Skip to content
Tutorial emka
Menu
  • Home
  • Debian Linux
  • Ubuntu Linux
  • Red Hat Linux
Menu
EtherRAT

React2Shell Jadi Mainan Baru Hacker Korut? Waspada Jebakan EtherRAT via Blockchain!

Posted on December 10, 2025

Kabar yang cukup bikin senam jantung datang buat kalian yang aktif di ekosistem React Server Components (RSC). Sepertinya, celah keamanan kritis React2Shell yang baru saja terekspos langsung dimanfaatkan sebegitunya oleh aktor ancaman yang punya jejak digital mengarah ke Korea Utara. Nggak main-main, mereka memperkenalkan implant jarak jauh yang belum pernah terdokumentasi sebelumnya bernama EtherRAT. Ini jelas bukan serangan iseng biasa, tapi operasi terencana yang sangat rapi.

Berdasarkan laporan terbaru dari Sysdig yang kami pelajari, EtherRAT ini punya cara kerja yang lumayan bikin geleng-geleng kepala. Kayaknya para pelaku ini sadar betul kalau metode konvensional mulai mudah terendus, makanya mereka beralih memanfaatkan smart contract Ethereum untuk resolusi Command-and-Control (C2). Jadi, alih-alih pakai domain biasa yang gampang diblokir, mereka pakai infrastruktur blockchain. Selain itu, malware ini juga mengunduh runtime Node.js-nya sendiri langsung dari nodejs.org, seolah-olah aktivitas legal.

Serangan ini kuranglebihnya punya kemiripan pola dengan kampanye jangka panjang yang diberi kode nama “Contagious Interview”. Bagi yang belum tahu, ini adalah skema jahat di mana developer Web3 atau blockchain dipancing lewat wawancara kerja palsu di LinkedIn atau Upwork, lalu disuruh mengerjakan tes koding yang ternyata berisi malware. Nah, beginilah kira-kiranya alur teknis bagaimana EtherRAT menyusup ke sistem kalian:

  1. Eksploitasi Celah Fatal (CVE-2025-55182)
    Serangan dimulai dengan memanfaatkan kerentanan RSC yang punya skor CVSS 10.0 (maksimal). Nggak butuh waktu lama, celah ini dipakai untuk mengeksekusi perintah shell yang di-encode Base64. Tujuannya sederhana tapi mematikan: mengunduh skrip shell awal.
  2. Penyiapan Lingkungan Eksekusi
    Skrip shell tadi ditarik menggunakan perintah curl (dengan wget atau python3 sebagai cadangan). Skrip ini didesain cukup pintar untuk menyiapkan “rumah” bagi malware dengan mengunduh Node.js v20.10.0 resmi. Setelah itu, ia menulis blob terenkripsi dan dropper JavaScript yang sudah diobfuskasi ke disk. Begitu selesai, skrip shell awal akan menghapus dirinya sendiri untuk menghilangkan jejak forensik.
  3. Peluncuran Payload & Teknik EtherHiding
    Tugas utama dropper adalah mendekripsi payload EtherRAT menggunakan kunci yang sudah di-hardcode. Uniknya, malware ini menggunakan teknik EtherHiding. Rasanya cerdik sekali, malware ini akan mengecek smart contract Ethereum setiap lima menit untuk mendapatkan URL server C2 terbaru. Jadi, kalau satu URL diblokir, operator tinggal update di blockchain, dan malware akan otomatis tahu.
  4. Mekanisme Konsensus RPC
    Ini bagian yang paling teknis. Sysdig mencatat implementasi unik berupa voting konsensus di sembilan endpoint RPC Ethereum publik. EtherRAT akan menanyakan kesembilan endpoint tersebut secara paralel dan memilih URL yang dikembalikan oleh mayoritas. Ini mencegah peneliti keamanan melakukan poisoning atau mengarahkan bot ke sinkhole hanya dengan menguasai satu endpoint.
  5. Persistensi yang Berlapis (Ngotot Banget!)
    Supaya akses nggak hilang saat komputer di-restart, mereka memasang lima mekanisme persistensi sekaligus: Systemd user service, entri autostart XDG, Cron jobs, injeksi .bashrc, dan injeksi profil. Segitunya niat mereka memastikan cengkeraman tetap kuat di sistem korban.

Pergeseran taktik ini juga terlihat pada varian baru kampanye Contagious Interview. Jika sebelumnya banyak bermain di ekosistem npm, sekarang sepertinya mereka mulai melirik Visual Studio Code (VS Code). Laporan dari OpenSourceMalware menunjukkan taktik baru di mana korban diminta meng-clone repositori berbahaya dari GitHub atau GitLab.

Begitu proyek tersebut dibuka di VS Code, file tasks.json yang sudah dimodifikasi dengan konfigurasi runOptions.runOn: ‘folderOpen’ akan otomatis berjalan. Ini memicu eksekusi perintah tanpa interaksi tambahan dari korban. Di Linux, ini berlanjut ke pengunduhan skrip vscode-bootstrap.sh yang kemudian menjadi landasan peluncuran untuk malware pencuri informasi seperti BeaverTail dan InvisibleFerret. Kami melihat adanya perpindahan infrastruktur hosting mereka ke Vercel secara eksklusif, meninggalkan layanan lain seperti Fly.io atau Render.

Melihat pola serangan yang berevolusi dari sekadar penambangan kripto oportunistik menjadi akses persisten jangka panjang, rasanya kita perlu lebih paranoid. Serangan ini menunjukkan bahwa React2Shell bukan sekadar celah kecil, tapi pintu gerbang bagi operasi spionase siber yang canggih. Pelaku ancaman ini, entah murni dari Korea Utara atau aktor lain yang meminjam tekniknya, jelas menargetkan rantai pasok perangkat lunak dengan presisi tinggi.

Sebagai penutup, rekan-rekanita sekalian perlu ekstra waspada, terutama jika bekerja di sektor pengembangan Web3 atau sering menerima tawaran kerja remote. Jangan asal buka repositori asing di VS Code tanpa memeriksa file konfigurasinya terlebih dahulu, terutama folder .vscode. Pastikan juga infrastruktur RSC kalian sudah ditambal dari celah CVE-2025-55182. Keamanan itu proses yang terus berjalan, jadi jangan lengah sedikitpun. Terima kasih sudah menyimak update keamanan minggu ini!

Sumber: thehackernews

Recent Posts

  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
  • Apa Itu ErrTraffic? Mengenal Platform ClickFix yang Bikin Website Jadi ‘Error’ Palsu
  • What is Reflex Framework? A Full-stack Python Framework
  • CloudFlare Acquired AstroJS!
  • How to Completely Remove AI Features from Windows 11 Explained
  • How to AI Fine-Tuning with a New Red Hat’s New Modular Tools
  • When to Use ChatGPT, Gemini, and Claude for Beginners
  • The Complete Roadmap to Becoming a Data Engineer: From Beginner to Pro Explained
  • Is OpenAI’s New Open Responses API: A Game Changer for Open Models?
  • The Top 5 Tech Certifications You Need for 2026 Explained
  • X.509 Certificates Explained for Beginners
  • How to Create a Local User on Windows 11: Bypass the Online Account Requirement Easily
  • Ini Kronologi Hacking ESA (European Space Agency) 2025
  • Apa itu Zoom Stealer? Ini Definisi dan Bahaya Tersembunyi di Balik Ekstensi Browser Kalian
  • Apa itu Skandal BlackCat Ransomware?
  • Grain DataLoader Python Library Explained for Beginners
  • Controlling Ansible with AI: The New MCP Server Explained for Beginners
  • Is Your Headset Safe? The Scary Truth Bluetooth Vulnerability WhisperPair
  • Dockhand Explained, Manage Docker Containers for Beginners
  • Claude Co-Work Explained: How AI Can Control Your Computer to Finish Tasks
  • Apa itu ToneShell? Backdoor atau Malware Biasa?
  • Apa itu Parrot OS 7? Ini Review dan Update Terbesarnya
  • NVIDIA Rubin Explained: The 6-Chip Supercomputer That Changes Everything
  • What is OpenEverest? The Future of Database Management on Kubernetes
  • Ketemu Link Video Viral ‘Petualangan Ustadzah Rahma’? Hati-hati, Kamu Bisa Dihack
  • Ikon Mic Roblox Hilang? Gini Caranya Mengaktifkan Kembali Voice Chat Biar Bisa Mabar Lagi!
  • Ini Cara Hapus Rombel Ganda di EMIS 4.0 yang Nggak Muncul Tombol Hapus
  • Inilah Kenapa Data Info GTK Kalian Nggak Berubah Padahal Dapodik Udah Sinkron
  • Belum Tahu CoreTax? Ini Trik Supaya Affiliator Lancar Lapor SPT Tahunan 2025 Tanpa Ribet
  • Tutorial Python Deepseek Math v2
  • Cara Menggunakan SAM3D untuk Segmentasi dan Pembuatan Model 3D dari Teks
  • Cara Membuat AI Agent Super Cerdas dengan DeepAgents dan LangGraph
  • Perbedaan GPU vs TPU, Mana yang Terbaik
  • Tutorial Langfuse: Pantau & Optimasi Aplikasi LLM
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
  • Apa Itu ErrTraffic? Mengenal Platform ClickFix yang Bikin Website Jadi ‘Error’ Palsu
  • Ini Kronologi Hacking ESA (European Space Agency) 2025
  • Apa itu Zoom Stealer? Ini Definisi dan Bahaya Tersembunyi di Balik Ekstensi Browser Kalian
©2026 Tutorial emka | Design: Newspaperly WordPress Theme