Skip to content
Tutorial emka
Menu
  • Home
  • Debian Linux
  • Ubuntu Linux
  • Red Hat Linux
Menu
forticloud sso

Apa itu Kerentanan FortiCloud SSO? Ini Pengertian dan Bahayanya

Posted on January 8, 2026

Kerentanan FortiCloud SSO adalah sebuah celah keamanan kritis pada perangkat Fortinet yang memungkinkan peretas melewati proses autentikasi resmi secara ilegal. Masalah ini, yang secara teknis diidentifikasi lewat kode CVE-2025-59718 dan CVE-2025-59719, berpotensi memberikan akses administratif penuh kepada pihak luar tanpa memerlukan kata sandi valid sedikit pun pada sistem yang terdampak.

Secara lebih teknisnya, masalah ini menyerang fitur Single Sign-On (SSO) yang terhubung dengan layanan FortiCloud. Menurut laporan terbaru, ada sekitar 25.000 hingga 30.000 perangkat Fortinet di seluruh dunia yang terdeteksi masih terbuka aksesnya di internet dengan fitur FortiCloud SSO yang aktif. Kerentanan ini nggak main-main karena menyerang berbagai produk populer kayak FortiOS, FortiProxy, FortiSwitchManager, hingga FortiWeb. Para aktor ancaman atau peretas ini biasanya menggunakan sebuah teknik manipulasi pesan SAML (Security Assertion Markup Language) yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa untuk menipu sistem. Begitu mereka berhasil masuk, mereka bakal dapet akses level admin ke antarmuka manajemen web.

Efeknya sepertinya bakal sangat fatal kalau nggak segera ditangani. Begitu peretas masuk ke sistem, mereka bisa dengan mudahnya mengunduh file konfigurasi sistem yang sangat sensitif. Di dalam file itu, biasanya tersimpan informasi kayak tata letak jaringan, kebijakan firewall, hingga hashed password yang kuranglebihnya bisa dipecahkan kalau peretasnya punya niat sebegitu kuatnya. Shadowserver bahkan mencatat ribuan IP address di Amerika Serikat dan India sudah terpapar risiko ini, dan kayaknya angka ini masih bisa berkembang kalau para admin nggak segera bertindak.

Pemerintah melalui CISA pun sudah memasukkan celah ini ke dalam katalog kerentanan yang aktif dieksploitasi. Ini artinya, serangan di lapangan nyata-nyata sudah terjadi dan bukan sekadar teori lagi. Mengingat riwayat Fortinet yang sering jadi sasaran kelompok spionase siber kayak Volt Typhoon, rasanya keamanan perangkat ini harus jadi prioritas utama kalian sekarang juga.

Kalau kalian mengelola perangkat Fortinet, kira-kira ini langkah yang harus segera dilakukan supaya nggak jadi sasaran empuk:

  1. Cek Status Registrasi FortiCare
    Perlu kalian ketahui kalau fitur login FortiCloud SSO ini sebenernya nggak bakal aktif kecuali admin sudah mendaftarkan perangkatnya ke layanan dukungan FortiCare. Jadi, pastikan dulu apakah fitur ini memang aktif di perangkat kalian atau nggak.
  2. Segera Lakukan Update Patch
    Fortinet sebenarnya sudah merilis patch keamanan sejak tanggal 9 Desember lalu. Update-lah sistem FortiOS, FortiProxy, atau FortiWeb kalian ke versi terbaru yang sudah memperbaiki celah CVE-2025-59718 dan CVE-2025-59719 ini tanpa menunda-nunda lagi.
  3. Batasi Akses Antarmuka Manajemen
    Banyaknya perangkat yang terpapar kayaknya disebabkan karena interface manajemen web-nya dibiarkan terbuka ke internet publik. Usahakan untuk membatasi akses admin GUI ini hanya dari jaringan internal atau menggunakan VPN yang aman saja supaya nggak gampang dipindai oleh pihak luar.
  4. Audit File Konfigurasi dan Log
    Karena peretas biasanya mengincar file konfigurasi, coba cek log aktivitas kalian untuk melihat apakah ada aktivitas pengunduhan file sistem atau login yang mencurigakan dari lokasi yang nggak dikenal sebelumnya.

Melihat betapa cepatnya peretas memanfaatkan celah autentikasi ini, rasanya kita semua harus lebih sigap lagi dalam urusan pemeliharaan sistem keamanan. Kerentanan kayak gini sepertinya akan selalu menjadi incaran karena dampaknya yang sebegitu luas bagi infrastruktur perusahaan. Jangan sampai kelalaian kecil dalam melakukan update malah berujung pada kebocoran data yang masif dan merugikan banyak pihak nantinya. Pastikan kalian selalu memantau informasi terbaru dari vendor keamanan agar langkah mitigasi bisa diambil secepat mungkin. Terimakasih sudah membaca sampai selesai, rekan-rekanita. Mari kita tingkatkan kewaspadaan dan pastikan sistem tetap aman dari segala bentuk ancaman siber.

Recent Posts

  • How to Enable New Run Dialog in Windows 11
  • How to Disable AI Features in Firefox 148
  • Git 2.53: What’s New?
  • Linux From Scratch Ditches Old System V init
  • How to Maintained the SSD with TRIM
  • What is CVE-2024-21009? Microsoft Office Security Serious Bug
  • Windows 11 Shutdown Problems: Why Your PC Won’t Turn Off (and What Microsoft’s Doing)
  • What is the Steam Overlay Error?
  • Why Your Computer Thinks Winaero Tweaker is Bad (and Why It’s Probably Wrong!)
  • What is Origami Linux? A Super-Safe, Unchangeable Computer System!
  • Why Does OneNote Freeze? Easy Fixes for Typing & Drawing Problems!
  • What is Protected File System (PFS) in Windows 11?
  • Linux News Roundup February 2026
  • How to Install JellyFin Media Server on Samsung TV with TizenOS
  • Why OneNote Clears Your Notes
  • AMD NPU Monitoring on Linux: A Beginner’s Guide to AI Chip Tracking!
  • How to Fix AMD Adrenalin’s Game Detection Issues on Windows
  • Greg Kroah-Hartman Wins Multiple Award at European Open Source Awards!
  • What are Microsoft Copilot Reminders?
  • What’s New in Plasma 6.7? Quick Notification History Clear-Up!
  • Awesome Alternatives to Microsoft Defender Application Guard (MDAG)
  • How tto Enable DLSS 4 & 5 for Your GPU
  • Backlinks: Why They’re Super Important for Your Website!
  • Gnome’s Smart Windows: Tiling Shell 17.3 Makes Organizing Your Screen Easier!
  • How to Replace Notepad with Microsoft Edit
  • Cara Mengatasi Video Nest Cam Bermasalah dan Video Hilang
  • iTunes Masih Jadi Rajanya Music? Ini Faktanya!
  • Google Home Smart Button Makin Canggih: Kini Otomatisasi Lebih Fleksibel!
  • F1: The Movie Raih Grammy! Tak Terduga, Kalahkan Bintang Country Ternama
  • Blokir Situs Judi Online: Lindungi Diri & Keluarga dari Dampak Negatif
  • Cara Membuat Podcast dari PDF dengan NotebookLlama dan Groq
  • Tutorial Membuat Sistem Automatic Content Recognition (ACR) untuk Deteksi Logo
  • Apa itu Google Code Wiki?
  • Cara Membuat Agen AI Otomatis untuk Laporan ESG dengan Python dan LangChain
  • Cara Membuat Pipeline RAG dengan Framework AutoRAG
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
©2026 Tutorial emka | Design: Newspaperly WordPress Theme