Menjadi kreator konten di OnlyFans itu nggak cuma soal potensi penghasilan yang besar, tapi juga soal risiko keamanan yang jauh lebih tinggi dibanding pengguna biasa. Kalau kalian merasa aman-aman saja, rasanya kalian perlu berpikir ulang. Ada banyak ancaman siber yang siap menyerang privasi dan dompet kalian kapan saja.
Sebagai kreator, kalian secara alami berada pada posisi yang lebih rentan terhadap pelanggaran data. Kenapa? Karena kalian menyerahkan lebih banyak data sensitif ke platform tersebut dan merepresentasikan target publik yang lebih terlihat. Namun, itu bukan satu-satunya hal yang perlu dikhawatirkan. Berikut adalah rincian ancaman teknis dan sosial yang dihadapi oleh para kreator konten di sana:
- Peretasan Akun (Account Hacks)
Kreator sering kali menjadi target utama upaya pembobolan akun. Pelaku ancaman siber mungkin melakukan ini bukan sekadar iseng, tapi untuk mempromosikan akun kreator palsu lainnya atau mengakses informasi pribadi kreator yang tersimpan di dalam sistem. Sekali masuk, mereka bisa mengacaukan reputasi yang sudah kalian bangun susah payah. - Doxxing
Banyak kreator yang mempertahankan “persona” OnlyFans yang berbeda dari identitas yang mereka gunakan di media sosial lain atau di kehidupan sehari-hari. Masalahnya, dengan informasi yang cukup, sangat mungkin bagi subscriber yang terlalu berdedikasi (atau berniat jahat) untuk melakukan doxxing. Mereka bisa menghubungkan akun kalian dengan identitas asli, alamat rumah, hingga tempat kerja. Ini kayaknya jadi mimpi buruk terbesar bagi siapa pun yang ingin menjaga privasi. - Serangan Phishing
Sama seperti penggemar, kreator juga menjadi sasaran empuk upaya phishing. Penjahat dunia maya mungkin mencoba membajak akun kalian dengan mengirimkan link atau email palsu. Tujuannya jelas: mengambil alih halaman kalian untuk mempromosikan penipuan kepada basis penggemar kalian yang sudah percaya. - Stalking (Penguntitan)
Beberapa kreator OnlyFans melaporkan adanya penggemar yang menguntit mereka, tidak hanya secara online tapi bisa berlanjut ke dunia nyata. Mengerikannya, beberapa kreator terus mengalaminya bahkan setelah mereka berhenti memposting konten. Rasanya batas antara dunia maya dan nyata jadi makin tipis di sini. - Penipuan Promosi (Promotion Scams)
Platform ini memang bisa menguntungkan, tapi persaingannya sangat ketat. Beberapa kreator akhirnya mendaftar ke promotor untuk meningkatkan profil mereka. Meskipun dalam beberapa kasus ini mungkin berharga, ada banyak promotor jahat yang dengan senang hati mengambil uang kalian tanpa memberikan hasil apa pun. Kurang lebihnya, kalian cuma bakar uang tanpa hasil. - Kebocoran Konten (Content Leaks)
Penggemar yang berniat jahat bisa saja berlangganan, mencuri konten kalian, lalu membocorkannya di forum-forum lain secara gratis atau menjualnya kembali. Ini jelas mengurangi pendapatan dan meningkatkan eksposur kreator di internet yang lebih luas tanpa izin. - Penipuan Chargeback
Nggak jarang penggemar melakukan chargeback atau penarikan dana setelah membeli konten. Umumnya, mereka melakukan ini setelah melihat dan berpotensi menyimpan konten tersebut. Pada dasarnya, ini sama saja dengan merampok uang kreator setelah menikmati “barangnya”.
Selain ancaman di atas, ada risiko teknis terkait verifikasi pembayaran dan ID yang nggak kalah ngeri. OnlyFans mewajibkan pengguna untuk menyerahkan verifikasi ID. Sebagai rekap, perusahaan mengumpulkan data yang sangat mengidentifikasi secara pribadi, termasuk:
- Detail kartu kredit.
- Nomor Jaminan Sosial atau SSN (khusus kreator di wilayah tertentu).
- Foto selfie.
- ID yang dikeluarkan pemerintah (KTP/Paspor).
Di tangan yang salah, potongan informasi ini bisa digunakan untuk mencuri identitas kalian. Lebih parah lagi, data ini bisa digunakan untuk melakukan pembelian besar dan membuka jalur kredit baru atas nama kalian tanpa sepengetahuan kalian. Meskipun OnlyFans mengklaim menggunakan layanan pihak ketiga untuk memverifikasi identitas penggemar dan mengatakan tidak menyimpan dokumen identitas dari penggemar, tetap saja selalu ada kemungkinan informasi ini bisa bocor entah bagaimana caranya.
Melihat banyaknya celah keamanan tersebut, sepertinya kita sepakat bahwa menjadi kreator konten membutuhkan kewaspadaan ekstra tingkat tinggi. Risiko pencurian identitas hingga kerugian finansial akibat chargeback adalah realitas pahit yang harus dihadapi. Kami sangat menyarankan kalian untuk selalu mengaktifkan autentikasi dua faktor (2FA), berhati-hati dengan tautan asing, dan jangan mudah percaya pada jasa promosi instan. Keamanan data kalian adalah aset yang paling berharga di era digital ini.
Sekian ulasan kali ini, rekan-rekanita, dan terima kasih sudah membaca. Semoga kalian bisa lebih waspada dalam menjaga privasi digital.
