Skip to content
Tutorial emka
Menu
  • Home
  • Debian Linux
  • Ubuntu Linux
  • Red Hat Linux
Menu
Windows 10

Masih Pakai Windows 10? Cek Update KB5071546 Ini, Penting Buat Tambal Celah Fatal di PowerShell!

Posted on December 10, 2025

Kabar penting buat kalian yang masih bertahan menggunakan Windows 10, khususnya versi Enterprise LTSC atau yang terdaftar dalam program ESU. Microsoft baru saja merilis update KB5071546 yang membawa perbaikan masif. Nggak tanggung-tanggung, ada 57 celah keamanan yang ditambal, termasuk tiga kerentanan zero-day yang cukup ngeri kalau dibiarkan. Rasanya ini momen yang pas buat cek sistem kalian sekarang juga sebelum ada insiden yang nggak diinginkan.

Kalau kalian menjalankan Windows 10 Enterprise LTSC atau memang ikut program Extended Security Update (ESU), proses instalasinya sebenarnya standar aja kayak biasanya. Cukup masuk ke menu Settings, klik Windows Update, terus lakukan Check for Updates secara manual. Karena sifat update ini adalah mandatory alias wajib, sistem bakal otomatis mengunduh dan meminta kalian melakukan restart begitu prosesnya selesai. Jadi, pastikan kerjaan kalian sudah disimpan aman biar nggak hilang mendadak saat PC minta reboot.

Setelah update ini terpasang dengan sukses, build number Windows kalian bakal berubah. Untuk pengguna Windows 10 biasa akan berada di build 19045.6691, sedangkan versi Enterprise LTSC 2021 bakal di-update ke build 19044.6691. Perlu diingat, Microsoft kayaknya emang udah “tutup buku” soal fitur baru buat Windows 10. Jadi, isi update KB5071546 ini murni berisi perbaikan keamanan dan bug fixes dari update-update sebelumnya yang mungkin sempat bikin masalah. Kami nggak menemukan fitur kosmetik baru di sini, semuanya soal memperkuat benteng pertahanan OS.

Nah, ini bagian paling krusial yang perlu kalian perhatikan. Dengan rilis ini, Microsoft menyoroti satu perbaikan spesifik terkait Remote Code Execution (RCE) di PowerShell yang dilabeli sebagai CVE-2025-54100. Celah ini memungkinkan skrip jahat yang tertanam di halaman web buat dieksekusi begitu saja saat halaman itu diambil menggunakan perintah Invoke-WebRequest. Bahaya banget, kan? Bayangkan kalian cuma mau scrape data web, eh malah kena injeksi malware.

Security Warning: Script Execution Risk
Invoke-WebRequest parses the content of the web page. Script code in the web page might be run when the page is parsed.
      RECOMMENDED ACTION:
      Use the -UseBasicParsing switch to avoid script code execution.
      Do you want to continue?
			```
 
 
For additional details, see [KB5074596: PowerShell 5.1: Preventing script execution from web content](https://support.microsoft.com/help/5072034).

Makanya, di PowerShell 5.1 (yang jadi bawaan default Windows 10), sekarang bakal muncul peringatan keamanan kalau kalian pakai perintah tersebut. Microsoft sepertinya nggak mau ambil risiko skrip di halaman web tereksekusi tanpa izin eksplisit dari kalian. Perubahan perilaku ini mungkin bakal bikin kaget beberapa sysadmin yang biasa jalanin skrip otomatis, tapi ini langkah preventif yang masuk akal.

Biar kalian nggak bingung menghadapi perubahan perilaku di PowerShell pasca-update ini, berikut adalah detail langkah dan penjelasannya:

  1. Pahami Munculnya Peringatan Baru
    Saat kalian menjalankan perintah Invoke-WebRequest, PowerShell sekarang bakal menampilkan pesan: “Security Warning: Script Execution Risk”. Jangan panik, ini bukan error sistem, tapi fitur pengaman baru. Sistem mendeteksi adanya potensi skrip yang bisa jalan saat parsing konten web dilakukan.
  2. Baca Opsi Konfirmasi dengan Teliti
    Kalian bakal dikasih pilihan buat lanjut atau batal. Pesannya jelas memperingatkan bahwa “Script code in the web page might be run when the page is parsed.” Kalau kalian yakin situsnya 100% aman (misalnya intranet kantor), mungkin bisa lanjut. Tapi kalau sumbernya dari internet antah-berantah, mending batalkan saja request-nya.
  3. Gunakan Parameter -UseBasicParsing (Sangat Disarankan)
    Ini solusi paling aman dan praktis yang kami rekomendasikan. Kalau kalian cuma butuh mengambil konten HTML web tanpa perlu melakukan parsing DOM yang kompleks atau menjalankan skrip di dalamnya, tambahkan argumen -UseBasicParsing di perintah kalian. Contohnya: Invoke-WebRequest -Uri “http://target-situs.com” -UseBasicParsing. Cara ini bakal memblokir eksekusi skrip tertanam secara otomatis.
  4. Cek Dokumentasi Tambahan di KB5074596
    Buat kalian yang kerjanya memang ngulik skrip seharian, kayaknya perlu baca advisory resmi Microsoft di KB5074596. Di sana dijelaskan lebih teknis soal kapan harus pakai flag ini biar skrip otomasi kalian nggak macet gara-gara pop-up peringatan keamanan tadi.

Dari perspektif keamanan praktis, update KB5071546 ini rasanya bukan sesuatu yang bisa ditunda-tunda. Meskipun cuma berlabel “security update”, dampak dari celah RCE di PowerShell itu fatal banget kalau sampai dimanfaatkan peretas yang menargetkan celah web. Kami melihat langkah Microsoft nambahin prompt peringatan itu sudah sangat tepat, meskipun kuranglebihnya bakal sedikit mengganggu workflow kalian yang terbiasa serba otomatis tanpa notifikasi. Begitunya update ini masuk ke sistem, biasakanlah untuk selalu menyelipkan parameter -UseBasicParsing buat skrip yang nggak butuh interaksi kompleks demi keamanan data kalian. Segitunya aja analisis kami minggu ini, segera amankan aset digital kalian sebelum terlambat.

Sumber: bleepingcomputer

Recent Posts

  • How to SSH Hardening 2026
  • How to Add Password Protection to GRUB
  • Linux Kernel Hardening: Command-line Lockdown
  • Make Linux Kernel More Safe and Hardening with Sysctl Easy Way
  • How to Lockdown Root & Wheel Group in Linux
  • How to Secure Sudo in Linux (Secure Sudo Logging & Timeout)
  • Make Fedora Login Safe with Authselect and Faillock
  • How Measure Linux Security Use OpenSCAP Lynis and Systemd
  • SELinux Make Nginx Break and How to Fix It Easy
  • How See Hidden SELinux Errors When Your Server Is Broken
  • How Fix SELinux Port Denied Error With Sealert Easy Guide
  • Read SELinux AVC Denial Log Simple Guide for Noob
  • How Check and Fix SELinux Block Things in Fedora Linux
  • How Actually SELinux is Work?
  • How to Install Elementary OS 8 Easy and Make It Good
  • How to Install UniFi OS Server on Ubuntu Linux Without Cloud Key
  • Top DNF5 Tips to Make Your Fedora Linux Super Fast
  • Run Local AI on Fedora 44 CPU Without Expensive GPU
  • Google Gemini Live Redesign: Works with more ‘Connected Apps’ on Android
  • A new LILYGO T3S3 ESP32-S3 with LoRA, WiFi & Bluetooth is Released only $16
  • New ESP32 Project: OpenTrafficMap ESP32-C5 C-ITS With 802.11p V2X communication
  • How to Unlock the Hidden Potential of Your Kindle with Amazing Community Plugins
  • How to Use Waze with Android Auto for the Ultimate Driving Experience
  • How to Transform Your GNOME Desktop with GNOME Prism
  • Why Your Google Maps Wear OS Navigation Fails While Using Android Auto
  • Inilah Cara Ampuh Atasi Perangkat USB yang Sering Terputus di Windows 10 dan 11
  • Cara Atasi USB Error dengan Update USB Root Hub dan Chipset Driver
  • Inilah Cara Mengatasi Unknown USB Device Descriptor Request Failed yang Paling Ampuh
  • Inilah 20 Kampus Swasta Terbaik di Bandung Versi EduRank 2026 untuk Referensi Kuliah Kalian
  • Inilah Syarat dan Cara Daftar Sekolah Kedinasan STPN 2026, Kuota Terbatas!
  • How to Automate Your Entire SEO Strategy Using a Swarm of 100 Free AI Agents Working in Parallel
  • How to create professional presentations easily using NotebookLM’s AI power for school projects and beyond
  • How to Master SEO Automation with Google Gemini 3.1 Flash-Lite in Google AI Studio
  • How to create viral AI video ads and complete brand assets using the Claude and Higgsfield MCP integration
  • How to Transform Your Mac Into a Supercharged AI Assistant with Perplexity Personal Computer
RSS Error: WP HTTP Error: A valid URL was not provided.
©2026 Tutorial emka | Design: Newspaperly WordPress Theme