Skip to content
Tutorial emka
Menu
  • Home
  • Debian Linux
  • Ubuntu Linux
  • Red Hat Linux
Menu
wired hacked

Ini Kronologi & Resiko Kebocoran Data WIRED

Posted on January 12, 2026

Kebocoran data WIRED adalah sebuah insiden keamanan siber besar di mana pihak tidak bertanggung jawab berhasil menembus pertahanan Condé Nast dan menyebarkan basis data pelanggan majalah WIRED. Kejadian ini mencakup jutaan informasi sensitif pengguna yang kemudian dijual dan dibagikan secara bebas di berbagai forum peretasan di internet.

Kejadian ini berawal saat seorang peretas yang menggunakan nama alias “Lovely” mengklaim kalau dia sudah berhasil membobol sistem Condé Nast. Nggak tanggung-tanggung, Lovely membocorkan database yang isinya lebih dari 2,3 juta catatan pelanggan WIRED di sebuah forum peretasan pada 20 Desember lalu. Sepertinya si peretas ini merasa sakit hati karena laporannya soal celah keamanan diabaikan begitu saja oleh pihak perusahaan. Dia bahkan terang-terangan bilang kalau Condé Nast itu sama sekali nggak peduli sama keamanan data penggunanya. Malahan, dia mengancam bakal merilis sampai 40 juta data tambahan dari properti Condé Nast lainnya dalam beberapa minggu ke depan. Kayaknya ini bakal jadi masalah yang panjang banget buat mereka.

Kalau kita bedah secara teknis, data yang bocor ini isinya cukup lengkap dan bikin waswas. Totalnya ada sekitar 2.366.576 catatan dengan 2.366.574 alamat email unik. Rentang waktunya juga gila banget, mulai dari April 1996 sampai ada yang tercatat hingga September 2025. Isinya bukan cuma email doang, tapi ada ID internal pelanggan, nama depan, nama belakang, nomor telepon, alamat fisik, jenis kelamin, sampai tanggal lahir. Meskipun nggak semua kolom itu terisi, tapi ada sekitar 12% atau 284.196 data yang punya nama lengkap, dan ada ribuan data yang profilnya benar-benar lengkap banget, mencakup alamat sampai nomor telepon.

Sebegitu meyakinkannya data ini sampai-sampai pihak BleepingComputer melakukan analisis dan memvalidasi kalau 20 catatan yang mereka ambil secara acak itu emang pelanggan sah WIRED. Nggak cuma itu, Alon Gal dari Hudson Rock juga mengonfirmasi keaslian data ini lewat pencocokan dengan log infostealer. Jadi, kredibilitas bocoran ini rasanya sudah nggak perlu diragukan lagi. Selain WIRED, daftar merek lain yang datanya terancam bocor itu ada The New Yorker, Vogue, Allure, Vanity Fair, sampai Teen Vogue. Kuranglebihnya hampir semua majalah besar di bawah naungan Condé Nast masuk dalam daftar target Lovely ini.

Anehnya, si Lovely ini sebelumnya sempat mengaku sebagai peneliti keamanan. Dia menghubungi pihak DataBreaches.net buat minta bantuan laporin celah ini secara resmi. Katanya sih, celah itu memungkinan siapa pun buat lihat dan ubah informasi akun pengguna. Tapi ya begitunya, karena merasa nggak direspon dengan cepat sama tim keamanan Condé Nast, dia akhirnya malah milih jalan pintas dengan mengunduh seluruh database dan membocorkannya. Pihak DataBreaches.net sendiri akhirnya merasa “dikibulin” sama si Lovely ini karena ternyata dia bukan peneliti yang berniat baik, melainkan emang pelaku ancaman yang mau cari untung atau sekadar pamer kekuatan.

Buat kalian yang merasa pernah berlangganan majalah-majalah dari Condé Nast, sepertinya kalian harus segera waspada. Kebocoran kayak gini biasanya jadi pintu masuk buat serangan phishing yang lebih canggih atau pencurian identitas. Langkah awal yang paling masuk akal adalah langsung cek alamat email kalian di situs Have I Been Pwned buat memastikan apakah akun kalian termasuk yang jadi korban atau nggak. Selain itu, mengganti kata sandi secara berkala dan mengaktifkan autentikasi dua faktor (2FA) itu hukumnya wajib banget di zaman sekarang. Jangan pernah anggap remeh data kecil kayak tanggal lahir atau nomor telepon, karena di tangan yang salah, data segitu aja sudah cukup buat bikin masalah besar. Tetap waspada dan jaga keamanan digital masing-masing ya. Terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca ulasan ini, rekan-rekanita.

Recent Posts

  • Transmission 4.1.1 Released with Faster Performance and Better Efficiency for Linux and macOS
  • Calibre 9.3 Released with Enhances KEPUB Support for E-Book Readers
  • Microsoft Retires Outlook Contact Masking Feature March 31, 2026
  • Google Maps Privacy Update: Why Reviews and Ratings Are Now Hidden for Unlogged Users
  • Ubuntu 26.04 New Modular Firmware System: Faster Updates and Reduced System Bloat
  • Ghostty Linux Scrollbars Finally Here: What You Need to Know
  • Why Windows 11 Canary Channel Split into Two Builds? Explained!
  • What is Claude Cowork? And How Claude Cowork Uses Agentic AI
  • PocketBlue and Red Hat Bring Fedora Atomic Linux to Mobile Devices
  • Mozilla Ends Firefox Support for Windows 7, 8, and 8.1: What You Need to Know
  • Cosmic Desktop 1.0.7 Enhances Workspace Management: What’s New?
  • KDE Plasma 6.6 Released: What’s New and How to Upgrade?
  • Nginx Proxy Manager 2.14 Removes ARMv7 Support: What Users Need to Know
  •  KDE Plasma 6.6: A Complete Guide to the Latest Linux Desktop Features
  • Ubuntu 26.04 Resolute: Features, Release Date, and Everything You Need to Know
  • How to Fix Steam File Validation Error: Easy Steps for Beginners
  • 5 Essential PC Maintenance Tips to Keep Your Computer Fast and Healthy
  • What is Logseq? Forget Standard Notes App, Use this to Boosts Real Productivity
  • LibreOffice 25.8.5 Released with 62 Bug Fixes: What’s New?
  • Oracle’s New Plan for MySQL Community Engagement Explained
  • PipeWire 1.6 Brings LDAC Support and 128-Channel Audio: What’s New?
  • How to Fix Roblox Error: Create Support Files to Solve the Problem
  • Why Segmenting Your Home Network with VLANs Is the Upgrade You Didn’t Know You Needed
  • Proxmox 2026 Has The Best Backup and Recovery Feature
  • How to Calibrate Temperature and Humidity Sensors for Maximum Accuracy
  • Beda BRIVA dan Rekening? Ini Penjelasannya!
  • Pahami Perbedaan Kode SIEX, SIPX, dan SISX dengan Mudah!
  • Arti SPT Sebelumnya Tidak Ada dari BPS yang Perlu Kalian Pahami
  • Kode Error 205 di BCA Mobile: Penyebab dan Solusi Lengkap
  • Solusi Cepat Saat Voucher Axis Tidak Bisa Diproses
  • Prompt AI Menyusun Script Pola Suara Karakter agar Brand Jadi Ikonik
  • Prompt AI untuk Merancang Karakter Brand yang Ikonik
  • Prompt AI Audit Konten Sesuai Karakter Brand
  • Prompt AI Merubah Postingan LinkedIn Jadi Ladang Diskusi dengan ChatGPT
  • Prompt AI: Paksa Algoritma LinkedIn Promosikan Konten Kalian
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
©2026 Tutorial emka | Design: Newspaperly WordPress Theme