video Nest Cam Bermasalah dan Video Hilang
  • iTunes Masih Jadi Rajanya Music? Ini Faktanya!
  • Google Home Smart Button Makin Canggih: Kini Otomatisasi Lebih Fleksibel!
  • F1: The Movie Raih Grammy! Tak Terduga, Kalahkan Bintang Country Ternama
  • Blokir Situs Judi Online: Lindungi Diri & Keluarga dari Dampak Negatif
  • Cara Membuat Podcast dari PDF dengan NotebookLlama dan Groq
  • Tutorial Membuat Sistem Automatic Content Recognition (ACR) untuk Deteksi Logo
  • Apa itu Google Code Wiki?
  • Cara Membuat Agen AI Otomatis untuk Laporan ESG dengan Python dan LangChain
  • Cara Membuat Pipeline RAG dengan Framework AutoRAG
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
©2026 Tutorial emka | Design: Newspaperly WordPress Theme