Skip to content
Tutorial emka
Menu
  • Home
  • Debian Linux
  • Ubuntu Linux
  • Red Hat Linux
Menu

Cara mengganti Port Default Aplikasi Odoo

Posted on February 13, 2024

Sebelum kita masuk ke langkah-langkahnya, penting untuk memahami mengapa Anda mungkin perlu mengubah port default. Port standar untuk Odoo adalah 8069. Namun, mengubahnya dapat meningkatkan keamanan dengan mengurangi prediktabilitas setup sistem Anda. Selain itu, jika Anda menjalankan beberapa instance Odoo atau aplikasi lain, mengganti port dapat mencegah konflik dan memastikan operasi yang lebih lancar.

Prasyarat

  • Instalasi Odoo: Pastikan Odoo sudah terinstal di server Anda.
  • Akses Server: Akses administratif atau root ke server tempat Odoo di-host.
  • Pengetahuan Dasar: Familiaritas dengan operasi baris perintah dan manajemen server.

Langkah 1: Temukan Berkas Konfigurasi Odoo

Langkah pertama adalah menemukan berkas konfigurasi Odoo. Berkas ini biasanya berada di /etc/odoo.conf atau /etc/odoo/odoo.conf, atau /etc/odoo[versi].conf tergantung pada instalasi Anda.

sudo nano /etc/odoo.conf

Atau

sudo nano /etc/odoo/odoo.conf

Langkah 2: Modifikasi Nomor Port

Dalam berkas konfigurasi, cari baris yang menentukan port. Biasanya muncul sebagai:

xmlrpc_port = 8069

Ganti 8069 dengan nomor port yang Anda inginkan. Pastikan port baru tidak digunakan oleh layanan lain dan terbuka dalam pengaturan firewall Anda.

xmlrpc_port = 8090

Setelah mengubah nomor port, simpan perubahan dan keluar dari editor teks. Misalnya, di nano, Anda akan menekan CTRL + X, kemudian Y untuk mengonfirmasi, dan Enter untuk keluar.

Langkah 3: Restart Layanan Odoo

Agar perubahan berlaku, restart layanan Odoo. Ini dapat dilakukan dengan perintah berikut:

sudo service odoo restart

Atau, tergantung pada instalasi Anda,

sudo systemctl restart odoo

Langkah 4: Verifikasi Perubahan

Untuk memastikan bahwa perubahan port berhasil, akses Odoo melalui browser web Anda menggunakan port baru:

http://contohdomain.com:8090

Gantilah 8090 dengan nomor port yang Anda tentukan, dan namadomainserver.com dengan domain server atau alamat IP sebenarnya.

Kesimpulan

Mengganti port default Odoo adalah proses yang sederhana namun dapat berdampak signifikan pada keamanan dan efisiensi sistem Anda. Dengan mengikuti langkah-langkah ini, Anda dapat menyesuaikan instalasi Odoo sesuai dengan lingkungan operasional Anda dan meningkatkan manajemen sistem secara keseluruhan.

Ingatlah, meskipun mengganti port adalah tugas yang mudah, selalu pastikan Anda memiliki cadangan yang tepat dan memahami konsekuensi membuat perubahan, terutama dalam lingkungan produksi.

Recent Posts

  • KDE Linux Nears Beta with 62% Progress, What’s Next?
  • PeaZip 10.9 Released, This is The New Feature
  • Wine 11.2 Released with Faster Debugging and 32-Bit Fixes for Linux Users
  • Microsoft Release Litebox: A Secure Library OS for Developers
  • Ubuntu 26.04 LTS Explained: New Features & Benefits for Users
  • NVIDIA Blames January 2024 Windows Update for Gaming Performance Issues and Stuttering
  • Microsoft Defender XDR Now Automatically Filters Low-Severity Alerts
  • How to Access OneDrive Backup Files Easily
  • How to Update LibreOffice on Linux: A Simple Guide
  • What’s New on Ardour 9.0? A Major Update for Linux Audio Production
  • Dozzel: The Best Real-Time Docker Log Viewer
  • Calibre 9.2 Released: New ZIP Output and Features for E-Book Lovers
  • Raspberry Pi 4 Rev 1.5 Dual RAM Explained for Beginners
  • Darktable 5.4.1 Released: Major Bug Fixes and New Features
  • GNU Linux vs Just Linux: What’s the Difference Explained
  • How to Add Shared Mailbox in Outlook
  • TrueNAS 2026 Preview: What’s New in the April Beta?
  • KDE Gear 25.12.2: New Features and Apps for Linux Users
  • Krita 5.3 & 6.0 Beta Released, Add Text and Tools Overhauled for Artists
  • VirtualBox Adds KVM Support in Dev Builds: What You Need to Know
  • Sysmon Now Default in Windows 11 Insider Builds
  • What’s New in GNU Coreutils 9.10: Stability Fixes and Minor Updates
  • Mozilla (Finally) Adds Option to Disable Generative AI in Browser
  • LibreOffice 26.2 Released: Faster Performance & New Features Explained
  • How to Fix 9HEHW Error in Outlook & Teams
  • Kenapa Disney Matikan Dolby Vision dan HDR10? Ini Penjelasannya
  • Kenapa Bobon Santoso Pensiun Dari Youtube? Ini Alasan Sebenarnya
  • Apakah Bootcamp Hacktiv8 Penipu atau Direkomendasikan?
  • Inilah Estimasi Waktu Pencairan TPG 2026 Sehabis SKTP Muncul di Info GTK
  • Cara Menggunakan openClaw untuk Kebutuhan SEO
  • Cara Membuat Knowledge Base Audit untuk Claude Project Agar Dokumen Kalian Nggak Berantakan
  • Cara Ubah Role Definition Menjadi Custom Instructions yang Efektif buat Claude Project
  • Cara Mendefinisikan Role Project Claude Agar Hasilnya Lebih Akurat dan Konsisten
  • Cara Buat AI Asisten Pribadi dengan Teknik RAG
  • Cara Membuat Podcast dari PDF dengan NotebookLlama dan Groq
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
©2026 Tutorial emka | Design: Newspaperly WordPress Theme