Skip to content
Tutorial emka
Menu
  • Home
  • Debian Linux
  • Ubuntu Linux
  • Red Hat Linux
Menu
Linux Kernel

Kernel Linux 6.18 Akan Didukung LTS Hingga Desember 2027

Posted on December 4, 2025

Linux Kernel 6.18 akan mendapatkan dukungan Long-Term Support (LTS) hingga Desember 2027, mengonfirmasi pengumuman sebelumnya. Ini adalah kabar baik bagi pengguna dan pengembang yang bergantung pada stabilitas dan keamanan kernel Linux yang telah teruji. Pengumuman ini datang dari kernel developer sendiri, yang secara resmi mengumumkan perubahan status dukungan untuk versi 6.18.

Secara tradisional, kernel Linux LTS dirilis setiap enam bulan sekali, dengan dukungan yang diperpanjang selama tiga tahun. Namun, dengan rilis 6.18, para pengembang telah memutuskan untuk memperpanjang dukungan hingga Desember 2027, menandai perubahan signifikan dalam strategi dukungan jangka panjang. Keputusan ini didorong oleh permintaan yang kuat dari komunitas untuk stabilitas yang lebih lama dan pengurangan frekuensi pembaruan besar yang seringkali mengharuskan pengguna untuk melakukan proses migrasi yang rumit.

LTS berarti bahwa kernel 6.18 akan terus menerima perbaikan bug, pembaruan keamanan, dan peningkatan kinerja selama periode dukungan yang diperpanjang ini. Meskipun tidak akan ada fitur baru yang signifikan yang ditambahkan, fokusnya akan tetap pada menjaga stabilitas dan keamanan yang ada. Ini sangat penting untuk sistem yang digunakan dalam produksi, di mana downtime yang tidak terduga dapat berdampak besar pada bisnis dan layanan. Sistem operasi seperti Debian dan Ubuntu, yang sering kali berbasis pada kernel Linux, juga akan menerima manfaat dari dukungan LTS yang lebih lama ini.

Keputusan ini memberikan kerangka waktu yang jelas bagi pengembang untuk merencanakan pembaruan dan migrasi sistem mereka. Pengguna dapat merasa lebih percaya diri dalam terus menggunakan kernel 6.18 tanpa harus khawatir tentang masalah kompatibilitas atau gangguan yang mungkin timbul dari pembaruan yang lebih sering. Selain itu, memperpanjang dukungan LTS untuk kernel 6.18 memungkinkan para pengembang untuk fokus pada pengembangan kernel yang lebih baru, yang kemudian dapat memanfaatkan pembelajaran dan perbaikan yang telah dibuat untuk 6.18.

Komunitas Linux secara luas menyambut baik pengumuman ini, menekankan pentingnya stabilitas dan keandalan dalam ekosistem perangkat lunak. Dengan dukungan LTS yang diperpanjang, pengguna dapat yakin bahwa mereka memiliki kernel yang stabil dan aman yang akan terus didukung selama bertahun-tahun yang akan datang. Perlu dicatat bahwa meskipun 6.18 adalah kernel LTS, versi kernel yang lebih baru akan terus dirilis dan didukung, tetapi akan mengikuti siklus dukungan standar tiga tahun. Oleh karena itu, pengguna akan selalu memiliki pilihan untuk mengupgrade ke kernel yang lebih baru ketika tersedia, jika mereka menginginkan fitur atau peningkatan kinerja terbaru.

Recent Posts

  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
  • Apa Itu ErrTraffic? Mengenal Platform ClickFix yang Bikin Website Jadi ‘Error’ Palsu
  • What is Reflex Framework? A Full-stack Python Framework
  • CloudFlare Acquired AstroJS!
  • How to Completely Remove AI Features from Windows 11 Explained
  • How to AI Fine-Tuning with a New Red Hat’s New Modular Tools
  • When to Use ChatGPT, Gemini, and Claude for Beginners
  • The Complete Roadmap to Becoming a Data Engineer: From Beginner to Pro Explained
  • Is OpenAI’s New Open Responses API: A Game Changer for Open Models?
  • The Top 5 Tech Certifications You Need for 2026 Explained
  • X.509 Certificates Explained for Beginners
  • How to Create a Local User on Windows 11: Bypass the Online Account Requirement Easily
  • Ini Kronologi Hacking ESA (European Space Agency) 2025
  • Apa itu Zoom Stealer? Ini Definisi dan Bahaya Tersembunyi di Balik Ekstensi Browser Kalian
  • Apa itu Skandal BlackCat Ransomware?
  • Grain DataLoader Python Library Explained for Beginners
  • Controlling Ansible with AI: The New MCP Server Explained for Beginners
  • Is Your Headset Safe? The Scary Truth Bluetooth Vulnerability WhisperPair
  • Dockhand Explained, Manage Docker Containers for Beginners
  • Claude Co-Work Explained: How AI Can Control Your Computer to Finish Tasks
  • Apa itu ToneShell? Backdoor atau Malware Biasa?
  • Apa itu Parrot OS 7? Ini Review dan Update Terbesarnya
  • NVIDIA Rubin Explained: The 6-Chip Supercomputer That Changes Everything
  • What is OpenEverest? The Future of Database Management on Kubernetes
  • Ketemu Link Video Viral ‘Petualangan Ustadzah Rahma’? Hati-hati, Kamu Bisa Dihack
  • Ikon Mic Roblox Hilang? Gini Caranya Mengaktifkan Kembali Voice Chat Biar Bisa Mabar Lagi!
  • Ini Cara Hapus Rombel Ganda di EMIS 4.0 yang Nggak Muncul Tombol Hapus
  • Inilah Kenapa Data Info GTK Kalian Nggak Berubah Padahal Dapodik Udah Sinkron
  • Belum Tahu CoreTax? Ini Trik Supaya Affiliator Lancar Lapor SPT Tahunan 2025 Tanpa Ribet
  • Tutorial Python Deepseek Math v2
  • Cara Menggunakan SAM3D untuk Segmentasi dan Pembuatan Model 3D dari Teks
  • Cara Membuat AI Agent Super Cerdas dengan DeepAgents dan LangGraph
  • Perbedaan GPU vs TPU, Mana yang Terbaik
  • Tutorial Langfuse: Pantau & Optimasi Aplikasi LLM
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
  • Apa Itu ErrTraffic? Mengenal Platform ClickFix yang Bikin Website Jadi ‘Error’ Palsu
  • Ini Kronologi Hacking ESA (European Space Agency) 2025
  • Apa itu Zoom Stealer? Ini Definisi dan Bahaya Tersembunyi di Balik Ekstensi Browser Kalian
©2026 Tutorial emka | Design: Newspaperly WordPress Theme