Skip to content
Tutorial emka
Menu
  • Home
  • Debian Linux
  • Ubuntu Linux
  • Red Hat Linux
Menu
Raspberry Pi 5

Raspberry Pi 5 dengan RAM 1GB Resmi Diperkenalkan

Posted on December 2, 2025

Raspberry Pi Foundation secara resmi mengumumkan Raspberry Pi 5 dengan konfigurasi RAM 1GB, sebuah varian yang ditujukan untuk pengguna yang mencari solusi hemat biaya dan cocok untuk aplikasi ringan. Pengumuman ini datang setelah spekulasi yang cukup lama dan beberapa bocoran yang beredar di komunitas. Raspberry Pi 5 secara umum hadir dengan konfigurasi RAM 4GB dan 8GB, namun versi 1GB ini memberikan pilihan menarik bagi mereka yang membutuhkan performa yang cukup tanpa menguras kantong.

Perangkat ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pengguna yang melakukan tugas-tugas seperti browsing web, pengeditan dokumen, atau menjalankan aplikasi multimedia ringan. Meskipun bukan pilihan terbaik untuk game atau tugas-tugas yang sangat berat, Raspberry Pi 5 1GB tetap merupakan pilihan yang solid untuk proyek-proyek DIY, belajar pemrograman, atau sebagai komputer berbasis Raspberry Pi untuk penggunaan sehari-hari.

Spesifikasi teknis Raspberry Pi 5 1GB ini mirip dengan model lain, termasuk prosesor Broadcom BCM2712, yang merupakan peningkatan signifikan dibandingkan Raspberry Pi 4. Prosesor ini memiliki inti ARM Cortex-A72 yang lebih cepat dan arsitektur yang lebih modern, yang memungkinkan performa yang lebih baik dalam berbagai tugas. Selain itu, Raspberry Pi 5 juga memiliki peningkatan signifikan dalam hal konektivitas, termasuk dukungan untuk Wi-Fi 802.11ac dan Bluetooth 5.0.

Courtesy: Raspberry Pi 5 Foundation

Selain itu, Raspberry Pi Foundation telah meningkatkan kemampuan input/output (I/O) dari Raspberry Pi 5. Model ini dilengkapi dengan dua port USB 3.0, satu port USB 2.0, dan jack audio/video composite. Raspberry Pi 5 juga memiliki port Gigabit Ethernet, yang menawarkan kecepatan koneksi jaringan yang lebih cepat daripada Raspberry Pi 4.

Harga resmi untuk Raspberry Pi 5 1GB adalah £55, yang lebih rendah dari model 4GB dan 8GB. Ini menjadikan Raspberry Pi 5 1GB sebagai opsi yang sangat menarik bagi mereka yang memiliki anggaran terbatas. Meskipun demikian, penting untuk diingat bahwa performa Raspberry Pi 5 1GB mungkin tidak sebaik model yang memiliki RAM lebih besar. Namun, untuk banyak aplikasi, 1GB RAM masih cukup untuk memberikan pengalaman yang mulus dan responsif.

Raspberry Pi Foundation juga berencana untuk merilis aksesori dan periferal baru untuk Raspberry Pi 5, seperti casing, keypad, dan mouse. Hal ini akan semakin meningkatkan pengalaman pengguna Raspberry Pi 5 dan membuatnya lebih mudah digunakan oleh pemula. Secara keseluruhan, pengumuman Raspberry Pi 5 1GB adalah langkah penting yang akan memperluas jangkauan Raspberry Pi dan menjadikannya lebih mudah diakses oleh berbagai pengguna.

Recent Posts

  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
  • Apa Itu ErrTraffic? Mengenal Platform ClickFix yang Bikin Website Jadi ‘Error’ Palsu
  • What is Reflex Framework? A Full-stack Python Framework
  • CloudFlare Acquired AstroJS!
  • How to Completely Remove AI Features from Windows 11 Explained
  • How to AI Fine-Tuning with a New Red Hat’s New Modular Tools
  • When to Use ChatGPT, Gemini, and Claude for Beginners
  • The Complete Roadmap to Becoming a Data Engineer: From Beginner to Pro Explained
  • Is OpenAI’s New Open Responses API: A Game Changer for Open Models?
  • The Top 5 Tech Certifications You Need for 2026 Explained
  • X.509 Certificates Explained for Beginners
  • How to Create a Local User on Windows 11: Bypass the Online Account Requirement Easily
  • Ini Kronologi Hacking ESA (European Space Agency) 2025
  • Apa itu Zoom Stealer? Ini Definisi dan Bahaya Tersembunyi di Balik Ekstensi Browser Kalian
  • Apa itu Skandal BlackCat Ransomware?
  • Grain DataLoader Python Library Explained for Beginners
  • Controlling Ansible with AI: The New MCP Server Explained for Beginners
  • Is Your Headset Safe? The Scary Truth Bluetooth Vulnerability WhisperPair
  • Dockhand Explained, Manage Docker Containers for Beginners
  • Claude Co-Work Explained: How AI Can Control Your Computer to Finish Tasks
  • Apa itu ToneShell? Backdoor atau Malware Biasa?
  • Apa itu Parrot OS 7? Ini Review dan Update Terbesarnya
  • NVIDIA Rubin Explained: The 6-Chip Supercomputer That Changes Everything
  • What is OpenEverest? The Future of Database Management on Kubernetes
  • Ketemu Link Video Viral ‘Petualangan Ustadzah Rahma’? Hati-hati, Kamu Bisa Dihack
  • Ikon Mic Roblox Hilang? Gini Caranya Mengaktifkan Kembali Voice Chat Biar Bisa Mabar Lagi!
  • Ini Cara Hapus Rombel Ganda di EMIS 4.0 yang Nggak Muncul Tombol Hapus
  • Inilah Kenapa Data Info GTK Kalian Nggak Berubah Padahal Dapodik Udah Sinkron
  • Belum Tahu CoreTax? Ini Trik Supaya Affiliator Lancar Lapor SPT Tahunan 2025 Tanpa Ribet
  • Tutorial Python Deepseek Math v2
  • Cara Menggunakan SAM3D untuk Segmentasi dan Pembuatan Model 3D dari Teks
  • Cara Membuat AI Agent Super Cerdas dengan DeepAgents dan LangGraph
  • Perbedaan GPU vs TPU, Mana yang Terbaik
  • Tutorial Langfuse: Pantau & Optimasi Aplikasi LLM
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
  • Apa Itu ErrTraffic? Mengenal Platform ClickFix yang Bikin Website Jadi ‘Error’ Palsu
  • Ini Kronologi Hacking ESA (European Space Agency) 2025
  • Apa itu Zoom Stealer? Ini Definisi dan Bahaya Tersembunyi di Balik Ekstensi Browser Kalian
©2026 Tutorial emka | Design: Newspaperly WordPress Theme