Skip to content
Tutorial emka
Menu
  • Home
  • Debian Linux
  • Ubuntu Linux
  • Red Hat Linux
Menu
Ultramarine Linux

Fedora-Based Ultramarine 4.3 Kini Hadir dengan Dukungan Pinebook Pro

Posted on November 28, 2025

Distro Linux Ultramarine, yang dibangun di atas Fedora, telah merilis versi 4.3-nya. Rilis ini membawa peningkatan signifikan dan, yang paling penting, dukungan resmi untuk perangkat Pinebook Pro, sebuah laptop miniPC yang dirancang khusus untuk penggunaan Linux. Ultramarine dikenal karena fokusnya pada pengalaman desktop yang ringan dan efisien, menjadikan dirinya pilihan menarik bagi pengguna yang menginginkan sistem operasi berbasis Fedora tanpa beban kinerja yang berlebihan.

Versi 4.3 ini memperkenalkan sejumlah pembaruan dan perbaikan bug. Beberapa yang menonjol termasuk peningkatan pada kernel Linux untuk stabilitas yang lebih baik, pembaruan pada driver grafis untuk kinerja yang lebih lancar, dan peningkatan pada aplikasi sistem untuk pengalaman pengguna yang lebih intuitif. Selain itu, tim pengembangan Ultramarine telah secara aktif menanggapi umpan balik komunitas, menghasilkan perbaikan yang ditargetkan untuk masalah yang dilaporkan oleh pengguna.

Dukungan Pinebook Pro adalah sorotan utama dari rilis ini. Pinebook Pro adalah perangkat yang menarik dengan harga terjangkau, yang seringkali menjadi pilihan populer bagi para penggemar Linux yang mencari platform untuk bereksperimen dengan sistem operasi dan mempelajari lebih lanjut tentang pengembangan perangkat lunak. Namun, karena sifatnya yang relatif baru, dukungan perangkat keras untuk Pinebook Pro secara historis kurang matang dibandingkan dengan distro Linux yang lebih mapan. Ultramarine, dengan fokusnya pada perangkat keras yang kurang umum, telah secara proaktif mengatasi masalah ini, menyediakan driver dan konfigurasi yang dioptimalkan untuk perangkat tersebut.

Tim Ultramarine telah menginvestasikan waktu dan upaya yang cukup besar untuk memastikan bahwa Ultramarine 4.3 berjalan dengan lancar dan stabil pada Pinebook Pro. Ini termasuk mengoptimalkan kernel untuk perangkat keras khusus Pinebook Pro dan menyediakan paket perangkat lunak yang dikonfigurasi secara tepat untuk memaksimalkan kinerja. Pengujian ekstensif telah dilakukan untuk mengidentifikasi dan mengatasi potensi masalah sebelum rilis.

Selain itu, rilis 4.3 menyertakan beberapa fitur dan peningkatan baru yang tidak terkait dengan dukungan Pinebook Pro. Ini termasuk peningkatan dalam manajemen energi, yang dapat membantu memperpanjang masa pakai baterai pada laptop dan perangkat seluler, serta peningkatan dalam dukungan untuk berbagai teknologi terbaru. Pembaruan ini memastikan bahwa pengguna Ultramarine tetap berada di garis depan teknologi Linux.

Unduhan dan instruksi instalasi untuk Ultramarine 4.3 tersedia di situs web resmi proyek. Komunitas Ultramarine sangat aktif dan ramah, sehingga mudah untuk mencari bantuan dan dukungan jika diperlukan. Rilis ini merupakan langkah maju yang signifikan bagi Ultramarine, menegaskan posisinya sebagai distro Linux yang berfokus pada pengalaman pengguna dan dukungan perangkat keras yang kuat.

Recent Posts

  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
  • Apa Itu ErrTraffic? Mengenal Platform ClickFix yang Bikin Website Jadi ‘Error’ Palsu
  • What is Reflex Framework? A Full-stack Python Framework
  • CloudFlare Acquired AstroJS!
  • How to Completely Remove AI Features from Windows 11 Explained
  • How to AI Fine-Tuning with a New Red Hat’s New Modular Tools
  • When to Use ChatGPT, Gemini, and Claude for Beginners
  • The Complete Roadmap to Becoming a Data Engineer: From Beginner to Pro Explained
  • Is OpenAI’s New Open Responses API: A Game Changer for Open Models?
  • The Top 5 Tech Certifications You Need for 2026 Explained
  • X.509 Certificates Explained for Beginners
  • How to Create a Local User on Windows 11: Bypass the Online Account Requirement Easily
  • Ini Kronologi Hacking ESA (European Space Agency) 2025
  • Apa itu Zoom Stealer? Ini Definisi dan Bahaya Tersembunyi di Balik Ekstensi Browser Kalian
  • Apa itu Skandal BlackCat Ransomware?
  • Grain DataLoader Python Library Explained for Beginners
  • Controlling Ansible with AI: The New MCP Server Explained for Beginners
  • Is Your Headset Safe? The Scary Truth Bluetooth Vulnerability WhisperPair
  • Dockhand Explained, Manage Docker Containers for Beginners
  • Claude Co-Work Explained: How AI Can Control Your Computer to Finish Tasks
  • Apa itu ToneShell? Backdoor atau Malware Biasa?
  • Apa itu Parrot OS 7? Ini Review dan Update Terbesarnya
  • NVIDIA Rubin Explained: The 6-Chip Supercomputer That Changes Everything
  • What is OpenEverest? The Future of Database Management on Kubernetes
  • Ketemu Link Video Viral ‘Petualangan Ustadzah Rahma’? Hati-hati, Kamu Bisa Dihack
  • Ikon Mic Roblox Hilang? Gini Caranya Mengaktifkan Kembali Voice Chat Biar Bisa Mabar Lagi!
  • Ini Cara Hapus Rombel Ganda di EMIS 4.0 yang Nggak Muncul Tombol Hapus
  • Inilah Kenapa Data Info GTK Kalian Nggak Berubah Padahal Dapodik Udah Sinkron
  • Belum Tahu CoreTax? Ini Trik Supaya Affiliator Lancar Lapor SPT Tahunan 2025 Tanpa Ribet
  • Tutorial Python Deepseek Math v2
  • Cara Menggunakan SAM3D untuk Segmentasi dan Pembuatan Model 3D dari Teks
  • Cara Membuat AI Agent Super Cerdas dengan DeepAgents dan LangGraph
  • Perbedaan GPU vs TPU, Mana yang Terbaik
  • Tutorial Langfuse: Pantau & Optimasi Aplikasi LLM
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
  • Apa Itu ErrTraffic? Mengenal Platform ClickFix yang Bikin Website Jadi ‘Error’ Palsu
  • Ini Kronologi Hacking ESA (European Space Agency) 2025
  • Apa itu Zoom Stealer? Ini Definisi dan Bahaya Tersembunyi di Balik Ekstensi Browser Kalian
©2026 Tutorial emka | Design: Newspaperly WordPress Theme