Skip to content
Tutorial emka
Menu
  • Home
  • Debian Linux
  • Ubuntu Linux
  • Red Hat Linux
Menu
kasus coppa disney

Disney Kena Denda Kasus COPPA? Ini Pengertian dan Duduk Perkaranya

Posted on January 5, 2026

COPPA atau Children’s Online Privacy Protection Act adalah sebuah regulasi federal di Amerika Serikat yang dirancang khusus untuk melindungi privasi anak-anak di bawah usia 13 tahun saat mereka beraktivitas di internet. Singkatnya, aturan ini melarang perusahaan digital mengambil, menggunakan, atau membocorkan data pribadi anak-anak tanpa persetujuan eksplisit dari orang tua mereka.

Kejadian yang menimpa Disney baru-baru ini sepertinya menjadi pengingat keras buat semua perusahaan media besar. Hakim federal baru saja menyetujui perintah yang mewajibkan Disney membayar denda sipil sebesar $10 juta. Denda ini muncul karena Disney dianggap melanggar aturan COPPA dengan cara salah memberikan label pada video-video mereka di platform YouTube. Akibat dari salah label ini, terjadi pengumpulan data untuk iklan yang ditargetkan secara personal kepada anak-anak, padahal hal itu dilarang keras oleh hukum.

Duduk perkaranya bermula dari laporan yang diajukan oleh Departemen Kehakiman AS, setelah mendapatkan rujukan dari Federal Trade Commission (FTC). Disney dituduh gagal menandai video yang ditujukan untuk anak-anak dengan label “Made for Kids” (MFK). Sepertinya, label ini bukan cuma sekadar status biasa, tapi merupakan instruksi teknis buat sistem YouTube agar memblokir pengumpulan data pribadi dan menghentikan penayangan iklan yang dipersonalisasi pada konten tersebut. Kuranglebihnya, kalau label MFK ini nggak dipasang, sistem bakal menganggap penontonnya adalah orang dewasa dan terus menyedot data mereka buat keperluan marketing.

Sebenarnya, kewajiban buat menandai video sebagai MFK ini sudah ada sejak tahun 2019. Waktu itu, Google dan YouTube juga sempat kena denda raksasa sebesar $170 juta karena kasus serupa. Nah, Disney ternyata tetap gagal memberikan label yang benar pada konten anak-anak mereka. Padahal, YouTube sendiri kabarnya sudah sempat memperingatkan Disney di tahun 2020 setelah sistem mereka secara otomatis mengubah label lebih dari 300 video Disney dari NMFK (Not Made for Kids) menjadi MFK.

Dampak dari kelalaian atau kesalahan pelabelan ini nggak main-main. FTC menyebutkan kalau tindakan ini bikin Disney bisa mengumpulkan data pribadi anak di bawah 13 tahun lewat YouTube dan menggunakan data tersebut buat menargetkan iklan ke mereka. Sebegitu krusialnya masalah ini karena Disney juga menerima bagian dari pendapatan iklan yang dihasilkan YouTube, serta pendapatan dari iklan yang mereka jual secara langsung. Jadi, ada keuntungan materiil yang didapat dari pelanggaran privasi tersebut.

Selain harus bayar denda yang jumlahnya bikin geleng-geleng kepala, kesepakatan hukum ini juga mewajibkan Disney buat lebih transparan. Mereka sekarang harus memberi tahu orang tua sebelum mengumpulkan informasi pribadi anak-anak dan memastikan semua video di YouTube punya label yang benar. Hal ini dilakukan supaya nggak ada lagi pengumpulan data ilegal yang menyasar penonton cilik mereka. Kira-kiranya, langkah ini diambil pemerintah AS buat memastikan orang tua punya kontrol penuh atas informasi anak-anak mereka di dunia maya.

Rasanya kasus ini jadi pelajaran penting buat kita semua bahwa data pribadi itu mahal harganya, apalagi kalau menyangkut anak di bawah umur. Buat kalian yang mungkin bergerak di bidang konten kreator atau bisnis digital, jangan pernah main-main sama kebijakan privasi kayak gini. Rekomendasi aksinya ya cuma satu: pastikan kalian selalu jujur dalam mengategorikan konten dan patuhi semua regulasi yang ada di platform. Jangan sampai karena kejar tayang atau pengen dapet cuan iklan lebih gede, kita malah mengabaikan hak-hak dasar penonton, terutama anak-anak. Lindungi data mereka sama kayak kita melindungi aset kita sendiri.

Terima kasih banyak sudah menyimak ulasan mengenai kasus privasi ini sampai habis. Semoga informasi ini bisa menambah wawasan kalian biar makin melek soal keamanan digital dan kebijakan platform global, rekan-rekanita.

Recent Posts

  • How to Recover Lost Windows Passwords with a Decryptor Tool
  • How to Fix Python Not Working in VS Code Terminal: A Troubleshooting Guide
  • Game File Verification Stuck at 0% or 99%: What is it and How to Fix the Progress Bar?
  • Why Does PowerPoint Underline Hyperlinks? Here is How to Remove Them
  • AI Bug Hunting with Semgrep
  • What is the Excel Power Query 0xc000026f Error?
  • How to Build Your Own Homelab AI Supercomputer 2026
  • How to Enable SSH in Oracle VirtualBox for Beginners
  • How to Intercept Secret IoT Camera Traffic
  • Build Ultra-Fast and Tiny Desktop Apps with Electrobun: A Beginner’s Guide
  • The Ultimate 2026 Coding Roadmap: How to Master Software Engineering with AI Agents
  • How to Master Cloud Infrastructure with Ansible and Terraform
  • How to Fix VirtualBox Stuck on Saving State: A Complete Guide
  • How to Run Windows Apps on Linux: A Complete Guide to WinBoat, WINE, and Beyond
  • Build Your Own AI Development Team: Deploying OpenClaw and Claude Code on a VPS!
  • How to Measure Real Success in the Age of AI: A Guide to Software Metrics That Actually Matter
  • Kubernetes Traffic Tutorial: How to Create Pod-Level Firewalls (Network Policies)
  • This Is Discord Malware: Soylamos; How to Detect & Prevent it
  • How Stripe Ships 1,300 AI-Written Pull Requests Every Week with ‘Minions’
  • How to Disable Drag Tray in Windows 11: Simple Steps for Beginners
  • About Critical Microsoft 365 Copilot Security Bug: Risks and Data Protection Steps
  • Is the $600 MacBook Neo Actually Any Good? A Detailed Deep-Dive for Student!
  • Build Your Own Mini Data Center: A Guide to Creating a Kubernetes Homelab
  • How Enterprise Stop Breaches with Automated Attack Surface Management
  • The Roadmap to Becoming a Professional Python Developer in the AI Era
  • Studi Kasus Sukses Instagram Maria Wendt Dapat 12 Juta View Instagram Per Bulan
  • ZenBook S16, Vivobook Pro 15 OLED, ProArt PX13, dan ROG Zephyrus G14, Laptop Bagus dengan Layar OLED!
  • Caranya Ngebangun Website Directory dengan Traffic Tinggi dalam Seminggu!
  • Cara Mengembangkan Channel YouTube Shorts Tanpa Wajah
  • Inilah Cara Menghitung Diskon Baju Lebaran Biar Nggak Bingung Saat Belanja di Mall!
  • How to Do Professional AI Prompting in Nano Banana 2
  • How to Create Agent & Automation in Minutes with Sim AI
  • Claude Code Tips: Don’t Overuse SKILL.md!
  • How to Planning Cinematic AI Film Production: A Step-by-Step Tutorial Using LitMedia Tools
  • 6 Innovative AI Tools for 2026: From Voice Cloning to Advanced Automation Systems
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
©2026 Tutorial emka | Design: Newspaperly WordPress Theme