Skip to content
Tutorial emka
Menu
  • Home
  • Debian Linux
  • Ubuntu Linux
  • Red Hat Linux
Menu

Tutorial Cara Mengaktifkan Fitur Proteksi Anti Pencurian (anti-theft) di Android

Posted on October 24, 2024

Pernahkah Anda merasakan jantung berdebar kencang saat menyadari ponsel Anda hilang? Mungkin terjatuh dari saku, atau lebih buruk lagi, dicuri orang. Apa pun penyebabnya, kehilangan ponsel tentu bukanlah pengalaman yang menyenangkan. Untungnya, Android hadir dengan fitur canggih bernama “Theft Protection” yang siap menjadi tameng bagi ponsel Anda. Dan kabar baiknya, fitur ini tersedia di semua perangkat Android 10 ke atas.

Bagaimana Cara Kerja Theft Protection?

Theft Protection menggunakan kecerdasan buatan dan sensor gerak untuk mengunci ponsel jika mendeteksi pergerakan yang tidak biasa. Bayangkan Anda sedang antre di sebuah kafe, ponsel Anda berada di tangan, dan tiba-tiba seseorang merampas ponsel Anda dan berlari. Theft Protection akan mendeteksi gerakan mendadak dan mengunci perangkat Anda secara otomatis. Pintar, bukan?

Fitur Theft Protection Memiliki Beberapa Batasan:

    1. Buka aplikasi “Pengaturan” di ponsel Anda.

      Gulir ke bawah dan ketuk “Google”.

      Ketuk tab “Semua layanan”.

      Gulir ke bawah dan ketuk “Theft protection”.

      Konfirmasi pilihan Anda dengan mengaktifkan “Theft Detection Lock”.

      Remote Lock: Kunci Ponsel Anda dari Jarak Jauh

      “Remote Lock” memungkinkan Anda mengunci ponsel dari jarak jauh jika dicuri atau hilang. Fitur ini sangat berguna jika Anda tidak memiliki ponsel tetapi masih ingin melindungi data Anda.

        Buka pengaturan Theft Protection di ponsel Anda. Ketuk “Remote Lock”.

        Aktifkan “Gunakan Remote Lock”.

        Offline Device Lock: Melindungi Ponsel Anda Tanpa Internet

        Bagaimana jika pencuri mencoba mengakali Anda dengan menonaktifkan internet ponsel Anda atau mengaktifkan mode Pesawat? Di sinilah “Offline Device Lock” berperan. Fitur ini akan mengunci ponsel Anda secara otomatis setelah beberapa saat digunakan dalam keadaan offline.

      Sekarang, bahkan jika ponsel Anda diputus dari internet, ponsel Anda akan tetap terkunci setelah beberapa menit digunakan, melindungi data Anda.

      Luangkan waktu beberapa menit untuk mengaktifkan fitur ini sekarang. Percayalah, Anda akan merasa lebih tenang karena mengetahui data Anda aman, apa pun yang terjadi pada ponsel Anda.

    Recent Posts

    • How to Fix the Subscript Out of Range Error in Microsoft Excel
    • What’s New in Podman 5.8: Quadlet & SQLite Migration Explained
    • Microsoft Fixes Old Windows 10 Bug Affecting Parental Controls
    • OpenVPN 2.7 Released with Multi-Socket Support Explained
    • IPFire Launches Community-Driven DBL for Enhanced Domain Blocking
    •  Windows 11 26H1 Update: Microsoft Announces Tailored Core Versions and Phased Rollout
    • Parrot OS 7.1 Launches with Linux Kernel 6.17: Key Features & Benefits Explained
    • About Ubuntu Security: Why It Feels Restrictive and How to Balance Protection with Freedom
    • 7-Zip version 26 Released with Enhanced ZIP and RAR Handling Explained
    • How to Fix Windows Hello Camera Error
    • How to Fix Windows Hello Error 0x80090010: Resolving Access Denied (NTE_PERM)
    • Mesa 26.0 Released with Major Ray Tracing Boost for Linux Users
    •  Stability Over Speed: Linux Mint Announces Major Shift to 3-Year Release Cycle
    • Linux Mint 2026 Report Shows Massive Donation Growth
    • How to Build a Windows 95 Smart Toaster: A Nostalgic Tech Project
    • Windows 11 February 2026 Patch Tuesday Includes Secure Boot Certificate Update
    • Tails 7.4.2 Released with Critical Kernel Fix
    • GNOME 48.9 Released: Stable Bugfix Update for Linux Users
    • How to Fix OpenGL 2.1 Errors: What You Need to Know
    • pGrok: Personal Ngrok Alternative with Dashboard & HTTP Request Inspect
    • Mastering Remote Access: A Guide to Connecting to VMs via PuTTY and MobaXterm
    • Is the Raspberry Pi Still an Affordable SBC? 2026 Update
    • How to Launch Your Own Cloud Hosting Platform with ClawHost
    • Notepad Remote Code Execution CVE-2026-20841 Explained
    • Crossover 26 Released: New Features for Linux Users
    • Inilah Cara Mengatasi Status Bansos Atensi YAPI NTPN Tidak Ditemukan Biar Bantuan Tetap Cair!
    • Cara Mudah Unduh Video DS2Play Tanpa Ribet
    • Apa itu Free Float di Dunia Saham? Ini Artinya
    • Hati-Hati Modus Penipuan Asuransi BCA, Ini Caranya!
    • Inilah Panduan Lengkap Pendaftaran PPDB SMA Unggul Garuda Baru 2026, Simak Syarat dan Alurnya!
    • Prompt AI Menyusun Script Pola Suara Karakter agar Brand Jadi Ikonik
    • Prompt AI untuk Merancang Karakter Brand yang Ikonik
    • Prompt AI Audit Konten Sesuai Karakter Brand
    • Prompt AI Merubah Postingan LinkedIn Jadi Ladang Diskusi dengan ChatGPT
    • Prompt AI: Paksa Algoritma LinkedIn Promosikan Konten Kalian
    • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
    • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
    • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
    • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
    • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
    ©2026 Tutorial emka | Design: Newspaperly WordPress Theme