Skip to content
Tutorial emka
Menu
  • Home
  • Debian Linux
  • Ubuntu Linux
  • Red Hat Linux
Menu

Gila! Tembus 2,1 Miliar Dolar, Ini Fakta Mengerikan Pembayaran Ransomware Tiga Tahun Terakhir

Posted on December 10, 2025

Pernah nggak kalian bayangkan berapa banyak uang tunai yang sebenarnya mengalir ke kantong para kriminal siber dalam waktu singkat? Angkanya sukses bikin geleng kepala. Laporan terbaru dari pemerintah AS baru saja membuka mata kita lebar-lebar soal betapa masifnya industri pemerasan digital ini, dan rasanya angka triliunan rupiah yang hilang itu bukan sekadar statistik kosong, tapi peringatan keras buat infrastruktur IT kita.

Berdasarkan laporan dari Jaringan Penegakan Kejahatan Keuangan Departemen Keuangan AS (FinCEN), terungkap bahwa perusahaan-perusahaan telah menggelontorkan lebih dari $2,1 miliar (sekitar Rp33 triliun) dalam bentuk pembayaran ransomware hanya dari Januari 2022 hingga Desember 2024. Studi ini mencakup analisis terhadap 4.194 insiden yang dilaporkan melalui Bank Secrecy Act. Yang bikin merinding, angka dalam periode tiga tahun ini nyaris menyalip total seluruh laporan dan pembayaran dari sembilan tahun sebelumnya (2013-2021), di mana saat itu tercatat “hanya” sekitar $2,4 miliar. Kayaknya, percepatan eskalasi serangan ini sudah di luar nalar.

Kalau kita bedah per tahun, 2023 sepertinya menjadi tahun pesta pora bagi para peretas. Laporan tersebut menemukan bahwa pembayaran ransomware mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di tahun tersebut, dengan sekitar $1,1 miliar masuk ke dompet digital hacker—sebuah lonjakan gila-gilaan sebesar 77% dibandingkan tahun 2022. Median pembayaran tebusan pun memuncak di tahun 2023 pada angka $174.000, jauh lebih tinggi dibanding $124.097 di tahun 2022. Sebegitunya mereka menekan korban hingga mau membayar angka fantastis tersebut demi data yang disandera.

Namun, ada sedikit kabar baik di tengah badai ini. Memasuki tahun 2024, terlihat adanya penurunan insiden yang cukup terasa. Setelah melihat 1.512 insiden di 2023, laporan turun menjadi 1.476 di tahun 2024 dengan total pembayaran sekitar $734 juta. Penurunan ini kuranglebihnya merupakan hasil kerja keras penegak hukum yang berhasil melakukan takedown terhadap infrastruktur geng besar seperti ALPHV dan LockBit. Rasanya upaya global mulai membuahkan hasil, meskipun perang belum berakhir.

Bicara soal pelaku, dari 267 geng ransomware yang dilacak, ada beberapa nama “selebriti” dunia hitam yang paling dominan. Varian ransomware dengan pembayaran kumulatif tertinggi menyumbang $1,5 miliar selama periode 2022-2024. Berikut adalah peta kekuatan mereka:

  • ALPHV/BlackCat: Meraup hampir $400 juta.
  • LockBit: Mengumpulkan total tebusan $252,4 juta.
  • Black Basta: Membawa pulang $137,7 juta.
  • Hive: Meskipun totalnya $96,3 juta, mereka memegang rekor nilai insiden median tertinggi sebesar $411.283.
  • Akira: Paling rajin menyerang dengan jumlah laporan terbanyak (376 insiden).

Kami juga menyoroti bagaimana pola transaksi mereka. Sekitar 97% pembayaran dilakukan menggunakan Bitcoin. Begitunya mereka bergantung pada cryptocurrency ini, ditambah penggunaan bursa kripto yang tidak teregulasi untuk mencuci dana haram tersebut. Sektor yang paling sering jadi bulan-bulanan mereka adalah jasa keuangan, manufaktur, dan industri kesehatan. Kasus-kasus besar seperti serangan terhadap UnitedHealth, ICBC, hingga pemerintah kota Dallas menjadi bukti bahwa tidak ada entitas yang benar-benar kebal. Bahkan, satuan tugas internasional yang dipimpin AS pun masih menghadapi kendala besar karena mayoritas geng ini beroperasi dari Rusia atau negara lain yang enggan mengekstradisi warganya.

Dari perspektif praktis, data ini menunjukkan bahwa ekosistem ransomware terus berevolusi dengan kecepatan yang menakutkan. Meskipun ada penurunan di 2024, nilai kerugian yang masih di angka ratusan juta dolar membuktikan bahwa ancaman ini belum akan hilang dalam waktu dekat. Bagi kita di komunitas IT, ini adalah sinyal untuk tidak pernah lengah dalam melakukan patching, backup berkala yang terisolasi, dan edukasi pengguna. Jangan sampai kita atau perusahaan tempat kita bernaung menjadi penyumbang statistik di laporan FinCEN berikutnya. Terima kasih sudah menyimak ulasan ini, tetap waspada dan amankan sistem kalian, rekan-rekanita!

Sumber: therecord

Recent Posts

  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
  • Apa Itu ErrTraffic? Mengenal Platform ClickFix yang Bikin Website Jadi ‘Error’ Palsu
  • What is Reflex Framework? A Full-stack Python Framework
  • CloudFlare Acquired AstroJS!
  • How to Completely Remove AI Features from Windows 11 Explained
  • How to AI Fine-Tuning with a New Red Hat’s New Modular Tools
  • When to Use ChatGPT, Gemini, and Claude for Beginners
  • The Complete Roadmap to Becoming a Data Engineer: From Beginner to Pro Explained
  • Is OpenAI’s New Open Responses API: A Game Changer for Open Models?
  • The Top 5 Tech Certifications You Need for 2026 Explained
  • X.509 Certificates Explained for Beginners
  • How to Create a Local User on Windows 11: Bypass the Online Account Requirement Easily
  • Ini Kronologi Hacking ESA (European Space Agency) 2025
  • Apa itu Zoom Stealer? Ini Definisi dan Bahaya Tersembunyi di Balik Ekstensi Browser Kalian
  • Apa itu Skandal BlackCat Ransomware?
  • Grain DataLoader Python Library Explained for Beginners
  • Controlling Ansible with AI: The New MCP Server Explained for Beginners
  • Is Your Headset Safe? The Scary Truth Bluetooth Vulnerability WhisperPair
  • Dockhand Explained, Manage Docker Containers for Beginners
  • Claude Co-Work Explained: How AI Can Control Your Computer to Finish Tasks
  • Apa itu ToneShell? Backdoor atau Malware Biasa?
  • Apa itu Parrot OS 7? Ini Review dan Update Terbesarnya
  • NVIDIA Rubin Explained: The 6-Chip Supercomputer That Changes Everything
  • What is OpenEverest? The Future of Database Management on Kubernetes
  • Ketemu Link Video Viral ‘Petualangan Ustadzah Rahma’? Hati-hati, Kamu Bisa Dihack
  • Ikon Mic Roblox Hilang? Gini Caranya Mengaktifkan Kembali Voice Chat Biar Bisa Mabar Lagi!
  • Ini Cara Hapus Rombel Ganda di EMIS 4.0 yang Nggak Muncul Tombol Hapus
  • Inilah Kenapa Data Info GTK Kalian Nggak Berubah Padahal Dapodik Udah Sinkron
  • Belum Tahu CoreTax? Ini Trik Supaya Affiliator Lancar Lapor SPT Tahunan 2025 Tanpa Ribet
  • Tutorial Python Deepseek Math v2
  • Cara Menggunakan SAM3D untuk Segmentasi dan Pembuatan Model 3D dari Teks
  • Cara Membuat AI Agent Super Cerdas dengan DeepAgents dan LangGraph
  • Perbedaan GPU vs TPU, Mana yang Terbaik
  • Tutorial Langfuse: Pantau & Optimasi Aplikasi LLM
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
  • Apa Itu ErrTraffic? Mengenal Platform ClickFix yang Bikin Website Jadi ‘Error’ Palsu
  • Ini Kronologi Hacking ESA (European Space Agency) 2025
  • Apa itu Zoom Stealer? Ini Definisi dan Bahaya Tersembunyi di Balik Ekstensi Browser Kalian
©2026 Tutorial emka | Design: Newspaperly WordPress Theme