Skip to content
Tutorial emka
Menu
  • Home
  • Debian Linux
  • Ubuntu Linux
  • Red Hat Linux
Menu
apa itu flipper zero

Kronologi Dilarangnya Flipper Zero dan Raspberry Pi Itu Apa Sih?

Posted on January 5, 2026

Flipper Zero dan Raspberry Pi adalah perangkat teknologi yang sering banget dianggap sebagai “pisau Swiss” digital oleh para penggiat IT. Secara umum, Flipper Zero merupakan alat portabel untuk menguji protokol nirkabel, sedangkan Raspberry Pi adalah komputer papan tunggal (single-board computer) berukuran kecil yang punya fungsi hampir setara komputer meja. Keduanya sangat populer di kalangan hobiis maupun profesional keamanan siber.

Ngomongin soal kedua perangkat ini, sepertinya sekarang mereka lagi jadi sorotan gara-gara muncul di daftar barang terlarang pada acara inagurasi Wali Kota New York 2026, Zohran Mamdani. Kejadian ini cukup unik karena biasanya daftar barang yang nggak boleh dibawa itu standsr banget, kayak senjata tajam, kembang api, atau minuman beralkohol. Tapi kali ini, panitia secara spesifik nulis nama Flipper Zero dan Raspberry Pi di dalam FAQ resmi mereka. Kuranglebihnya, daftar ini mencakup barang-barang “klasik” seperti tas besar, drone, payung, hingga kereta bayi, tapi masuknya alat IT spesifik ini bikin dahi banyak orang berkerut.

Kalau kalian penasaran secara teknis, Flipper Zero itu sebenarnya alat genggam yang didesain buat belajar dan ngetes berbagai protokol komunikasi nirkabel. Dia bisa baca, simpan, dan emulasi sinyal RFID, NFC, infra merah, Bluetooth, sampai sinyal radio sub-GHz. Para peneliti keamanan atau security researcher biasanya pakai ini buat penetration testing. Masalahnya, gara-gara kemampuannya yang bisa nyalin sinyal remote mobil atau kartu akses, alat ini sempat dilarang di beberapa platform belanja kayak Amazon karena ketakutan bakal disalahgunakan buat kejahatan kayak skimming.

Nah, kalau Raspberry Pi itu ceritanya beda lagi. Ini adalah komputer murah meriah yang bisa menjalankan sistem operasi Linux. Bentuknya kecil tapi bisa dipasangin modul tambahan macam-macam, jadi fungsinya fleksibel banget. Bisa jadi server, bisa jadi alat buat ngontrol robot, atau bahkan jadi alat buat nge-hack kalau dikonfigurasi sedemikian rupa. Rasanya karena fleksibilitas itulah pihak penyelenggara acara di NYC merasa perlu buat melarangnya, meskipun sebenarnya Raspberry Pi nggak bisa “beraksi” sendiri tanpa layar atau keyboard tambahan kalau nggak disetting khusus.

Anehnya, kebijakan ini dibilang kurang masuk akal oleh banyak pakar IT. Soalnya, barang-barang kayak laptop dan smartphone malah nggak dilarang masuk ke acara tersebut. Padahal, kalau dipikir-pikir, laptop zaman sekarang bisa menjalankan distro Linux kayak Kali Linux yang jauh lebih bertenaga buat urusan hacking. Belum lagi smartphone yang bisa dipasang Kali NetHunter. Sepertinya ada ketidakkonsistenan di sini, di mana alat yang bentuknya “mencurigakan” kayak Flipper Zero langsung diblokir, sementara perangkat yang lebih canggih tapi bentuknya umum malah boleh masuk. Kira-kiranya panitia cuma pengen cari aman aja tanpa benar-benar paham teknisnya.

Melihat fenomena ini, sepertinya kita harus lebih sadar kalau stigma terhadap alat-alat “ngoprek” semakin ketat di ruang publik. Saran buat kalian, kalau mau datang ke acara kenegaraan atau perhelatan besar, mendingan alat-alat canggih kalian ditinggal di rumah dulu daripada berurusan sama petugas keamanan yang mungkin nggak mau denger penjelasan teknis kalian. Tetaplah bereksperimen dengan teknologi secara bertanggung jawab, tapi pahami juga konteks tempat kalian berada biar nggak dianggap sebagai ancaman keamanan. Terima kasih sudah menyempatkan waktu buat baca ulasan singkat ini, rekan-rekanita, semoga wawasan ini bermanfaat buat jaga-jaga kalau kalian mau bepergian bawa gadget kesayangan!

Recent Posts

  • How to Recover Lost Windows Passwords with a Decryptor Tool
  • How to Fix Python Not Working in VS Code Terminal: A Troubleshooting Guide
  • Game File Verification Stuck at 0% or 99%: What is it and How to Fix the Progress Bar?
  • Why Does PowerPoint Underline Hyperlinks? Here is How to Remove Them
  • AI Bug Hunting with Semgrep
  • What is the Excel Power Query 0xc000026f Error?
  • How to Build Your Own Homelab AI Supercomputer 2026
  • How to Enable SSH in Oracle VirtualBox for Beginners
  • How to Intercept Secret IoT Camera Traffic
  • Build Ultra-Fast and Tiny Desktop Apps with Electrobun: A Beginner’s Guide
  • The Ultimate 2026 Coding Roadmap: How to Master Software Engineering with AI Agents
  • How to Master Cloud Infrastructure with Ansible and Terraform
  • How to Fix VirtualBox Stuck on Saving State: A Complete Guide
  • How to Run Windows Apps on Linux: A Complete Guide to WinBoat, WINE, and Beyond
  • Build Your Own AI Development Team: Deploying OpenClaw and Claude Code on a VPS!
  • How to Measure Real Success in the Age of AI: A Guide to Software Metrics That Actually Matter
  • Kubernetes Traffic Tutorial: How to Create Pod-Level Firewalls (Network Policies)
  • This Is Discord Malware: Soylamos; How to Detect & Prevent it
  • How Stripe Ships 1,300 AI-Written Pull Requests Every Week with ‘Minions’
  • How to Disable Drag Tray in Windows 11: Simple Steps for Beginners
  • About Critical Microsoft 365 Copilot Security Bug: Risks and Data Protection Steps
  • Is the $600 MacBook Neo Actually Any Good? A Detailed Deep-Dive for Student!
  • Build Your Own Mini Data Center: A Guide to Creating a Kubernetes Homelab
  • How Enterprise Stop Breaches with Automated Attack Surface Management
  • The Roadmap to Becoming a Professional Python Developer in the AI Era
  • Studi Kasus Sukses Instagram Maria Wendt Dapat 12 Juta View Instagram Per Bulan
  • ZenBook S16, Vivobook Pro 15 OLED, ProArt PX13, dan ROG Zephyrus G14, Laptop Bagus dengan Layar OLED!
  • Caranya Ngebangun Website Directory dengan Traffic Tinggi dalam Seminggu!
  • Cara Mengembangkan Channel YouTube Shorts Tanpa Wajah
  • Inilah Cara Menghitung Diskon Baju Lebaran Biar Nggak Bingung Saat Belanja di Mall!
  • How to Do Professional AI Prompting in Nano Banana 2
  • How to Create Agent & Automation in Minutes with Sim AI
  • Claude Code Tips: Don’t Overuse SKILL.md!
  • How to Planning Cinematic AI Film Production: A Step-by-Step Tutorial Using LitMedia Tools
  • 6 Innovative AI Tools for 2026: From Voice Cloning to Advanced Automation Systems
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
©2026 Tutorial emka | Design: Newspaperly WordPress Theme