Skip to content
Tutorial emka
Menu
  • Home
  • Debian Linux
  • Ubuntu Linux
  • Red Hat Linux
Menu
Jolla Phone

Jolla Phone Kini Bisa di Pre-oder Jadi Ponsel Secure dengan Linux Independen

Posted on December 7, 2025

Ponsel Jolla, yang sebelumnya merupakan bagian dari perusahaan Jolla Technologies yang bangkrut, kini telah kembali dengan menawarkan pre-order untuk model terbarunya. Ponsel ini, yang dibangun atas dasar Linux, kembali tersedia untuk dipesan, menandai sebuah babak baru bagi proyek yang pernah berpotensi menjadi alternatif serius bagi perangkat seluler berbasis Android.

Ponsel Jolla ini, yang dikenal dengan desainnya yang khas dan fokus pada privasi dan keamanan, kini dijual secara independen oleh Jolla Labs, sebuah perusahaan baru yang dibentuk oleh beberapa mantan karyawan Jolla Technologies. Hal ini merupakan pemulihan yang menarik setelah kebangkrutan sebelumnya dan menunjukkan bahwa semangat inovasi dan komitmen terhadap sistem operasi Linux masih hidup di balik proyek ini.

Ponsel Jolla terbaru ini menawarkan kombinasi menarik antara perangkat keras dan perangkat lunak. Ponsel ini ditenagai oleh prosesor Qualcomm Snapdragon 665, yang memberikan performa yang cukup baik untuk penggunaan sehari-hari. Ponsel ini dilengkapi dengan 4GB atau 6GB RAM, serta penyimpanan internal 64GB atau 128GB, yang dapat diperluas melalui kartu microSD. Layar ponsel ini berukuran 6 inci dengan resolusi HD+ yang memadukan antara kejernihan dan efisiensi daya.

Yang paling penting, Jolla tetap berpegang teguh pada filosofi inti mereka – menyediakan pengalaman seluler berbasis Linux yang berfokus pada privasi dan keamanan. Ponsel ini menjalankan Jolla OS, sistem operasi yang dirancang khusus untuk perangkat seluler, dan dibangun di atas kernel Linux. Jolla OS dikenal dengan antarmuka yang bersih dan sederhana, serta fokus pada aplikasi yang ringan dan efisien. Selain itu, Jolla menawarkan fitur-fitur seperti dukungan untuk kunci keamanan YubiKey, yang memberikan lapisan perlindungan tambahan terhadap ancaman siber.

Selain itu, Jolla telah meningkatkan dukungan untuk aplikasi Android melalui proyek OpenAndroidSecurity, yang memungkinkan pengguna menjalankan aplikasi Android pada perangkat Jolla. Ini merupakan fitur yang sangat menarik bagi mereka yang membutuhkan akses ke aplikasi Android yang lebih luas tanpa mengorbankan keamanan dan privasi yang ditawarkan oleh Jolla OS.

Pre-order untuk ponsel Jolla terbaru ini dimulai pada hari ini dan harganya bervariasi tergantung pada konfigurasi memori yang dipilih. Pengiriman diharapkan dimulai pada bulan November. Jolla juga telah mengumumkan rencana untuk meluncurkan model baru, yaitu Jolla X1, yang merupakan smartphone premium dengan spesifikasi yang lebih tinggi. Ini menunjukkan bahwa Jolla Labs memiliki visi jangka panjang dan berkomitmen untuk terus mengembangkan ekosistem Linux untuk perangkat seluler. Dengan pendekatan yang berfokus pada privasi, keamanan, dan pengalaman pengguna yang disesuaikan, Jolla siap untuk bersaing dengan pemain besar di industri ponsel pintar.

Sumber: https://commerce.jolla.com/products/jolla-phone-preorder

Recent Posts

  • How to Enable SSH in Oracle VirtualBox for Beginners
  • How to Intercept Secret IoT Camera Traffic
  • Build Ultra-Fast and Tiny Desktop Apps with Electrobun: A Beginner’s Guide
  • The Ultimate 2026 Coding Roadmap: How to Master Software Engineering with AI Agents
  • How to Master Cloud Infrastructure with Ansible and Terraform
  • How to Fix VirtualBox Stuck on Saving State: A Complete Guide
  • How to Run Windows Apps on Linux: A Complete Guide to WinBoat, WINE, and Beyond
  • Build Your Own AI Development Team: Deploying OpenClaw and Claude Code on a VPS!
  • How to Measure Real Success in the Age of AI: A Guide to Software Metrics That Actually Matter
  • Kubernetes Traffic Tutorial: How to Create Pod-Level Firewalls (Network Policies)
  • This Is Discord Malware: Soylamos; How to Detect & Prevent it
  • How Stripe Ships 1,300 AI-Written Pull Requests Every Week with ‘Minions’
  • How to Disable Drag Tray in Windows 11: Simple Steps for Beginners
  • About Critical Microsoft 365 Copilot Security Bug: Risks and Data Protection Steps
  • Is the $600 MacBook Neo Actually Any Good? A Detailed Deep-Dive for Student!
  • Build Your Own Mini Data Center: A Guide to Creating a Kubernetes Homelab
  • How Enterprise Stop Breaches with Automated Attack Surface Management
  • The Roadmap to Becoming a Professional Python Developer in the AI Era
  • Why Your High Linux Uptime is Actually a Security Risk: A Lesson for Future Sysadmins
  • Portainer at ProveIt Con 2026
  • How to Reset a Virtual Machine in VirtualBox: A Step-by-Step Guide
  • Notepad Security Risks: How Feature Creep Turned a Simple Tool Into a Potential Backdoor
  • How to Generate Battery Report in Windows 11: A Simple Guide
  • How to Setting Up a Pro-Level Security System with Reolink and Frigate NVR
  • How to Install DaVinci Resolve on Nobara Linux and Fix Video Compatibility Issues Like a Pro
  • Inilah Cara Pakai Google Maps Offline Biar Mudik Lebaran 2026 Nggak Nyasar Meski Tanpa Sinyal!
  • Inilah Alasan Mahkamah Agung Tolak Kasasi Google, Denda Rp202,5 Miliar Resmi Menanti Akibat Praktik Monopoli
  • Inilah Cara Daftar dan Syarat SPMB SMK Boarding Jawa Tengah 2026, Sekolah Gratis Sampai Lulus!
  • Inilah Daftar Sekolah Kedinasan 2026 untuk Lulusan SMK, Bisa Kuliah Gratis dan Berpeluang Besar Langsung Jadi CPNS!
  • Inilah Pajak TER: Skema Baru PPh 21 yang Nggak Bikin Pusing, Begini Cara Hitungnya!
  • How to Have OpenClaw Agent that Work for You 24/7/365?
  • A Complete Guide to Using Abacus.AI Deep Agent for Research and AI Presentation Generator
  • How to Setup Clawdbot Computer Agents Client
  • Bytedance Helios: How to Generate Real-Time Long AI Videos on Your Own Computer
  • New Perplexity AI Feature, March 2026 is Insane
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
©2026 Tutorial emka | Design: Newspaperly WordPress Theme