Banyak yang bertanya-tanya, bisa nggak sih sebenarnya kita main OnlyFans tanpa ketahuan identitas aslinya? Entah kalian berniat jadi kreator atau sekadar penikmat konten, privasi rasanya jadi hal yang paling mahal di sini. Sayangnya, jawaban singkatnya agak rumit. Kalian harus paham dulu risiko dan cara kerja sistem verifikasinya sebelum benar-benar terjun, supaya nggak menyesal belakangan.
Pada dasarnya, menjadi anonim seratus persen di mata sistem OnlyFans itu kayaknya mustahil. Baik kreator maupun penggemar (fans) wajib melewati proses verifikasi yang cukup ketat. Salah satu syarat utamanya adalah mengunggah kartu identitas resmi yang dikeluarkan pemerintah (seperti KTP atau Paspor). Secara otomatis, kalian harus menyerahkan informasi pribadi yang sangat esensial. Namun, kabar baiknya bagi para fans, data ini biasanya cuma dipakai untuk keperluan verifikasi usia dan identitas, bukan untuk dipajang di profil publik.
Bagi kreator, tantangannya jauh lebih berat. Menjaga anonimitas rasanya cukup tricky, apalagi kalau konten yang dibuat memperlihatkan wajah atau menggunakan nama asli. Bahkan, meskipun kalian nggak menampakkan wajah, kalau kalian meninggalkan jejak digital atau “remah-remah” informasi soal kehidupan pribadi, ada peluang besar konten tersebut bisa bocor ke publik. Semakin besar audiens kalian, semakin besar pula risiko terkena doxxing (penyebaran informasi pribadi). Makanya, kami sangat menyarankan kalian untuk benar-benar hati-hati.
Terkait data apa saja yang dikumpulkan, OnlyFans membedakan perlakuan antara fans dan kreator. Berikut adalah gambaran detail mengenai data yang biasanya diminta dan disimpan:
- Identitas Dasar: Nama lengkap, alamat email, nomor telepon, tanggal lahir, dan foto selfie dengan KTP diminta dari kedua belah pihak (fans dan kreator).
- Informasi Finansial & Lokasi: Kreator wajib menyetor alamat pos, tempat lahir, akun media sosial, nomor jaminan sosial (jika di AS), dan info rekening bank. Fans hanya perlu memberikan info pembayaran (kartu kredit) dan alamat penagihan.
- Data Teknis: Alamat IP dan informasi perangkat (jenis HP/Laptop) yang kalian gunakan akan direkam oleh sistem untuk keamanan.
Secara detail bisa dilihat di tabel berikut:
| Data | Fans | Creators |
| Full name | ❌ | ✅ |
| Email address | ✅ | ✅ |
| Postal address | ❌ | ✅ |
| Phone number | ✅ | ✅ |
| Date of birth | ✅ | ✅ |
| Place of birth | ❌ | ✅ |
| Government-issued ID | ✅ | ✅ |
| Image (selfie) | ✅ | ✅ |
| Credit card info | ❌ | ❌ |
| Social media handles | ❌ | ✅ |
| Social Security number (SSN) | ❌ | ✅ |
| Billing address | ✅ | ✅ |
| IP address | ✅ | ✅ |
| Device information | ✅ | ✅ |
Satu hal yang perlu kalian catat, untuk fans, sebagian besar informasi sensitif ini dikelola oleh pihak ketiga yang melayani verifikasi, bukan disimpan langsung oleh database OnlyFans. Secara teori, ini memberikan lapisan keamanan ekstra jika sewaktu-waktu OnlyFans kena retas. Namun, kreator harus rela data mereka dipegang lebih lengkap oleh OnlyFans untuk keperluan legal dan pembayaran.
Lalu, apakah kreator bisa melihat data pribadi fans? Jawabannya, sepertinya nggak sedalam itu. Kreator hanya bisa melihat informasi yang kalian setel ke publik, seperti username dan bio. Mereka nggak punya akses ke alamat email, info kartu kredit, atau selfie verifikasi kalian. Ini adalah batas pertahanan yang cukup baik. Tapi ingat, privasi kalian bisa bobol kalau kalian sendiri yang “ember” alias terlalu banyak berbagi info di chat pribadi.
Jika kalian ingin tetap aman dan menjaga anonimitas sebaik mungkin saat menggunakan platform ini, berikut adalah langkah-langkah yang sebaiknya kalian terapkan:
- Gunakan Nama Samaran (Pseudonym): Jangan pernah menggunakan nama asli di profil publik. Pilihlah nama panggung atau julukan yang sama sekali tidak berhubungan dengan nama legal kalian.
- Hindari Membagi Info Sensitif: Baik di bio maupun di percakapan pribadi (DM), jangan pernah menyebutkan lokasi spesifik, tempat kerja, atau detail keluarga. Sekali terkirim, kalian kehilangan kendali atas informasi tersebut.
- Gunakan Email Terpisah: Buatlah alamat email khusus yang hanya digunakan untuk OnlyFans. Jangan gabungkan dengan email utama yang terhubung ke akun bank atau media sosial pribadi kalian.
- Perhatikan Latar Belakang Foto/Video: Bagi kreator, pastikan tidak ada benda unik, pemandangan luar jendela, atau surat-surat yang bisa mengidentifikasi lokasi rumah kalian.
Kesimpulannya, bermain di OnlyFans memang membutuhkan kewaspadaan ekstra. Meskipun sistem menjamin kerahasiaan data verifikasi, risiko kebocoran data atau human error dari sisi pengguna tetap ada. Sepertinya, kunci utamanya ada pada kedisiplinan kalian dalam memilah informasi mana yang layak konsumsi publik dan mana yang harus disimpan rapat-rapat. Jangan sampai kenyamanan kalian terganggu hanya karena kurang teliti dalam menjaga jejak digital.
Terima kasih sudah membaca ulasan ini rekan-rekanita, semoga kalian bisa lebih bijak dalam berselancar di dunia maya dan mengambil langkah pengamanan yang tepat.
