Skip to content
Tutorial emka
Menu
  • Home
  • Debian Linux
  • Ubuntu Linux
  • Red Hat Linux
Menu
trustwallet hacking

Trust Wallet Hack? Ini Penjelasan Lengkap Mengenai Serangan Sha1-Hulud

Posted on January 5, 2026

Trust Wallet adalah layanan dompet kripto yang digunakan lebih dari 200 juta orang buat simpan, kirim, dan terima aset digital kayak Bitcoin atau Ethereum. Secara umum, kejadian Trust Wallet hack yang baru saja viral ini adalah sebuah serangan keamanan siber yang menargetkan ekstensi browser mereka untuk mencuri data sensitif pengguna. Kejadian ini bukan sekadar error biasa, tapi sebuah serangan terencana yang bikin sekitar 2.500 dompet kripto terkuras habis dengan total kerugian mencapai angka fantastis, kira-kiranya sekitar $8,5 juta atau ratusan miliar rupiah.

Masalah utamanya bermula ketika para peretas berhasil masuk ke sistem pengembangan mereka. Jadi begini, ada yang namanya GitHub developer secrets milik Trust Wallet yang nggak sengaja terekspos. Bocornya data rahasia ini kayak ngasih kunci duplikat ke pencuri buat masuk ke gudang penyimpanan kode perusahaan. Gara-gara ini, si peretas bisa dapet akses ke API key Chrome Web Store (CWS). Dengan kunci API itu, peretas punya kekuatan buat mengunggah versi aplikasi baru ke toko aplikasi Chrome tanpa perlu lewat proses persetujuan internal atau tinjauan manual dari tim Trust Wallet. Sepertinya proses keamanannya emang lagi kecolongan banget waktu itu.

Setelah dapet akses penuh, peretas menyisipkan file JavaScript jahat ke dalam Trust Wallet versi 2.68.0. Kode jahat ini fungsinya buat nyuri data rahasia dompet kalian dan ngasih akses ke pelaku buat melakukan transaksi ilegal tanpa izin. Nggak berhenti di situ, si penjahat ini juga bikin domain palsu kayak metrics-trustwallet.com buat menampung data hasil curiannya. Kuranglebihnya, ini adalah skema yang sangat rapi karena mereka nggak pakai cara kasar kayak code injection tradisional, tapi langsung nanam kode dari sumber aslinya yang sudah dimodifikasi.

Serangan ini disebut-sebut punya hubungan erat sama kampanye malware berskala besar yang namanya Sha1-Hulud (atau Shai-Hulud 2.0). Kalau kalian mau tahu, Sha1-Hulud adalah serangan supply chain yang menyerang ekosistem NPM—sebuah repositori buat paket-paket perangkat lunak yang dipakai jutaan pengembang. Berikut ini adalah langkah-langkah gimana serangan itu bisa terjadi sampai akhirnya ngerugiin banyak orang:

  1. Pencurian Kredensial Pengembang: Penjahat siber awalnya menyerang paket-paket di NPM menggunakan muatan self-propagating. Mereka nyuri rahasia pengembang dan kunci API pakai alat yang namanya TruffleHog. Rasanya emang ngeri banget kalau ngelihat skalanya yang nyerang ribuan paket sekaligus.
  2. Eksploitasi GitHub: Data yang dicuri tadi dipakai buat masuk ke repositori GitHub perusahaan-perusahaan besar, termasuk Trust Wallet. Di sana, mereka nemuin kunci akses penting yang harusnya nggak boleh diketahui siapa-siapa.
  3. Modifikasi Ekstensi Browser: Pakai kunci API yang sudah didapat, mereka mempublikasikan versi 2.68 ke Chrome Web Store. Karena kuncinya valid, sistem Chrome nganggap itu adalah pembaruan resmi, makanya bisa lolos begitu saja dan terpasang otomatis di browser kalian.
  4. Eksekusi Pencurian Aset: Begitu kalian pakai ekstensi versi jahat itu, semua data rahasia langsung dikirim ke server peretas. Dalam sekejap, saldo kripto kalian bisa langsung dikuras habis lewat transaksi yang nggak pernah kalian lakukan.

Pihak Trust Wallet sendiri sebenarnya sudah gerak cepat dengan mencabut semua API rilis dan laporin domain-domain jahat itu biar diblokir. Mereka juga sudah mulai proses ganti rugi buat para korban yang terdampak. Tapi ya gitu, sepertinya peretasnya nggak mau kalah karena sekarang mereka malah ganti taktik dengan pura-pura jadi tim bantuan atau support Trust Wallet di Telegram buat nipu korban lebih dalam lagi lewat formulir kompensasi palsu.

Kejadian ini ngasih pelajaran berharga buat kita semua kalau nggak ada sistem yang benar-benar 100% aman, bahkan buat aplikasi sebesar Trust Wallet sekalipun. Rasanya penting banget buat kita selalu waspada, jangan pernah asal klik link yang nggak jelas, dan kalau ada pembaruan aplikasi yang terasa aneh, mendingan tunggu dulu konfirmasi resmi di media sosial mereka. Sepertinya bakal lebih aman kalau kalian rajin cek alamat dompet di blockchain explorer buat mastiin nggak ada transaksi mencurigakan. Terus juga, jangan pernah kasih seed phrase kalian ke siapapun, biarpun mereka ngaku-ngaku dari tim teknis. Tetap berhati-hati ya rekan-rekanita, terima kasih sudah membaca ulasan ini sampai selesai, semoga aset digital kalian tetap aman sentosa!

Recent Posts

  • How to Recover Lost Windows Passwords with a Decryptor Tool
  • How to Fix Python Not Working in VS Code Terminal: A Troubleshooting Guide
  • Game File Verification Stuck at 0% or 99%: What is it and How to Fix the Progress Bar?
  • Why Does PowerPoint Underline Hyperlinks? Here is How to Remove Them
  • AI Bug Hunting with Semgrep
  • What is the Excel Power Query 0xc000026f Error?
  • How to Build Your Own Homelab AI Supercomputer 2026
  • How to Enable SSH in Oracle VirtualBox for Beginners
  • How to Intercept Secret IoT Camera Traffic
  • Build Ultra-Fast and Tiny Desktop Apps with Electrobun: A Beginner’s Guide
  • The Ultimate 2026 Coding Roadmap: How to Master Software Engineering with AI Agents
  • How to Master Cloud Infrastructure with Ansible and Terraform
  • How to Fix VirtualBox Stuck on Saving State: A Complete Guide
  • How to Run Windows Apps on Linux: A Complete Guide to WinBoat, WINE, and Beyond
  • Build Your Own AI Development Team: Deploying OpenClaw and Claude Code on a VPS!
  • How to Measure Real Success in the Age of AI: A Guide to Software Metrics That Actually Matter
  • Kubernetes Traffic Tutorial: How to Create Pod-Level Firewalls (Network Policies)
  • This Is Discord Malware: Soylamos; How to Detect & Prevent it
  • How Stripe Ships 1,300 AI-Written Pull Requests Every Week with ‘Minions’
  • How to Disable Drag Tray in Windows 11: Simple Steps for Beginners
  • About Critical Microsoft 365 Copilot Security Bug: Risks and Data Protection Steps
  • Is the $600 MacBook Neo Actually Any Good? A Detailed Deep-Dive for Student!
  • Build Your Own Mini Data Center: A Guide to Creating a Kubernetes Homelab
  • How Enterprise Stop Breaches with Automated Attack Surface Management
  • The Roadmap to Becoming a Professional Python Developer in the AI Era
  • Studi Kasus Sukses Instagram Maria Wendt Dapat 12 Juta View Instagram Per Bulan
  • ZenBook S16, Vivobook Pro 15 OLED, ProArt PX13, dan ROG Zephyrus G14, Laptop Bagus dengan Layar OLED!
  • Caranya Ngebangun Website Directory dengan Traffic Tinggi dalam Seminggu!
  • Cara Mengembangkan Channel YouTube Shorts Tanpa Wajah
  • Inilah Cara Menghitung Diskon Baju Lebaran Biar Nggak Bingung Saat Belanja di Mall!
  • How to Do Professional AI Prompting in Nano Banana 2
  • How to Create Agent & Automation in Minutes with Sim AI
  • Claude Code Tips: Don’t Overuse SKILL.md!
  • How to Planning Cinematic AI Film Production: A Step-by-Step Tutorial Using LitMedia Tools
  • 6 Innovative AI Tools for 2026: From Voice Cloning to Advanced Automation Systems
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
©2026 Tutorial emka | Design: Newspaperly WordPress Theme