Skip to content
Tutorial emka
Menu
  • Home
  • Debian Linux
  • Ubuntu Linux
  • Red Hat Linux
Menu
MySQL

Cara Query MySQL di Linux Menggunakan Command Line

Posted on November 28, 2025

Pada tutorial kali ini,kita akan membahas cara menjalankan kueri MySQL langsung dari command line di sistem operasi Linux. Ini adalah metode yang sangat umum dan berguna untuk mengelola database MySQL Anda, terutama saat Anda memerlukan kontrol yang lebih rinci atau perlu melakukan tugas-tugas administratif seperti pencadangan, pemulihan, dan pemantauan. Dengan memahami cara ini, Anda dapat mengotomatiskan banyak tugas dan meningkatkan efisiensi pengelolaan database Anda.

Prasyarat:
Sebelum memulai, pastikan Anda telah menginstal server MySQL di sistem Linux Anda. Anda juga perlu memiliki akses root atau pengguna dengan hak istimewa yang cukup untuk menjalankan perintah dan berinteraksi dengan database. Verifikasi bahwa layanan MySQL berjalan dengan memeriksa statusnya menggunakan perintah seperti systemctl status mysql (pada sistem yang menggunakan systemd) atau service mysql status (pada sistem yang menggunakan SysVinit).

Menghubungkan ke Server MySQL:
Langkah pertama adalah menghubungkan ke server MySQL. Anda dapat melakukannya menggunakan perintah mysql. Sintaks umumnya adalah:

mysql -u nama_pengguna -p
  • -u nama_pengguna: Menentukan nama pengguna MySQL yang akan digunakan untuk login. Ganti nama_pengguna dengan nama pengguna MySQL Anda (misalnya, root).
  • -p: Meminta Anda untuk memasukkan kata sandi untuk pengguna tersebut. Setelah Anda menekan Enter, Anda akan diminta untuk memasukkan kata sandi.

Setelah Anda memasukkan kata sandi (tanpa menampilkannya pada layar), Anda akan masuk ke prompt MySQL, yang biasanya terlihat seperti mysql>.

Menjalankan Kueri:
Setelah masuk ke prompt MySQL, Anda dapat menjalankan kueri SQL Anda. Setiap kueri yang Anda ketik harus diakhiri dengan titik koma (;).

Contoh:

SHOW DATABASES;

Perintah ini akan menampilkan daftar semua database yang tersedia di server MySQL. Anda kemudian dapat memilih database yang ingin Anda kerjakan, misalnya:

USE nama_database;

Ganti nama_database dengan nama database yang ingin Anda gunakan.

Contoh Kueri Tambahan:

  • Memilih Semua Data dari Tabel:
    sql

    SELECT * FROM nama_tabel;

  • Membuat Tabel Baru:
    sql

    CREATE TABLE nama_tabel (id INT PRIMARY KEY, nama VARCHAR(255));

  • Memasukkan Data ke Tabel:
    sql

    INSERT INTO nama_tabel (id, nama) VALUES (1, 'John Doe');

  • Menghapus Data dari Tabel:
    sql

    DELETE FROM nama_tabel WHERE id = 1;

Keluar dari Prompt MySQL:
Untuk keluar dari prompt MySQL, ketik exit dan tekan Enter. Ini akan mengembalikan Anda ke prompt command line sistem Anda.

Tips:

  • Selalu berhati-hati saat menjalankan perintah SQL, terutama perintah DELETE dan UPDATE. Pastikan Anda memahami apa yang dilakukan oleh perintah tersebut sebelum menjalankannya.
  • Gunakan dokumentasi MySQL untuk mempelajari lebih lanjut tentang sintaks SQL dan fungsi yang tersedia.
  • Pertimbangkan untuk menggunakan alat manajemen database grafis seperti phpMyAdmin untuk tugas-tugas yang lebih kompleks. Namun, memahami cara menggunakan command line tetap penting untuk administrasi database tingkat lanjut.

Recent Posts

  • What is OAC? An Introduction to the Next Generation Open Audio Codec
  • 0 A.D. Game Ends its 16-Year Alpha Phase
  • Mabox Linux 26.02 Released with New Audio Menu Features
  • WhatsApp to Add Scheduled Message Feature Soon
  • Ardour 9.1 DAW Released with Editor Fixes and MIDI Improvements Explained
  • Microsoft Removes Security Feature in Edge, Password Managers Must Know
  • MinIO Fork Launched: Open Source Community Enhances Object Storage
  • Why Ubuntu 26.04’s use OpenJDK 25 Default?
  • What New in DietPi 10.1? the Latest Lightweight SBC OS Update
  • Is It True: Microsoft Notepad Will Have Image Support?
  • KDE Plasma 6.7 Adds Desktop Switching in Overview Explained
  • What’s New in Clonezilla Live 3.3.1? Exploring the New Features and Linux Kernel 6.18 Integration
  • How to Automate Your Home Lab Using Raspberry Pi and Cron Jobs
  • KDE Plasma 6.6.1 Released with Major Stability Improvements
  • What new in Apache NetBeans 29? A Look at the Latest Major IDE Update
  • Why is KaOS Moving Away from KDE Plasma? Here is the Explanation
  • Firefox 148 Now Available: New Features & Improvements Explained
  • What is Freeform Rotate in Paint? Here is the Definition and How to Use it
  • ProtonUP-Qt v2.15 Adds dwProton and Fixes Lutris Issues
  • Transmission 4.1.1 Released with Faster Performance and Better Efficiency for Linux and macOS
  • Calibre 9.3 Released with Enhances KEPUB Support for E-Book Readers
  • Microsoft Retires Outlook Contact Masking Feature March 31, 2026
  • Google Maps Privacy Update: Why Reviews and Ratings Are Now Hidden for Unlogged Users
  • Ubuntu 26.04 New Modular Firmware System: Faster Updates and Reduced System Bloat
  • Ghostty Linux Scrollbars Finally Here: What You Need to Know
  • Apakah ViaPaypal.id Penipuan?
  • Beda BRIVA dan Rekening? Ini Penjelasannya!
  • Pahami Perbedaan Kode SIEX, SIPX, dan SISX dengan Mudah!
  • Arti SPT Sebelumnya Tidak Ada dari BPS yang Perlu Kalian Pahami
  • Kode Error 205 di BCA Mobile: Penyebab dan Solusi Lengkap
  • Prompt AI Menyusun Script Pola Suara Karakter agar Brand Jadi Ikonik
  • Prompt AI untuk Merancang Karakter Brand yang Ikonik
  • Prompt AI Audit Konten Sesuai Karakter Brand
  • Prompt AI Merubah Postingan LinkedIn Jadi Ladang Diskusi dengan ChatGPT
  • Prompt AI: Paksa Algoritma LinkedIn Promosikan Konten Kalian
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
©2026 Tutorial emka | Design: Newspaperly WordPress Theme