Skip to content
Tutorial emka
Menu
  • Home
  • Debian Linux
  • Ubuntu Linux
  • Red Hat Linux
Menu

Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda

Posted on January 24, 2026

TONESHELL adalah sebuah varian malware berjenis backdoor atau pintu belakang digital yang dikembangkan oleh kelompok peretas Mustang Panda asal Tiongkok. Secara mendasar, program jahat ini dirancang buat menyusup ke dalam sistem target, mencuri data sensitif, dan memberikan kendali penuh kepada peretas dari jarak jauh tanpa terdeteksi oleh sistem keamanan standar.

Kalian mungkin bertanya-tanya, kenapa sih serangan Mustang Panda di tahun 2025 ini jadi sebegitu hebohnya? Masalah utamanya adalah penggunaan kernel-mode rootkit driver yang sebelumnya nggak pernah terdokumentasi. Teknik ini bikin malware-nya bisa bergerak di level paling dalam dari sistem operasi, alias di area kernel, sehingga antivirus biasa bakal susah banget buat menemukannya. Serangan ini terpantau banyak menyasar lembaga pemerintahan di Asia Tenggara, kayak Myanmar dan Thailand.

Kalau kita bedah secara teknis, cara kerja serangan ini cukup rumit dan rapi. Berikut adalah langkah-langkah yang dilakukan oleh malware ini buat menginfeksi sistem kalian:

  1. Pemanfaatan Sertifikat Digital Curian
    Awalnya, peretas menggunakan file driver bernama “ProjectConfiguration.sys”. Biar dianggap aman oleh Windows, mereka membungkus file ini dengan sertifikat digital milik Guangzhou Kingteller Technology Co., Ltd. Kayaknya sertifikat ini hasil curian atau kebocoran data lama, soalnya aslinya cuma valid sampai tahun 2015. Tapi ya begitunya, sistem kadang masih bisa dikelabui.
  2. Registrasi sebagai Minifilter Driver
    Setelah masuk, si driver ini mendaftarkan dirinya sebagai minifilter driver. Ini adalah posisi yang strategis banget karena dia bisa memantau semua aktivitas file yang keluar-masuk di sistem operasi kalian.
  3. Melumpuhkan Microsoft Defender
    Ini bagian yang cukup gila. Malware ini sengaja mencari driver antivirus bawaan Windows, yaitu WdFilter.sys. Dia mengubah nilai “altitude” atau kasta posisi driver tersebut menjadi nol. Dengan begitunya, Microsoft Defender jadi nggak berkutik karena posisi si malware di tumpukan sistem (I/O stack) jadi lebih tinggi dan bisa mencegat data sebelum sampai ke antivirus.
  4. Melindungi Diri Sendiri
    Si rootkit ini punya fitur buat memonitor kalau-kalau ada orang atau sistem yang mau menghapus atau mengganti nama filenya. Kalau ada upaya penghapusan, dia otomatis bakal menolak akses tersebut. Rasanya kayak punya pengawal pribadi yang nggak mempan disuap.
  5. Injeksi Backdoor TONESHELL
    Tujuan akhirnya adalah menyuntikkan (inject) shellcode ke dalam proses “svchost.exe”. Di sinilah TONESHELL benar-benar aktif. Karena dia berjalan di dalam proses sistem yang sah, deteksinya jadi makin sulit kalau cuma mengandalkan scan file biasa.

Setelah TONESHELL berhasil aktif dan bersembunyi dengan aman, dia bakal langsung menghubungi server Command-and-Control (C2) milik peretas. Dari sana, peretas bisa mengirimkan berbagai perintah lewat port 443, mulai dari bikin file sementara, mengunduh malware tambahan, sampai menjalankan remote shell buat eksekusi perintah secara langsung di komputer korban. Kemampuan TONESHELL buat “ngumpet” di dalam memori tanpa meninggalkan jejak di harddisk (fileless) bikin tim IT harus kerja ekstra keras buat melakukan investigasi forensik memori.

Melihat perkembangan Mustang Panda yang makin canggih ini, kita nggak boleh cuek sama keamanan siber. Penggunaan kernel-mode injector menunjukkan kalau mereka terus berevolusi biar makin sulit dilacak. Sangat disarankan buat kalian, terutama yang mengelola server di instansi penting, buat lebih rajin melakukan pemantauan memori dan nggak gampang colok USB sembarangan, soalnya mereka juga pakai worm USB kayak TONEDISK buat penyebaran. Proteksi di level kernel itu krusial, jadi pastikan kebijakan driver signing di sistem kalian bener-bener ketat biar nggak ada driver “siluman” yang bisa masuk segitunya. Tetap waspada ya, rekan-rekanita.

Leave a Reply Cancel reply

You must be logged in to post a comment.

Recent Posts

  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
  • Apa Itu ErrTraffic? Mengenal Platform ClickFix yang Bikin Website Jadi ‘Error’ Palsu
  • What is Reflex Framework? A Full-stack Python Framework
  • CloudFlare Acquired AstroJS!
  • How to Completely Remove AI Features from Windows 11 Explained
  • How to AI Fine-Tuning with a New Red Hat’s New Modular Tools
  • When to Use ChatGPT, Gemini, and Claude for Beginners
  • The Complete Roadmap to Becoming a Data Engineer: From Beginner to Pro Explained
  • Is OpenAI’s New Open Responses API: A Game Changer for Open Models?
  • The Top 5 Tech Certifications You Need for 2026 Explained
  • X.509 Certificates Explained for Beginners
  • How to Create a Local User on Windows 11: Bypass the Online Account Requirement Easily
  • Ini Kronologi Hacking ESA (European Space Agency) 2025
  • Apa itu Zoom Stealer? Ini Definisi dan Bahaya Tersembunyi di Balik Ekstensi Browser Kalian
  • Apa itu Skandal BlackCat Ransomware?
  • Grain DataLoader Python Library Explained for Beginners
  • Controlling Ansible with AI: The New MCP Server Explained for Beginners
  • Is Your Headset Safe? The Scary Truth Bluetooth Vulnerability WhisperPair
  • Dockhand Explained, Manage Docker Containers for Beginners
  • Claude Co-Work Explained: How AI Can Control Your Computer to Finish Tasks
  • Apa itu ToneShell? Backdoor atau Malware Biasa?
  • Apa itu Parrot OS 7? Ini Review dan Update Terbesarnya
  • NVIDIA Rubin Explained: The 6-Chip Supercomputer That Changes Everything
  • CCTV Kematian Lula Lahfah?
  • Inilah Kronologi Meninggalnya Lula Lahfah
  • Cara Login SP Datadik Terbaru Biar Kerja Operator Sekolah Makin Sat-set!
  • Ketemu Link Video Viral ‘Petualangan Ustadzah Rahma’? Hati-hati, Kamu Bisa Dihack
  • Ikon Mic Roblox Hilang? Gini Caranya Mengaktifkan Kembali Voice Chat Biar Bisa Mabar Lagi!
  • Cara Buat Audio Super Realistis dengan Qwen3-TTS-Flash
  • Tutorial Python Deepseek Math v2
  • Cara Menggunakan SAM3D untuk Segmentasi dan Pembuatan Model 3D dari Teks
  • Cara Membuat AI Agent Super Cerdas dengan DeepAgents dan LangGraph
  • Perbedaan GPU vs TPU, Mana yang Terbaik
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
  • Apa Itu ErrTraffic? Mengenal Platform ClickFix yang Bikin Website Jadi ‘Error’ Palsu
  • Ini Kronologi Hacking ESA (European Space Agency) 2025
  • Apa itu Zoom Stealer? Ini Definisi dan Bahaya Tersembunyi di Balik Ekstensi Browser Kalian
©2026 Tutorial emka | Design: Newspaperly WordPress Theme