Skip to content
Tutorial emka
Menu
  • Home
  • Debian Linux
  • Ubuntu Linux
  • Red Hat Linux
Menu
Windows Update

Apa Itu Error Update MSMQ di Windows 10? Ini Penjelasan Lengkap dan Solusinya

Posted on December 21, 2025

MSMQ atau Message Queuing adalah sebuah teknologi di sistem operasi Windows yang memungkinkan aplikasi untuk berkomunikasi satu sama lain dengan mengirimkan pesan dalam antrian. Baru-baru ini, Microsoft merilis perbaikan vital untuk fitur ini. Jadi, pengertian dari pembaruan ini adalah sebuah patch sistem yang dirancang khusus untuk mengatasi kemacetan dan kegagalan pengiriman data antar aplikasi yang selama ini sering membuat pusing pengguna Windows 10.

Sebenarnya, apa yang terjadi di balik layar komputer kalian itu cukup rumit. Kayaknya sih sepele cuma antrian pesan, tapi kalau MSMQ ini bermasalah, efek dominonya bisa ke mana-mana. Microsoft merilis pembaruan pada Windows 10 (build 22H2) karena banyaknya laporan mengenai bug pada antrian pesan ini. Secara teknis, masalah ini terjadi karena mekanisme komunikasi internal Windows yang agak “tersedak” saat banyak aplikasi mencoba mengakses sumber daya yang sama secara bersamaan. Begitunya sistem bekerja, kalau satu jalur macet, data yang harusnya terkirim malah menumpuk dan akhirnya nggak sampai ke tujuannya.

Error The message queue is full

Kalian mungkin pernah atau sedang mengalami situasi di mana aplikasi error tanpa sebab yang jelas, atau muncul notifikasi aneh seperti “The message queue is full” atau “A message queue cannot be opened”. Nah, itu dia biang keroknya. Rasanya memang menjengkelkan kalau lagi kerja serius tiba-tiba sistem down cuma gara-gara antrian pesan yang penuh. Kuranglebihnya, pembaruan ini hadir untuk menambal kebocoran logika tersebut dan memastikan stabilitas sistem saat menangani beban kerja yang berat. Jadi, ini bukan sekadar update kosmetik, tapi perbaikan fondasi yang cukup krusial.

Microsoft sendiri sudah mengklaim kalau perbaikan ini meningkatkan keandalan sistem secara signifikan. Namun, sepertinya kita sebagai pengguna juga harus proaktif. Nggak ada gunanya perbaikan dirilis kalau kalian nggak memasangnya di perangkat kalian. Apalagi buat kalian yang mengelola server atau komputer yang menjalankan aplikasi monitoring atau sistem bisnis yang berat, sebegitu pentingnya pembaruan ini untuk menjaga agar operasional tetap jalan lancar tanpa hambatan teknis yang konyol.

Lalu, bagaimana langkah praktis yang harus kalian ambil? Kira-kiranya prosesnya cukup standar, tapi tetap butuh kehati-hatian. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa kalian ikuti untuk menerapkan pembaruan ini:

  1. Lakukan Cadangan Data (Backup)
    Sebelum menyentuh tombol update, kayak biasanya, pastikan kalian sudah mem-backup data-data penting. Kita nggak pernah tahu apa yang akan terjadi saat proses instalasi, jadi lebih baik sedia payung sebelum hujan. Ini langkah wajib, jangan dilewatkan.
  2. Buka Menu Windows Update
    Masuk ke pengaturan (Settings), lalu pilih “Update & Security”. Di situ kalian bisa melihat status pembaruan kalian. Cek apakah ada notifikasi untuk build 22H2 atau cumulative update terbaru yang tersedia.
  3. Unduh dan Instal
    Klik tombol untuk mengunduh dan menginstal pembaruan tersebut. Biarkan Windows bekerja. Proses ini mungkin memakan waktu agak lama tergantung kecepatan internet dan spesifikasi komputer kalian, jadi rasanya kalian bisa tinggal ngopi dulu sebentar.
  4. Restart Komputer
    Setelah instalasi selesai, sistem pasti minta restart. Lakukan saja segera agar perubahan sistem bisa diterapkan secara menyeluruh pada komponen MSMQ tersebut.
  5. Monitoring Pasca-Update
    Nah, ini yang sering lupa. Setelah nyala kembali, pantau kinerja aplikasi kalian. Apakah pesan error antrian masih muncul? Sepertinya sih harusnya sudah hilang, tapi kalau kalian bekerja di lingkungan IT enterprise, sebaiknya uji coba dulu di satu mesin sebelum roll-out ke semua komputer kantor.

Meskipun tim kami sudah melihat hasil positif dari pengujian awal di mana masalah antrian berkurang drastis, tetap saja nggak ada sistem yang sempurna. Lingkungan testing kami kan terkontrol, beda ceritanya dengan kondisi lapangan tempat kalian bekerja yang mungkin lebih kompleks. Makanya, segitunya kami menyarankan untuk tetap waspada dan memantau log sistem beberapa hari setelah pembaruan. Langkah ini untuk memastikan bahwa patch tersebut benar-benar klop dengan konfigurasi aplikasi spesifik yang kalian gunakan.

Pada akhirnya, pembaruan ini memberikan angin segar bagi stabilitas Windows 10. Rasanya lebih tenang kalau tahu sistem kita sudah diperkuat dari potensi bug yang bisa menghambat produktivitas. Pengalaman pengguna jadi lebih mulus, dan kalian nggak perlu lagi buang waktu troubleshooting masalah antrian pesan yang njelimet. Kami berharap wawasan singkat ini bisa membantu kalian mengambil keputusan yang tepat untuk infrastruktur IT kalian.

Jadi, buat rekan-rekanita yang sudah membaca sampai sini, kesimpulannya adalah jangan tunda untuk memperbarui sistem kalian demi kinerja yang lebih andal. Terima kasih banyak sudah meluangkan waktu untuk membaca ulasan ini. Semoga sistem kalian makin ngebut dan bebas masalah ya. Sampai jumpa di pembahasan teknologi selanjutnya!

Recent Posts

  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
  • Apa Itu ErrTraffic? Mengenal Platform ClickFix yang Bikin Website Jadi ‘Error’ Palsu
  • What is Reflex Framework? A Full-stack Python Framework
  • CloudFlare Acquired AstroJS!
  • How to Completely Remove AI Features from Windows 11 Explained
  • How to AI Fine-Tuning with a New Red Hat’s New Modular Tools
  • When to Use ChatGPT, Gemini, and Claude for Beginners
  • The Complete Roadmap to Becoming a Data Engineer: From Beginner to Pro Explained
  • Is OpenAI’s New Open Responses API: A Game Changer for Open Models?
  • The Top 5 Tech Certifications You Need for 2026 Explained
  • X.509 Certificates Explained for Beginners
  • How to Create a Local User on Windows 11: Bypass the Online Account Requirement Easily
  • Ini Kronologi Hacking ESA (European Space Agency) 2025
  • Apa itu Zoom Stealer? Ini Definisi dan Bahaya Tersembunyi di Balik Ekstensi Browser Kalian
  • Apa itu Skandal BlackCat Ransomware?
  • Grain DataLoader Python Library Explained for Beginners
  • Controlling Ansible with AI: The New MCP Server Explained for Beginners
  • Is Your Headset Safe? The Scary Truth Bluetooth Vulnerability WhisperPair
  • Dockhand Explained, Manage Docker Containers for Beginners
  • Claude Co-Work Explained: How AI Can Control Your Computer to Finish Tasks
  • Apa itu ToneShell? Backdoor atau Malware Biasa?
  • Apa itu Parrot OS 7? Ini Review dan Update Terbesarnya
  • NVIDIA Rubin Explained: The 6-Chip Supercomputer That Changes Everything
  • What is OpenEverest? The Future of Database Management on Kubernetes
  • Ketemu Link Video Viral ‘Petualangan Ustadzah Rahma’? Hati-hati, Kamu Bisa Dihack
  • Ikon Mic Roblox Hilang? Gini Caranya Mengaktifkan Kembali Voice Chat Biar Bisa Mabar Lagi!
  • Ini Cara Hapus Rombel Ganda di EMIS 4.0 yang Nggak Muncul Tombol Hapus
  • Inilah Kenapa Data Info GTK Kalian Nggak Berubah Padahal Dapodik Udah Sinkron
  • Belum Tahu CoreTax? Ini Trik Supaya Affiliator Lancar Lapor SPT Tahunan 2025 Tanpa Ribet
  • Tutorial Python Deepseek Math v2
  • Cara Menggunakan SAM3D untuk Segmentasi dan Pembuatan Model 3D dari Teks
  • Cara Membuat AI Agent Super Cerdas dengan DeepAgents dan LangGraph
  • Perbedaan GPU vs TPU, Mana yang Terbaik
  • Tutorial Langfuse: Pantau & Optimasi Aplikasi LLM
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
  • Apa Itu ErrTraffic? Mengenal Platform ClickFix yang Bikin Website Jadi ‘Error’ Palsu
  • Ini Kronologi Hacking ESA (European Space Agency) 2025
  • Apa itu Zoom Stealer? Ini Definisi dan Bahaya Tersembunyi di Balik Ekstensi Browser Kalian
©2026 Tutorial emka | Design: Newspaperly WordPress Theme