Skip to content
Tutorial emka
Menu
  • Home
  • Debian Linux
  • Ubuntu Linux
  • Red Hat Linux
Menu

Apa Itu Integrasi Criminal IP dan Cortex XSOAR? Ini Definisinya

Posted on January 7, 2026

Criminal IP adalah platform intelijen ancaman siber berbasis AI yang kini resmi terintegrasi langsung ke dalam Cortex XSOAR milik Palo Alto Networks. Secara sederhana, integrasi ini memungkinkan tim keamanan untuk mendeteksi, menganalisis, dan merespons ancaman siber secara otomatis menggunakan data real-time yang jauh lebih kaya konteks dibandingkan metode log konvensional.

Sebenarnya, kabar ini cukup besar bagi kalian yang berkecimpung di dunia keamanan siber atau SOC (Security Operations Center). Seperti yang kita tahu, Palo Alto Networks sering dianggap sebagai pemimpin global di ranah ini, dan Cortex XSOAR adalah hub utama mereka untuk orkestrasi otomatisasi. Nah, dengan masuknya Criminal IP lewat Cortex Marketplace, kemampuan sistem ini jadi makin canggih.

Biasanya, tim SOC itu sering kewalahan dengan volume peringatan atau alert yang nggak ada habisnya. Masalahnya, pengayaan data tradisional itu seringkali cuma bergantung pada reputasi statis. Jadi, datanya sering kurang lengkap, kayaknya sering banget kehilangan konteks penting seperti paparan port, kerentanan CVE, penggunaan ulang sertifikat, atau perubahan DNS. Rasanya pasti berat kalau harus cek satu-satu secara manual.

Di sinilah Criminal IP mengisi celah tersebut. Platform buatan AI SPERA ini nggak cuma melihat reputasi, tapi terus menerus menganalisis aset yang menghadap internet secara global. Dia mengkorelasikan perilaku IP, aktivitas domain, data SSL/TLS, hingga indikator masking seperti VPN atau proxy. Jadi, ketika ada alert masuk di Cortex XSOAR yang memuat IP atau domain mencurigakan, sistem bisa langsung menarik intelijen yang sudah diperkaya ini lewat playbook otomatis. Kalian nggak perlu lagi repot-repot keluar dari dashboard Cortex buat riset manual.

VSCode
Screenshot

Salah satu fitur paling teknis dan menarik dari integrasi ini adalah kemampuan scanning bertingkatnya. Cortex XSOAR playbooks bisa memicu alur kerja pemindaian otomatis dari Criminal IP yang berjalan dalam beberapa tahap logis:

  1. Quick Lookup (Pencarian Cepat)
    Langkah pertama ini adalah pengecekan instan untuk mendapatkan gambaran awal reputasi IP atau domain tanpa memakan waktu lama. Ini semacam triase awal untuk menentukan apakah ancaman tersebut layak diperhatikan lebih lanjut.
  2. Lite Scan (Pemindaian Ringan)
    Jika langkah pertama menunjukkan tanda-tanda mencurigakan, sistem akan menaikkan level ke pemindaian ringan. Di sini, data yang diambil lebih detail tapi masih cukup cepat, memberikan konteks tambahan yang mungkin terlewat di pengecekan awal.
  3. Full Scan (Pemindaian Penuh)
    Ini adalah tahap akhir untuk analisis permukaan serangan secara menyeluruh. Hasil dari Full Scan ini dikirimkan sebagai laporan terstruktur langsung di dalam Cortex XSOAR. Begitunya proses ini berjalan, kalian nggak perlu input manual lagi karena sistem polling generik memastikan alur kerjanya berlanjut mulus.

Selain soal alert, integrasi ini juga menghubungkan telemetri internal dengan intelijen internet terbuka (OSINT). Ini memberikan pandangan historis tentang perilaku aset, hubungan dengan server C2 (Command and Control), hingga catatan penyalahgunaan.

Bahkan, Cortex XSOAR juga bisa menjadwalkan apa yang disebut Micro Attack Surface Management. Fitur ini memindai port yang terekspos, validitas sertifikat, layanan rentan, dan perangkat lunak usang. Sepertinya ini fitur yang sangat krusial buat organisasi yang ingin menambal kelemahan sebelum dieksploitasi peretas. Kuranglebihnya, ini membantu transisi menuju operasi keamanan otonom, mengurangi kelelahan analis yang sering terjadi karena terlalu banyak notifikasi palsu.

Bisa dibilang, integrasi antara Palo Alto Networks dan Criminal IP ini menandai pergeseran besar menuju operasi keamanan yang lebih mandiri dan berbasis data. Dengan menggabungkan orkestrasi canggih dari Cortex XSOAR dan analisis eksternal real-time dari Criminal IP, rekan-rekanita di tim keamanan bisa mengotomatisasi keputusan yang dulunya butuh riset manual berjam-jam. Ini nggak cuma soal kecepatan, tapi juga akurasi dalam klasifikasi insiden di tengah gempuran ancaman yang dihasilkan AI. Jadi, bagi rekan-rekanita yang ingin meningkatkan efisiensi SOC, teknologi ini sepertinya layak dipertimbangkan. Terima kasih sudah menyimak ulasan definisi ini!

Recent Posts

  • ProtonUP-Qt v2.15 Adds dwProton and Fixes Lutris Issues
  • Transmission 4.1.1 Released with Faster Performance and Better Efficiency for Linux and macOS
  • Calibre 9.3 Released with Enhances KEPUB Support for E-Book Readers
  • Microsoft Retires Outlook Contact Masking Feature March 31, 2026
  • Google Maps Privacy Update: Why Reviews and Ratings Are Now Hidden for Unlogged Users
  • Ubuntu 26.04 New Modular Firmware System: Faster Updates and Reduced System Bloat
  • Ghostty Linux Scrollbars Finally Here: What You Need to Know
  • Why Windows 11 Canary Channel Split into Two Builds? Explained!
  • What is Claude Cowork? And How Claude Cowork Uses Agentic AI
  • PocketBlue and Red Hat Bring Fedora Atomic Linux to Mobile Devices
  • Mozilla Ends Firefox Support for Windows 7, 8, and 8.1: What You Need to Know
  • Cosmic Desktop 1.0.7 Enhances Workspace Management: What’s New?
  • KDE Plasma 6.6 Released: What’s New and How to Upgrade?
  • Nginx Proxy Manager 2.14 Removes ARMv7 Support: What Users Need to Know
  •  KDE Plasma 6.6: A Complete Guide to the Latest Linux Desktop Features
  • Ubuntu 26.04 Resolute: Features, Release Date, and Everything You Need to Know
  • How to Fix Steam File Validation Error: Easy Steps for Beginners
  • 5 Essential PC Maintenance Tips to Keep Your Computer Fast and Healthy
  • What is Logseq? Forget Standard Notes App, Use this to Boosts Real Productivity
  • LibreOffice 25.8.5 Released with 62 Bug Fixes: What’s New?
  • Oracle’s New Plan for MySQL Community Engagement Explained
  • PipeWire 1.6 Brings LDAC Support and 128-Channel Audio: What’s New?
  • How to Fix Roblox Error: Create Support Files to Solve the Problem
  • Why Segmenting Your Home Network with VLANs Is the Upgrade You Didn’t Know You Needed
  • Proxmox 2026 Has The Best Backup and Recovery Feature
  • Apakah ViaPaypal.id Penipuan?
  • Beda BRIVA dan Rekening? Ini Penjelasannya!
  • Pahami Perbedaan Kode SIEX, SIPX, dan SISX dengan Mudah!
  • Arti SPT Sebelumnya Tidak Ada dari BPS yang Perlu Kalian Pahami
  • Kode Error 205 di BCA Mobile: Penyebab dan Solusi Lengkap
  • Prompt AI Menyusun Script Pola Suara Karakter agar Brand Jadi Ikonik
  • Prompt AI untuk Merancang Karakter Brand yang Ikonik
  • Prompt AI Audit Konten Sesuai Karakter Brand
  • Prompt AI Merubah Postingan LinkedIn Jadi Ladang Diskusi dengan ChatGPT
  • Prompt AI: Paksa Algoritma LinkedIn Promosikan Konten Kalian
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
©2026 Tutorial emka | Design: Newspaperly WordPress Theme