Skip to content
Tutorial emka
Menu
  • Home
  • Debian Linux
  • Ubuntu Linux
  • Red Hat Linux
Menu
Proton Sheets

Inilah Proton Sheets: Spreadsheet Terenkripsi Online yang Aman dan Mudah Digunakan

Posted on December 7, 2025

Proton Sheets adalah spreadsheet berbasis web yang dikembangkan oleh Proton, perusahaan di balik aplikasi komunikasi terenkripsi ProtonMail dan ProtonVPN. Aplikasi ini menawarkan solusi untuk membuat dan mengelola spreadsheet yang sepenuhnya terenkripsi, memberikan tingkat keamanan dan privasi yang sangat tinggi, terutama bagi mereka yang khawatir tentang data sensitif mereka.

Secara default, spreadsheet Proton Sheets tidak di-sinkronkan dengan Google Sheets atau Microsoft Excel. Ini merupakan sebuah pilihan yang disengaja. Proton berfokus pada privasi dan keamanan, dan sinkronisasi otomatis dengan layanan pihak ketiga dapat memperkenalkan kerentanan keamanan. Pengguna dapat memilih untuk mengunduh spreadsheet mereka sebagai file Microsoft Excel (.xlsx) atau Google Sheets (.gsheet) jika mereka memang memerlukan fitur sinkronisasi tersebut. Namun, pengunduhan ini akan menghentikan enkripsi yang diterapkan oleh Proton Sheets.

Fitur-fitur utama Proton Sheets meliputi:

  • Enkripsi End-to-End: Semua data yang disimpan di Proton Sheets dienkripsi end-to-end, artinya hanya Anda dan orang yang Anda berikan akses yang dapat mengakses data tersebut. Proton sendiri tidak memiliki akses ke data Anda. Ini dicapai melalui penggunaan kriptografi yang kuat, memastikan bahwa bahkan jika Proton disusupi, data Anda tetap aman.
  • Kolaborasi yang Aman: Beberapa orang dapat bekerja pada spreadsheet yang sama secara bersamaan tanpa khawatir tentang risiko keamanan. Setiap perubahan secara otomatis dienkripsi dan disinkronkan ke semua pengguna lain yang memiliki akses.
  • Kontrol Akses Granular: Anda dapat memberikan tingkat akses yang berbeda kepada setiap pengguna, mulai dari hanya dapat melihat hingga dapat mengedit. Ini memungkinkan Anda untuk mengontrol siapa yang dapat mengakses data sensitif Anda.
  • Antarmuka yang Familiar: Proton Sheets memiliki antarmuka yang mirip dengan Google Sheets dan Microsoft Excel, sehingga mudah dipelajari bagi pengguna yang sudah terbiasa dengan spreadsheet berbasis web.
  • Berbasis Web: Spreadsheet Proton Sheets dapat diakses melalui browser web apa pun, tanpa perlu instalasi perangkat lunak apa pun. Ini membuatnya dapat diakses dari berbagai perangkat dan sistem operasi.
  • Penyimpanan yang Aman: Data disimpan di server Proton yang aman, yang terletak di Zwitserland. Zwitserland dikenal dengan undang-undang privasi data yang ketat.

Proton Sheets adalah pilihan yang sangat baik bagi individu dan organisasi yang membutuhkan spreadsheet yang aman dan terenkripsi. Ini sangat cocok untuk mereka yang bekerja dengan data sensitif seperti keuangan, kesehatan, atau informasi pribadi. Dengan fokus pada privasi dan keamanan, Proton Sheets memberikan ketenangan pikiran dan melindungi data Anda dari akses yang tidak sah.

Recent Posts

  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
  • Apa Itu ErrTraffic? Mengenal Platform ClickFix yang Bikin Website Jadi ‘Error’ Palsu
  • What is Reflex Framework? A Full-stack Python Framework
  • CloudFlare Acquired AstroJS!
  • How to Completely Remove AI Features from Windows 11 Explained
  • How to AI Fine-Tuning with a New Red Hat’s New Modular Tools
  • When to Use ChatGPT, Gemini, and Claude for Beginners
  • The Complete Roadmap to Becoming a Data Engineer: From Beginner to Pro Explained
  • Is OpenAI’s New Open Responses API: A Game Changer for Open Models?
  • The Top 5 Tech Certifications You Need for 2026 Explained
  • X.509 Certificates Explained for Beginners
  • How to Create a Local User on Windows 11: Bypass the Online Account Requirement Easily
  • Ini Kronologi Hacking ESA (European Space Agency) 2025
  • Apa itu Zoom Stealer? Ini Definisi dan Bahaya Tersembunyi di Balik Ekstensi Browser Kalian
  • Apa itu Skandal BlackCat Ransomware?
  • Grain DataLoader Python Library Explained for Beginners
  • Controlling Ansible with AI: The New MCP Server Explained for Beginners
  • Is Your Headset Safe? The Scary Truth Bluetooth Vulnerability WhisperPair
  • Dockhand Explained, Manage Docker Containers for Beginners
  • Claude Co-Work Explained: How AI Can Control Your Computer to Finish Tasks
  • Apa itu ToneShell? Backdoor atau Malware Biasa?
  • Apa itu Parrot OS 7? Ini Review dan Update Terbesarnya
  • NVIDIA Rubin Explained: The 6-Chip Supercomputer That Changes Everything
  • What is OpenEverest? The Future of Database Management on Kubernetes
  • T3g: Code is Cheap Now, Software Isn’t
  • Tertipu Saldo Palsu? Apakah Game Layer Drop Penipu?
  • Inilah Syarat Terbaru dan Cara Daftar Bansos PKH-BPNT 2026 Lewat HP!
  • Inilah Trik Hubungkan Telegram ke WaIDN Biar Saldo Ngalir Terus!
  • Caranya Mengatasi Kode Verifikasi PayPal yang Nggak Pernah Nyampe di HP
  • Inilah Cara Cek Pencairan KJP Plus Januari 2026 Biar Nggak Bingung Lagi
  • Tutorial Python Deepseek Math v2
  • Cara Menggunakan SAM3D untuk Segmentasi dan Pembuatan Model 3D dari Teks
  • Cara Membuat AI Agent Super Cerdas dengan DeepAgents dan LangGraph
  • Perbedaan GPU vs TPU, Mana yang Terbaik
  • Tutorial Langfuse: Pantau & Optimasi Aplikasi LLM
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
  • Apa Itu ErrTraffic? Mengenal Platform ClickFix yang Bikin Website Jadi ‘Error’ Palsu
  • Ini Kronologi Hacking ESA (European Space Agency) 2025
  • Apa itu Zoom Stealer? Ini Definisi dan Bahaya Tersembunyi di Balik Ekstensi Browser Kalian
  • Apa itu Skandal BlackCat Ransomware?
©2026 Tutorial emka | Design: Newspaperly WordPress Theme