Skip to content
Tutorial emka
Menu
  • Home
  • Debian Linux
  • Ubuntu Linux
  • Red Hat Linux
Menu
dxs international

Apa itu Insiden Siber DXS International? Pengertian dan Dampaknya pada NHS

Posted on December 18, 2025

DXS International adalah sebuah perusahaan teknologi asal Inggris yang menyediakan perangkat lunak krusial bagi National Health Service (NHS). Pengertian dari insiden siber yang baru saja menimpa mereka adalah sebuah peristiwa pelanggaran keamanan di mana server internal kantor DXS diakses tanpa izin oleh pihak yang tidak berwenang, yang memicu kekhawatiran mengenai keamanan data dalam rantai pasokan layanan kesehatan publik.

Secara lebih mendetail, insiden ini pertama kali terdeteksi pada tanggal 14 Desember lalu. Dalam laporannya ke Bursa Efek London, pihak DXS menyatakan bahwa mereka mendeteksi adanya akses ilegal ke server kantor mereka. Namun, untungnya mereka bergerak cepat untuk mengisolasi pelanggaran tersebut. Jadi, layanan klinis yang mereka sediakan diklaim tetap beroperasi dan nggak terganggu selama proses penanganan insiden ini berlangsung.

Hal yang menjadi perhatian utama tentu saja adalah data pasien. Sampai saat ini, belum ada konfirmasi pasti apakah data pasien NHS ikut bocor atau nggak. Pihak perusahaan sih sudah melapor ke regulator perlindungan data Inggris, yakni Information Commissioner’s Office (ICO). Sepertinya mereka sangat berhati-hati dalam memberikan pernyataan, mengingat sensitivitas data kesehatan. Juru bicara NHS England pun belum memberikan respons cepat terkait dampak spesifik pada data pasien. Saat ini, investigasi masih berjalan dengan melibatkan tim keamanan siber NHS dan spesialis eksternal untuk mengetahui “sebegitunya” dampak dan sifat dari insiden ini.

Kalian perlu tahu, meskipun DXS ini bukan penyedia rekam medis elektronik inti dan tidak menyimpan rekam medis pusat, posisi mereka tetap vital. Produk mereka terintegrasi dengan sistem inti NHS. Menurut klaim mereka sendiri, software DXS mendukung sekitar 10% dari semua rujukan NHS di Inggris. Ini artinya, alur kerja untuk jutaan pasien terdaftar bersinggungan dengan sistem mereka. Jadi, walau bukan pemegang data pusat, data pasien tetap diproses oleh beberapa sistem mereka untuk memberikan panduan klinis. Rasanya ngeri juga kalau membayangkan data transito seperti itu bisa diintip pihak luar.

Masalahnya, ini bukan kejadian tunggal yang berdiri sendiri. Kejadian ini menambah daftar panjang kekhawatiran atas serangan terhadap pemasok teknologi kesehatan di Inggris. Kayaknya pola serangan rantai pasokan (supply chain attack) makin marak. Masih segar di ingatan kasus serangan ransomware pada penyedia patologi Synnovis tahun lalu, yang dampaknya parah banget sampai ribuan operasi dibatalkan dan diduga menyebabkan setidaknya satu pasien meninggal. Ada juga kasus software supplier Advanced di tahun 2022 yang bikin layanan darurat 111 lumpuh sementara, memaksa staf medis balik pakai kertas dan pena. Kacau balau begitunya dampaknya.

Situasi ini menyoroti celah dalam regulasi keamanan siber Inggris saat ini. Peraturan yang ada sepertinya belum secara otomatis mewajibkan pemasok IT kesehatan pihak ketiga seperti DXS untuk memenuhi standar keamanan tertentu yang ketat. Untungnya, pemerintah sana mulai sadar dan bulan lalu memperkenalkan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber (Cyber Security and Resilience Bill). Aturan ini nantinya bakal mengancam denda besar buat perusahaan yang gagal melindungi diri dari serangan siber, termasuk vendor IT yang melayani sektor kritis seperti kesehatan. Kira-kiranya, langkah ini diharapkan bisa memaksa vendor untuk lebih serius menjaga “pagar” digital mereka.

Nah, rekan-rekanita, dari kasus DXS International ini kita bisa melihat betapa rapuhnya ekosistem digital kesehatan jika salah satu vendor pendukungnya bobol. Meskipun belum ada bukti kerugian finansial material bagi perusahaan, kepercayaan publik dan keamanan data pasien adalah taruhan yang jauh lebih mahal. Kuranglebihnya, kejadian ini menjadi pengingat keras bahwa keamanan siber bukan cuma soal menjaga server utama, tapi juga mengawasi setiap pintu kecil yang dipegang oleh pihak ketiga. Terima kasih sudah menyimak ulasan ini, semoga kita semua makin sadar akan pentingnya proteksi data di era digital yang serba terkoneksi ini.

Recent Posts

  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
  • Apa Itu ErrTraffic? Mengenal Platform ClickFix yang Bikin Website Jadi ‘Error’ Palsu
  • What is Reflex Framework? A Full-stack Python Framework
  • CloudFlare Acquired AstroJS!
  • How to Completely Remove AI Features from Windows 11 Explained
  • How to AI Fine-Tuning with a New Red Hat’s New Modular Tools
  • When to Use ChatGPT, Gemini, and Claude for Beginners
  • The Complete Roadmap to Becoming a Data Engineer: From Beginner to Pro Explained
  • Is OpenAI’s New Open Responses API: A Game Changer for Open Models?
  • The Top 5 Tech Certifications You Need for 2026 Explained
  • X.509 Certificates Explained for Beginners
  • How to Create a Local User on Windows 11: Bypass the Online Account Requirement Easily
  • Ini Kronologi Hacking ESA (European Space Agency) 2025
  • Apa itu Zoom Stealer? Ini Definisi dan Bahaya Tersembunyi di Balik Ekstensi Browser Kalian
  • Apa itu Skandal BlackCat Ransomware?
  • Grain DataLoader Python Library Explained for Beginners
  • Controlling Ansible with AI: The New MCP Server Explained for Beginners
  • Is Your Headset Safe? The Scary Truth Bluetooth Vulnerability WhisperPair
  • Dockhand Explained, Manage Docker Containers for Beginners
  • Claude Co-Work Explained: How AI Can Control Your Computer to Finish Tasks
  • Apa itu ToneShell? Backdoor atau Malware Biasa?
  • Apa itu Parrot OS 7? Ini Review dan Update Terbesarnya
  • NVIDIA Rubin Explained: The 6-Chip Supercomputer That Changes Everything
  • What is OpenEverest? The Future of Database Management on Kubernetes
  • Ketemu Link Video Viral ‘Petualangan Ustadzah Rahma’? Hati-hati, Kamu Bisa Dihack
  • Ikon Mic Roblox Hilang? Gini Caranya Mengaktifkan Kembali Voice Chat Biar Bisa Mabar Lagi!
  • Ini Cara Hapus Rombel Ganda di EMIS 4.0 yang Nggak Muncul Tombol Hapus
  • Inilah Kenapa Data Info GTK Kalian Nggak Berubah Padahal Dapodik Udah Sinkron
  • Belum Tahu CoreTax? Ini Trik Supaya Affiliator Lancar Lapor SPT Tahunan 2025 Tanpa Ribet
  • Tutorial Python Deepseek Math v2
  • Cara Menggunakan SAM3D untuk Segmentasi dan Pembuatan Model 3D dari Teks
  • Cara Membuat AI Agent Super Cerdas dengan DeepAgents dan LangGraph
  • Perbedaan GPU vs TPU, Mana yang Terbaik
  • Tutorial Langfuse: Pantau & Optimasi Aplikasi LLM
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
  • Apa Itu ErrTraffic? Mengenal Platform ClickFix yang Bikin Website Jadi ‘Error’ Palsu
  • Ini Kronologi Hacking ESA (European Space Agency) 2025
  • Apa itu Zoom Stealer? Ini Definisi dan Bahaya Tersembunyi di Balik Ekstensi Browser Kalian
©2026 Tutorial emka | Design: Newspaperly WordPress Theme