Skip to content
Tutorial emka
Menu
  • Home
  • Debian Linux
  • Ubuntu Linux
  • Red Hat Linux
Menu
unleash protocol

Apa itu Unleash Protocol? Ini Pengertian dan Kronologi Eksploitasi Asetnya

Posted on January 5, 2026

Unleash Protocol adalah platform manajemen kekayaan intelektual (IP) terdesentralisasi yang bertindak sebagai sistem operasi untuk mengubah aset IP menjadi token di dalam blockchain. Protokol ini memungkinkan IP digunakan sebagai jaminan di ekosistem DeFi melalui smart contract yang mengatur distribusi royalti dan lisensi secara otomatis kepada para pemangku kepentingan.

Secara teknis, Unleash Protocol ini punya peran yang lumayan krusial buat menghubungkan hak cipta dunia nyata dengan ekosistem kripto. Mereka menggunakan lapisan monetisasi melalui smart contract untuk memastikan kalau pembayaran royalti itu jalan otomatis sesuai aturan on-chain yang sudah diprogram sebelumnya. Jadi, aset IP kalian nggak cuma diam, tapi bisa menghasilkan nilai ekonomi yang lebih likuid. Sayangnya, baru-baru ini ada kejadian yang cukup bikin geger karena protokol ini kehilangan sekitar $3,9 juta dalam bentuk kripto. Kejadian ini bermula gara-gara ada pihak nggak dikenal yang berhasil melakukan pembaruan kontrak (contract upgrade) tanpa izin.

Kalian perlu tahu kalau di dunia blockchain, pembaruan kontrak itu biasanya butuh persetujuan kolektif yang sangat ketat. Tapi dalam kasus ini, penyerang sepertinya berhasil dapetin akses kontrol administratif melalui sistem tata kelola multisig (tanda tangan ganda) milik Unleash. Tim investigasi mereka menemukan kalau ada alamat dompet eksternal (externally owned address) yang tiba-tiba punya kendali administratif, terus mereka langsung melakukan upgrade kontrak secara ilegal. Upgrade ini sebenernya jahat banget karena ngebuka fitur penarikan aset yang nggak disetujui tim dan terjadi di luar prosedur operasional yang seharusnya.

Gara-gara celah hasil modifikasi kontrak itu, si penyerang bisa dengan bebas mengambil berbagai jenis aset yang ada di dalamnya, kayak Wrapped IP (WIP), USDC, WETH (Wrapped Ether), Staked IP (stIP), sampai Voting-escrowed IP (vIP). Menurut laporan dari para ahli keamanan di PeckShieldAlert, total kerugiannya itu kalau dihitung-hitung mencapai angka $3,9 juta. Nggak cuma berhenti di situ saja, aset yang sudah ditarik langsung dipindahkan lewat infrastruktur pihak ketiga supaya jejaknya makin susah buat dilacak oleh siapa pun.

Kira-kiranya, penyerang ini sudah sangat paham cara kerja sistem privasi di blockchain. Mereka mengirim dana hasil curian tersebut ke Tornado Cash dalam bentuk 1.337 ETH. Buat yang belum tahu, Tornado Cash ini adalah layanan pencampur (mixing) kripto yang memang sering banget disalahgunakan peretas buat menyamarkan asal-usul dana sebelum ditarik ke dompet baru yang nggak bisa dilacak. Meskipun layanan ini sudah kena sanksi dari Amerika Serikat sejak tahun 2022, kayaknya peretas masih saja pakai cara ini buat menghindar dari upaya pembekuan aset oleh pihak berwajib.

Sebagai respons cepat, Unleash Protocol sekarang sudah menghentikan semua operasinya untuk sementara waktu. Mereka lagi sibuk menjalankan investigasi mendalam bareng pakar keamanan eksternal buat mencari tahu gimana ceritanya alamat dompet eksternal itu bisa menguasai multisig mereka. Sepertinya mereka juga lagi mengevaluasi langkah-langkah pemulihan apa yang bisa diambil buat para pengguna yang terdampak. Jadi, sebegitu bahayanya kalau sebuah protokol DeFi punya celah di sisi tata kelolanya.

Kejadian yang menimpa Unleash Protocol ini menjadi pengingat keras buat kita semua kalau keamanan dalam dunia DeFi itu masih sangat dinamis dan penuh risiko. Rasanya nggak bijak kalau kita langsung menaruh kepercayaan penuh pada satu protokol tanpa memantau perkembangan keamanannya secara berkala. Rekomendasi buat kalian yang punya aset di sana, mending jangan melakukan interaksi apa pun dulu dengan kontrak Unleash Protocol sampai ada pengumuman resmi kalau situasinya sudah benar-benar aman. Tetaplah waspada dan selalu lakukan riset mandiri sebelum memutuskan untuk menyimpan aset di platform apa pun. Semoga ke depannya standar keamanan sistem tata kelola multisig bisa diperketat lagi biar kejadian kayak gini nggak terulang terus. Terima kasih sudah membaca ulasan ini sampai selesai, rekan-rekanita.

Recent Posts

  • ProtonUP-Qt v2.15 Adds dwProton and Fixes Lutris Issues
  • Transmission 4.1.1 Released with Faster Performance and Better Efficiency for Linux and macOS
  • Calibre 9.3 Released with Enhances KEPUB Support for E-Book Readers
  • Microsoft Retires Outlook Contact Masking Feature March 31, 2026
  • Google Maps Privacy Update: Why Reviews and Ratings Are Now Hidden for Unlogged Users
  • Ubuntu 26.04 New Modular Firmware System: Faster Updates and Reduced System Bloat
  • Ghostty Linux Scrollbars Finally Here: What You Need to Know
  • Why Windows 11 Canary Channel Split into Two Builds? Explained!
  • What is Claude Cowork? And How Claude Cowork Uses Agentic AI
  • PocketBlue and Red Hat Bring Fedora Atomic Linux to Mobile Devices
  • Mozilla Ends Firefox Support for Windows 7, 8, and 8.1: What You Need to Know
  • Cosmic Desktop 1.0.7 Enhances Workspace Management: What’s New?
  • KDE Plasma 6.6 Released: What’s New and How to Upgrade?
  • Nginx Proxy Manager 2.14 Removes ARMv7 Support: What Users Need to Know
  •  KDE Plasma 6.6: A Complete Guide to the Latest Linux Desktop Features
  • Ubuntu 26.04 Resolute: Features, Release Date, and Everything You Need to Know
  • How to Fix Steam File Validation Error: Easy Steps for Beginners
  • 5 Essential PC Maintenance Tips to Keep Your Computer Fast and Healthy
  • What is Logseq? Forget Standard Notes App, Use this to Boosts Real Productivity
  • LibreOffice 25.8.5 Released with 62 Bug Fixes: What’s New?
  • Oracle’s New Plan for MySQL Community Engagement Explained
  • PipeWire 1.6 Brings LDAC Support and 128-Channel Audio: What’s New?
  • How to Fix Roblox Error: Create Support Files to Solve the Problem
  • Why Segmenting Your Home Network with VLANs Is the Upgrade You Didn’t Know You Needed
  • Proxmox 2026 Has The Best Backup and Recovery Feature
  • Apakah ViaPaypal.id Penipuan?
  • Beda BRIVA dan Rekening? Ini Penjelasannya!
  • Pahami Perbedaan Kode SIEX, SIPX, dan SISX dengan Mudah!
  • Arti SPT Sebelumnya Tidak Ada dari BPS yang Perlu Kalian Pahami
  • Kode Error 205 di BCA Mobile: Penyebab dan Solusi Lengkap
  • Prompt AI Menyusun Script Pola Suara Karakter agar Brand Jadi Ikonik
  • Prompt AI untuk Merancang Karakter Brand yang Ikonik
  • Prompt AI Audit Konten Sesuai Karakter Brand
  • Prompt AI Merubah Postingan LinkedIn Jadi Ladang Diskusi dengan ChatGPT
  • Prompt AI: Paksa Algoritma LinkedIn Promosikan Konten Kalian
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
©2026 Tutorial emka | Design: Newspaperly WordPress Theme