Skip to content
Tutorial emka
Menu
  • Home
  • Debian Linux
  • Ubuntu Linux
  • Red Hat Linux
Menu
korean air data breach

Kronologi Kasus Pencurian Data Karyawan Data Breach Korean Air 2025

Posted on December 31, 2025

Data breach atau kebocoran data adalah sebuah insiden keamanan di mana informasi sensitif, rahasia, atau yang dilindungi diakses dan dicuri oleh pihak yang nggak berwenang. Secara umum, kebocoran data ini bikin informasi pribadi yang seharusnya tersimpan aman di server perusahaan malah jatuh ke tangan hacker. Kasus terbaru yang cukup bikin heboh adalah insiden yang menimpa maskapai raksasa asal Korea Selatan, Korean Air, yang datanya bocor lewat pihak ketiga.

Sebenarnya kejadian ini berawal dari masalah yang ada di Korean Air Catering & Duty-Free (KC&D). KC&D ini dulunya adalah anak perusahaan Korean Air, tapi sudah memisahkan diri alias spin-off sejak tahun 2020. Nah, si KC&D ini baru-baru saja ngaku kalau sistem mereka kena hack. Karena mereka masih menangani urusan katering dan retail buat maskapai tersebut, otomatis ada data karyawan yang masih nyangkut di sana. Rasanya memang nggak adil ya, perusahaan pusat sudah jaga keamanan sebegitu ketatnya, eh malah jebolnya lewat pintu samping alias mitra vendornya.

Isi dari kebocoran ini teknisnya lumayan mengkhawatirkan. Menurut memo internal yang dikirim sama CEO Korean Air, Woo Kee-hong, data yang diambil itu tersimpan di sistem ERP (Enterprise Resource Planning) milik KC&D. Data yang bocor mencakup nama karyawan sampai nomor rekening bank. Kira-kiranya ada sekitar 30.000 catatan data yang berhasil dibawa kabur sama pelaku. Bayangkan saja, informasi keuangan sensitif kayak gitu kalau sampai disalahgunakan buat phishing atau penipuan perbankan pasti bakal repot banget urusannya. Begitunya risiko yang harus dihadapi ribuan karyawan di sana sekarang.

Pelaku dibalik serangan ini sepertinya bukan pemain amatir. Kelompok ransomware bernama Clop sudah mengklaim tanggung jawab atas serangan ini. Mereka bahkan nggak segan-segan mengunggah data hasil curian tersebut ke situs gelap atau dark web lewat link Torrent supaya bisa diakses banyak orang. Geng Clop ini memang lagi gencar-gencarnya mengincar kerentanan di sistem Oracle EBS milik banyak organisasi besar dunia. Selain Korean Air, korbannya ada banyak banget, mulai dari universitas ternama kayak Harvard sampai media besar kayak The Washington Post. Sebegitu berani dan masifnya serangan mereka sampai-sampai pemerintah Amerika Serikat bikin sayembara berhadiah 10 juta dolar buat siapa saja yang punya info tentang kelompok ini.

Pihak Korean Air sendiri sudah melaporkan hal ini ke otoritas terkait dan meminta KC&D buat melakukan investigasi mendalam supaya kejadian kayak gini nggak terulang lagi. Meskipun sejauh ini sepertinya belum ada bukti kalau data tersebut sudah dipakai buat nipu, tapi manajemen tetap minta karyawannya buat waspada sama pesan-pesan nggak jelas yang mengatasnamakan perusahaan atau bank. Kuranglebihnya, mereka harus ekstra hati-hati kalau ada yang minta nomor kartu keamanan atau transfer uang secara mendadak.

Kejadian yang menimpa Korean Air ini sebetulnya memberikan pelajaran berharga buat kita semua bahwa rantai pasokan digital atau vendor itu sering kali jadi titik terlemah. Meskipun sistem utama kita aman, kalau mitra bisnis kita nggak punya standar keamanan yang sama, ya hasilnya bakal sama saja bohong. Rekomendasi aksinya, buat kalian yang mengelola bisnis atau bekerja di bagian data, pastikan selalu melakukan audit keamanan berkala nggak cuma di internal, tapi juga ke pihak ketiga yang punya akses ke data kalian. Selalu aktifkan fitur keamanan tambahan dan jangan malas buat ganti password secara rutin kalau merasa ada aktivitas mencurigakan. Sepertinya kita memang harus mulai lebih “paranoid” dalam menjaga privasi di era digital yang semakin rawan ini. Terimakasih banyak sudah meluangkan waktu untuk membaca ulasan ini, rekan-rekanita.

Recent Posts

  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
  • Apa Itu ErrTraffic? Mengenal Platform ClickFix yang Bikin Website Jadi ‘Error’ Palsu
  • What is Reflex Framework? A Full-stack Python Framework
  • CloudFlare Acquired AstroJS!
  • How to Completely Remove AI Features from Windows 11 Explained
  • How to AI Fine-Tuning with a New Red Hat’s New Modular Tools
  • When to Use ChatGPT, Gemini, and Claude for Beginners
  • The Complete Roadmap to Becoming a Data Engineer: From Beginner to Pro Explained
  • Is OpenAI’s New Open Responses API: A Game Changer for Open Models?
  • The Top 5 Tech Certifications You Need for 2026 Explained
  • X.509 Certificates Explained for Beginners
  • How to Create a Local User on Windows 11: Bypass the Online Account Requirement Easily
  • Ini Kronologi Hacking ESA (European Space Agency) 2025
  • Apa itu Zoom Stealer? Ini Definisi dan Bahaya Tersembunyi di Balik Ekstensi Browser Kalian
  • Apa itu Skandal BlackCat Ransomware?
  • Grain DataLoader Python Library Explained for Beginners
  • Controlling Ansible with AI: The New MCP Server Explained for Beginners
  • Is Your Headset Safe? The Scary Truth Bluetooth Vulnerability WhisperPair
  • Dockhand Explained, Manage Docker Containers for Beginners
  • Claude Co-Work Explained: How AI Can Control Your Computer to Finish Tasks
  • Apa itu ToneShell? Backdoor atau Malware Biasa?
  • Apa itu Parrot OS 7? Ini Review dan Update Terbesarnya
  • NVIDIA Rubin Explained: The 6-Chip Supercomputer That Changes Everything
  • What is OpenEverest? The Future of Database Management on Kubernetes
  • T3g: Code is Cheap Now, Software Isn’t
  • Mau Cuan dari Nonton Drama di Cash Reels? Jangan Buru-buru Install Sebelum Baca Ini!
  • Tertipu Saldo Palsu? Apakah Game Layer Drop Penipu?
  • Inilah Syarat Terbaru dan Cara Daftar Bansos PKH-BPNT 2026 Lewat HP!
  • Inilah Trik Hubungkan Telegram ke WaIDN Biar Saldo Ngalir Terus!
  • Caranya Mengatasi Kode Verifikasi PayPal yang Nggak Pernah Nyampe di HP
  • Tutorial Python Deepseek Math v2
  • Cara Menggunakan SAM3D untuk Segmentasi dan Pembuatan Model 3D dari Teks
  • Cara Membuat AI Agent Super Cerdas dengan DeepAgents dan LangGraph
  • Perbedaan GPU vs TPU, Mana yang Terbaik
  • Tutorial Langfuse: Pantau & Optimasi Aplikasi LLM
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
  • Apa Itu ErrTraffic? Mengenal Platform ClickFix yang Bikin Website Jadi ‘Error’ Palsu
  • Ini Kronologi Hacking ESA (European Space Agency) 2025
  • Apa itu Zoom Stealer? Ini Definisi dan Bahaya Tersembunyi di Balik Ekstensi Browser Kalian
  • Apa itu Skandal BlackCat Ransomware?
©2026 Tutorial emka | Design: Newspaperly WordPress Theme