Skip to content
Tutorial emka
Menu
  • Home
  • Debian Linux
  • Ubuntu Linux
  • Red Hat Linux
Menu
Windows Update

Lebih Jelas Tentang Windows 11 KB5072033 & KB5071417 Cumulative Updates

Posted on December 10, 2025

Microsoft sepertinya nggak mau main-main menutup tahun 2025 ini tanpa memberikan sesuatu yang solid bagi pengguna setianya. Hari ini, mereka resmi merilis update kumulatif wajib—ingat ya, ini wajib—untuk Windows 11 yang mencakup patch keamanan bulanan sekaligus beberapa perbaikan antarmuka yang rasanya sudah lama kita nantikan. Kalau kalian merasa performa PC agak kurang stabil belakangan ini, update Desember ini adalah jawaban yang kuranglebihnya akan membereskan masalah tersebut.

Secara teknis, Microsoft merilis KB5072033 dan KB5071417 untuk versi Windows 11 25H2/24H2 serta versi 23H2. Karena sifatnya yang wajib dan membawa label “Patch Tuesday”, pembaruan ini berisi tambalan keamanan krusial untuk kerentanan yang ditemukan bulan-bulan sebelumnya. Bagi kalian yang menjalankan versi 25H2 atau 24H2, setelah instalasi selesai, build number sistem operasi kalian akan berubah menjadi 26200.7462 atau 26100.7462. Sementara untuk pengguna versi lawas 23H2, build number akan naik menjadi 226×1.6050. Kami perhatikan, karena basis kode 25H2 dan 24H2 itu sangat identik, kalian bakal mendapatkan perbaikan yang sama persis di kedua versi tersebut, jadi nggak perlu bingung membedakannya.

Hal yang paling mencolok dan sepertinya bakal jadi favorit banyak orang adalah perombakan pada File Explorer. Akhirnya, Microsoft sadar kalau konsistensi itu penting. Sekarang, mode gelap (dark mode) di File Explorer jauh lebih menyeluruh. Dialog untuk aksi seperti menyalin (copy), memindahkan (move), dan menghapus file kini sudah mendukung tema gelap sepenuhnya. Nggak ada lagi tuh momen silau mendadak saat progress bar muncul di layar yang serba hitam. Begitunya juga dengan diagram dan tampilan grafis lainnya, semuanya sudah diselaraskan agar lebih mudah dibaca. Bahkan, kotak konfirmasi untuk menimpa file (override) atau pesan error pun sudah dipoles supaya tampilannya kohesif. Rasanya lega melihat elemen antarmuka yang tadinya belang-bentong kini jadi seragam.

Selain urusan visual, ada fitur teknis menarik bernama Virtual Workspaces. Fitur ini kayaknya ditujukan buat kalian yang suka mengoprek sistem atau developer. Sekarang kalian bisa mengaktifkan atau mematikan lingkungan virtual seperti Hyper-V dan Windows Sandbox langsung dari Settings > Systems > Advanced. Ini langkah cerdas untuk mempermudah manajemen fitur virtualisasi tanpa harus menggali terlalu dalam ke menu Windows Features yang klasik itu.

Bagi para gamer, khususnya yang menggunakan perangkat handheld berbasis Windows (seperti ROG Ally atau sejenisnya), ada kabar baik. Full Screen Experience (FSE) kini diperluas ke lebih banyak perangkat. FSE ini mengubah antarmuka Windows menjadi mirip konsol Xbox, bikin navigasi pakai kontroler jadi jauh lebih enak dan bebas gangguan. Performanya juga diklaim lebih mulus karena mode ini meminimalkan tugas latar belakang. Jadi, gameplay kalian bakal terasa lebih responsif.

Di sisi lain, Microsoft perlahan tapi pasti terus memindahkan pengaturan dari Control Panel lawas ke aplikasi Settings modern. Kali ini giliran pengaturan keyboard. Opsi “character repeat delay and rate” sekarang pindah ke Settings > Accessibility > Keyboard, dan pengaturan kedipan kursor ada di Settings > Accessibility > Text cursor. Sebegitunya niat Microsoft membersihkan elemen jadul, sampai hal kecil seperti backlight keyboard pun kini punya logika baru di perangkat yang kompatibel, di mana lampu latar akan menyesuaikan diri untuk menghemat daya saat kondisi cahaya rendah.

Kami juga menemukan integrasi Copilot yang makin dalam. Di taskbar, kalau kalian mengarahkan kursor ke ikon aplikasi yang sedang terbuka, bakal muncul opsi “Share with Copilot“. Ini mirip kayak fitur share screen di Microsoft Teams. Copilot Vision nantinya bisa menganalisis konten aplikasi tersebut dan memberikan wawasan atau jawaban berdasarkan apa yang tampil di layar. Sangat futuristik, meskipun kegunaan hariannya mungkin bervariasi tergantung kebutuhan kalian.

Nah, buat kalian yang ingin segera mendapatkan semua fitur dan perbaikan keamanan ini, berikut adalah langkah-langkah instalasinya:

  1. Buka Menu Settings: Klik tombol Start, lalu pilih ikon gerigi atau ketik “Settings”.
  2. Masuk ke Windows Update: Di panel sebelah kiri, pilih menu “Windows Update” yang biasanya ada di urutan paling bawah atau atas tergantung versi.
  3. Cek Pembaruan: Klik tombol biru bertuliskan “Check for updates”. Sistem akan secara otomatis mencari KB5072033 atau KB5071417.
  4. Download dan Install: Biarkan proses pengunduhan berjalan. Karena ukurannya lumayan besar, pastikan koneksi internet kalian stabil. Setelah selesai mengunduh, sistem akan otomatis melakukan instalasi.
  5. Restart PC: Ini langkah krusial. Setelah instalasi selesai, kalian akan diminta untuk me-restart komputer. Lakukan segera agar perubahan sistem bisa diterapkan secara sempurna.

Sebagai catatan tambahan, Microsoft juga mengonfirmasi bahwa mereka tidak akan merilis update pratinjau (opsional) di akhir Desember ini. Alasannya sederhana dan manusiawi: sebagian besar insinyur mereka sedang libur akhir tahun. Jadi, update reguler baru akan kembali normal di bulan Januari nanti.

Dari perspektif praktis, update kali ini terasa sangat “matang”. Microsoft tidak hanya menambal celah keamanan, tapi juga membereskan inkonsistensi desain yang selama ini jadi keluhan, seperti dark mode yang setengah-setengah itu. Langkah memindahkan lebih banyak pengaturan ke Settings modern juga menunjukkan komitmen mereka untuk meremajakan Windows 11 sepenuhnya. Kami sangat menyarankan kalian untuk segera melakukan update ini, bukan cuma demi fitur baru, tapi terutama untuk menjaga keamanan data dari kerentanan terbaru. Lagipula, ini adalah update terakhir tahun 2025, jadi mulailah tahun depan dengan sistem yang segar dan aman.

Sumber: bleepingcomputer

Recent Posts

  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
  • Apa Itu ErrTraffic? Mengenal Platform ClickFix yang Bikin Website Jadi ‘Error’ Palsu
  • What is Reflex Framework? A Full-stack Python Framework
  • CloudFlare Acquired AstroJS!
  • How to Completely Remove AI Features from Windows 11 Explained
  • How to AI Fine-Tuning with a New Red Hat’s New Modular Tools
  • When to Use ChatGPT, Gemini, and Claude for Beginners
  • The Complete Roadmap to Becoming a Data Engineer: From Beginner to Pro Explained
  • Is OpenAI’s New Open Responses API: A Game Changer for Open Models?
  • The Top 5 Tech Certifications You Need for 2026 Explained
  • X.509 Certificates Explained for Beginners
  • How to Create a Local User on Windows 11: Bypass the Online Account Requirement Easily
  • Ini Kronologi Hacking ESA (European Space Agency) 2025
  • Apa itu Zoom Stealer? Ini Definisi dan Bahaya Tersembunyi di Balik Ekstensi Browser Kalian
  • Apa itu Skandal BlackCat Ransomware?
  • Grain DataLoader Python Library Explained for Beginners
  • Controlling Ansible with AI: The New MCP Server Explained for Beginners
  • Is Your Headset Safe? The Scary Truth Bluetooth Vulnerability WhisperPair
  • Dockhand Explained, Manage Docker Containers for Beginners
  • Claude Co-Work Explained: How AI Can Control Your Computer to Finish Tasks
  • Apa itu ToneShell? Backdoor atau Malware Biasa?
  • Apa itu Parrot OS 7? Ini Review dan Update Terbesarnya
  • NVIDIA Rubin Explained: The 6-Chip Supercomputer That Changes Everything
  • What is OpenEverest? The Future of Database Management on Kubernetes
  • Ketemu Link Video Viral ‘Petualangan Ustadzah Rahma’? Hati-hati, Kamu Bisa Dihack
  • Ikon Mic Roblox Hilang? Gini Caranya Mengaktifkan Kembali Voice Chat Biar Bisa Mabar Lagi!
  • Ini Cara Hapus Rombel Ganda di EMIS 4.0 yang Nggak Muncul Tombol Hapus
  • Inilah Kenapa Data Info GTK Kalian Nggak Berubah Padahal Dapodik Udah Sinkron
  • Belum Tahu CoreTax? Ini Trik Supaya Affiliator Lancar Lapor SPT Tahunan 2025 Tanpa Ribet
  • Tutorial Python Deepseek Math v2
  • Cara Menggunakan SAM3D untuk Segmentasi dan Pembuatan Model 3D dari Teks
  • Cara Membuat AI Agent Super Cerdas dengan DeepAgents dan LangGraph
  • Perbedaan GPU vs TPU, Mana yang Terbaik
  • Tutorial Langfuse: Pantau & Optimasi Aplikasi LLM
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
  • Apa Itu ErrTraffic? Mengenal Platform ClickFix yang Bikin Website Jadi ‘Error’ Palsu
  • Ini Kronologi Hacking ESA (European Space Agency) 2025
  • Apa itu Zoom Stealer? Ini Definisi dan Bahaya Tersembunyi di Balik Ekstensi Browser Kalian
©2026 Tutorial emka | Design: Newspaperly WordPress Theme