Skip to content
Tutorial emka
Menu
  • Home
  • Debian Linux
  • Ubuntu Linux
  • Red Hat Linux
Menu

Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya

Posted on January 25, 2026

Predator spyware adalah sebuah perangkat lunak mata-mata (spyware) komersial tingkat tinggi yang dikembangkan oleh Intellexa Consortium untuk menyusup ke perangkat seluler. Secara teknis, tool ini dirancang buat memantau, menyadap, dan mengambil data sensitif dari targetnya tanpa terdeteksi sama sekali, yang biasanya dipasarkan untuk kepentingan penegakan hukum namun sering disalahgunakan.

Kalau kita bicara soal teknisnya, Predator ini sebenarnya bukan barang baru di dunia cybersecurity. Cara kerjanya itu mirip-mirip sama Pegasus buatan NSO Group yang sempat viral banget. Predator ini bisa masuk ke HP kalian lewat metode yang namanya 1-click atau bahkan zero-click attack vectors. Artinya, si target nggak perlu ngelakuin hal yang aneh-aneh, cukup kirim pesan lewat WhatsApp atau platform lain, dan boom, sistemnya langsung terinfeksi. Sekalinya nempel di perangkat, dia bakal bekerja dalam mode senyap banget buat ngambil data, mulai dari kontak, pesan, foto, sampai rekaman suara tanpa meninggalkan jejak yang jelas. Kayaknya sih emang didesain sebegitu canggihnya biar nggak ketahuan sama antivirus biasa.

Baru-baru ini, ada kabar yang agak mengejutkan dari Departemen Keuangan AS, tepatnya dari lembaga yang namanya OFAC. Mereka tiba-tiba menghapus tiga orang penting yang punya kaitan erat sama Intellexa Consortium dari daftar sanksi khusus mereka (SDN list). Tiga orang itu namanya Merom Harpaz, Andrea Nicola Constantino Hermes Gambazzi, sama Sara Aleksandra Fayssal Hamou. Padahal, seingat saya mereka ini baru aja kena sanksi di tahun 2024 ini karena dianggap terlibat dalam pengembangan dan distribusi Predator.

Merom Harpaz itu manajer di Intellexa S.A., sedangkan Gambazzi itu pemilik Thalestris Limited dan Intellexa Limited. Thalestris ini posisinya penting banget karena mereka yang pegang hak distribusi dan ngurusin semua transaksi duit buat entitas di bawah Intellexa Consortium. Terus ada Sara Hamou yang tugasnya kayak spesialis off-shoring buat nyediain layanan manajerial, termasuk nyewa kantor di Yunani buat Intellexa. Sampai sekarang, nggak ada alasan yang jelas kenapa mereka dihapus dari daftar sanksi itu, padahal Intellexa sendiri dianggap sebagai risiko keamanan yang tumbuh buat banyak negara.

Dampaknya nggak main-main, lho. Amnesty International baru-baru ini nemuin bukti kalau ada pengacara hak asasi manusia di Pakistan yang jadi target serangan Predator lewat WhatsApp. Jadi, walaupun katanya tool ini buat lawan teroris, faktanya di lapangan sering banget dipake buat nyerang jurnalis, aktivis, sama politisi. Begitunya dunia mata-mata siber, selalu ada celah buat penyalahgunaan. Ada kekhawatiran kalau penghapusan sanksi ini malah ngasih sinyal yang salah, seolah-olah pelaku serangan siber bisa bebas-bebas aja kalau punya koneksi atau lobi yang kuat. Rasanya kok nggak adil kalau teknologi secanggih ini malah dipake buat nindas kebebasan orang banyak.

Kondisi ekosistem spyware saat ini memang makin nggak menentu dan penuh rahasia. Dengan adanya persaingan yang makin ketat antar vendor spyware, risiko kebocoran data internal atau serangan balik ke vendor itu sendiri malah jadi makin tinggi. Sepertinya, langkah yang paling bijak buat kita sekarang adalah tetap waspada sama keamanan digital pribadi. Jangan gampang klik link yang nggak jelas sumbernya, dan sebisa mungkin update terus sistem operasi perangkat kalian ke versi terbaru buat nutup celah keamanan yang mungkin ada. Tetap kritis dalam melihat isu-isu pengawasan digital begini ya, biar nggak gampang jadi korban teknologi yang makin hari makin nggak masuk akal ini. Begitulah kira-kiranya update terbaru soal Predator spyware, terimakasih sudah menyimak bahasan ini, rekan-rekanita.

Recent Posts

  • Ghostty Linux Scrollbars Finally Here: What You Need to Know
  • Why Windows 11 Canary Channel Split into Two Builds? Explained!
  • What is Claude Cowork? And How Claude Cowork Uses Agentic AI
  • PocketBlue and Red Hat Bring Fedora Atomic Linux to Mobile Devices
  • Mozilla Ends Firefox Support for Windows 7, 8, and 8.1: What You Need to Know
  • Cosmic Desktop 1.0.7 Enhances Workspace Management: What’s New?
  • KDE Plasma 6.6 Released: What’s New and How to Upgrade?
  • Nginx Proxy Manager 2.14 Removes ARMv7 Support: What Users Need to Know
  •  KDE Plasma 6.6: A Complete Guide to the Latest Linux Desktop Features
  • Ubuntu 26.04 Resolute: Features, Release Date, and Everything You Need to Know
  • How to Fix Steam File Validation Error: Easy Steps for Beginners
  • 5 Essential PC Maintenance Tips to Keep Your Computer Fast and Healthy
  • What is Logseq? Forget Standard Notes App, Use this to Boosts Real Productivity
  • LibreOffice 25.8.5 Released with 62 Bug Fixes: What’s New?
  • Oracle’s New Plan for MySQL Community Engagement Explained
  • PipeWire 1.6 Brings LDAC Support and 128-Channel Audio: What’s New?
  • How to Fix Roblox Error: Create Support Files to Solve the Problem
  • Why Segmenting Your Home Network with VLANs Is the Upgrade You Didn’t Know You Needed
  • Proxmox 2026 Has The Best Backup and Recovery Feature
  • How to Calibrate Temperature and Humidity Sensors for Maximum Accuracy
  • Top Open-Source Alternatives to Adobe Creative Cloud for Design and Editing in 2026
  • TinyMediaManager: A Plugin to Organize and Manage Jellyfin Media Library
  • How to Fix Disappearing Chart Labels in Excel: A Step-by-Step Guide
  • How to Fix the Subscript Out of Range Error in Microsoft Excel
  • What’s New in Podman 5.8: Quadlet & SQLite Migration Explained
  • Beda BRIVA dan Rekening? Ini Penjelasannya!
  • Pahami Perbedaan Kode SIEX, SIPX, dan SISX dengan Mudah!
  • Arti SPT Sebelumnya Tidak Ada dari BPS yang Perlu Kalian Pahami
  • Kode Error 205 di BCA Mobile: Penyebab dan Solusi Lengkap
  • Solusi Cepat Saat Voucher Axis Tidak Bisa Diproses
  • Prompt AI Menyusun Script Pola Suara Karakter agar Brand Jadi Ikonik
  • Prompt AI untuk Merancang Karakter Brand yang Ikonik
  • Prompt AI Audit Konten Sesuai Karakter Brand
  • Prompt AI Merubah Postingan LinkedIn Jadi Ladang Diskusi dengan ChatGPT
  • Prompt AI: Paksa Algoritma LinkedIn Promosikan Konten Kalian
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
©2026 Tutorial emka | Design: Newspaperly WordPress Theme